Konten dari Pengguna

Dari Rivalitas Sepak Bola ke Pertahanan ASEAN: Indonesia dan Malaysia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aqila syafira Arrahman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertandingan Indonesia melawan Malaysia selalu lebih dari sekadar sepak bola. Di balik persaingan di lapangan, ada kebanggaan nasional, sejarah hubungan bertetangga, dan sentimen publik yang dapat meluas ke luar stadion. Namun, apakah rivalitas tersebut perlu memengaruhi cara kedua negara memandang keamanan dan pertahanan?

Pada 28 September 2026, Indonesia dan Malaysia bermain imbang 0-0 dalam ajang FIFA ASEAN Cup di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye menerima kartu merah. Meski Malaysia lebih banyak menekan, pertahanan Indonesia mampu menjaga skor tetap imbang.

FIFA ASEAN CUP 2026. Sumber: GettyImages
zoom-in-whitePerbesar
FIFA ASEAN CUP 2026. Sumber: GettyImages

Hasil tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan kedua tim. Namun, menurut saya, hal yang lebih menarik justru bagaimana rivalitas olahraga dapat memengaruhi cara masyarakat memandang negara tetangga.

Nasionalisme Bukan Alasan untuk Memperkeruh Hubungan

Rivalitas olahraga memang dapat memperkuat rasa kebangsaan. Dukungan suporter menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ikatan emosional dengan negaranya. Namun, masalah muncul ketika kekalahan atau hasil imbang dijadikan alasan untuk merendahkan negara tetangga. Nasionalisme seharusnya mendorong kebanggaan terhadap negara sendiri, bukan kebencian terhadap negara lain.

Dalam konteks pertahanan, penting untuk membedakan persaingan olahraga dari hubungan keamanan. Indonesia dan Malaysia tetap memiliki kepentingan bersama dalam menjaga perbatasan, keamanan maritim, serta stabilitas Asia Tenggara.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mencatat bahwa dalam pertemuan bilateral ke-17 pada Juni 2026, kedua negara kembali menegaskan komitmen memperkuat kerja sama, termasuk di bidang pertahanan dan keamanan maritim.

Artinya, rivalitas di lapangan tidak menghapus kebutuhan untuk bekerja sama dalam menghadapi tantangan nyata.

Memperkuat Pertahanan Tanpa Memelihara Permusuhan

Menurut saya, Indonesia tetap perlu memperkuat kapasitas pertahanannya berdasarkan kepentingan nasional, bukan semata-mata karena rivalitas dengan Malaysia. Begitu pula, kerja sama pertahanan kedua negara tidak berarti menghilangkan perbedaan kepentingan. Keduanya dapat menjaga kesiapan nasional sekaligus membangun komunikasi untuk mencegah kesalahpahaman.

ASEAN juga memiliki peran penting dalam menjaga agar persaingan antarnegara tidak berkembang menjadi ketegangan regional. Dialog pertahanan, koordinasi keamanan maritim, dan penyelesaian persoalan perbatasan secara damai perlu terus diperkuat.

Pada akhirnya, pertandingan Indonesia dan Malaysia pada 28 September 2026 mengingatkan kita bahwa persaingan dapat berlangsung ketat tanpa harus menjadi permusuhan. Pertahanan yang kuat bukan hanya tentang kemampuan melindungi negara, tetapi juga kemampuan menjaga stabilitas dan mengelola hubungan dengan negara tetangga. Nasionalisme tetap penting, tetapi akan lebih bermakna ketika berjalan bersama sikap rasional dan komitmen terhadap perdamaian kawasan.

Daftar sumber

1. FIFA. (2026, 28 September). Malaysia and Indonesia draw at the FIFA ASEAN Cup. https://www.fifa.com/en/tournaments/mens/asean-cup/2026/articles/malaysia-indonesia-report-highlights-quotes

2. detikSport. (2026, 29 September). FIFA ASEAN Cup 2026: Statistik Indonesia Vs Malaysia Usai Duel Imbang 0-0. https://sport.detik.com/juara-bola-asia-tenggara-2026/liga-indonesia/d-8683686/fifa-asean-cup-2026-statistik-indonesia-vs-malaysia-usai-duel-imbang-0-0

3. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (2026, 4 Juni). JCBC ke-17 Indonesia–Malaysia: Kedua Negara Mantapkan Kemitraan di Tengah Dinamika Kawasan dan Global. https://kemlu.go.id/berita/berita/jcbc-ke-17-indonesia--malaysia-kedua-negara-mantapkan-kemitraan-di-tengah-dinamika-kawasan-dan-global?type=publication

4. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2025, 27 Februari). Pertemuan Bilateral Menhan RI–Menhan Malaysia, Perkuat Kerja Sama Pertahanan. https://www.kemhan.go.id/2025/02/27/pertemuan-bilateral-menhan-ri-menhan-malaysia-perkuat-kerja-sama-pertahanan.html

5. ASEAN. (2025, 31 Oktober). Kuala Lumpur Joint Declaration of the ASEAN Defence Ministers’ Meeting on ASEAN Unity for Security and Prosperity. https://asean.org/kuala-lumpur-joint-declaration-of-the-asean-defence-ministers-meeting-on-asean-unity-for-security-and-prosperity/