Pasar Sawahan Hadir dengan Konsep Unik, Mahasiswa KKN UIN Ikut Sukseskan
Tulisan dari DAROJATUL MUALLIMAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 5 dari UIN Walisongo dan UIN Saizu turut berpartisipasi menyukseskan gelaran acara Pasar Sawahan yang digelar di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Ahad Legi, 2 Agustus 2026. Pasar ini menghadirkan suasana berdagang masa lalu dengan balok kayu bernama “uli” sebagai alat tukar sekaligus menerapkan konsep bebas plastik yang ramah lingkungan.
Pasar Sawahan merupakan salah satu wujud nyata pengembangan Desa Kalongan yang sejak akhir tahun 2019. Ide pembentukan pasar ini lahir dari keinginan menghidupkan kembali suasana perdagangan tempo dulu, sekaligus mendorong kemajuan pariwisata desa dan pelestarian lingkungan hidup. Karena sebagai pasar wisata, pasar sawahan ini tidak buka setiap hari, melainkan digelar secara berkala setiap hari Ahad Legi dan Ahad Pahing, sehingga menjadi penanda waktu yang dinantikan para pengunjung.
Pengelola Pasar Sawahan, Mukhtar Efendi, menyampaikan harapannya agar kehadiran pasar ini benar-benar membawa manfaat luas bagi warga. “Pasar Sawahan bukan sekadar tempat berdagang, melainkan wajah baru Desa Kalongan yang kami bangun bersama. Semoga ini menjadi jalan agar perekonomian warga semakin bangkit dan nama desa kami semakin dikenal di mana pun,” ujar Mukhtar Efendi.
Keunikan utama Pasar Sawahan terletak pada sistem pembayarannya yang tidak menggunakan uang kertas maupun uang logam biasa, akan tetapi dengan mata uang khusus berupa kepingan kayu yang disebut “uli”, yang nilainya telah disetarakan terhadap rupiah, di mana sebelum berbelanja, pengunjung wajib menukarkan uang rupiah terlebih dahulu. Konsep ini mengadopsi sistem tukar-menukar barang atau barter sebagaimana dilakukan nenek moyang terdahulu, namun tetap dilengkapi dengan nilai hitung yang disesuaikan dengan masa kini. Pengelola juga menetapkan aturan khas yang wajib dipatuhi seluruh pedagang. Seluruh pedagang diwajibkan mengenakan pakaian tradisional saat melayani pembeli agar suasana pasar masa lalu semakin terasa nyata.
Pasar Sawahan memiliki berbagai jajanan dan makanan tradisional khas seperti rondo gulung dan gemblong menjadi hidangan utama yang diburu pengunjung, yang kemudian diselingi pula dengan aneka hidangan masa kini. Pengunjung pun dapat menikmati permainan-permainan tradisional yang tersedia secara gratis, menambah keseruan berkunjung bersama keluarga maupun anak-anak.
Selain itu, pengelola memberlakukan aturan tegas terkait pelestarian lingkungan sesuai konsep “Go Green.” Seluruh pedagang dilarang menggunakan kemasan plastik untuk barang dagangannya, dan pengunjung yang datang pun dilarang membawa kantong kresek dari rumah. Aturan ini dibuat agar keindahan lingkungan desa tetap terjaga dan tidak tercemar sampah plastik yang merusak pemandangan serta merugikan alam.
Respon masyarakat terhadap penggunaan mata uang uli dinilai sangat baik dan penuh antusias. Banyak pengunjung merasa sistem perdagangan ini memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, sehingga memberikan pengalaman berbelanja yang sangat berbeda dari pasar pada umumnya. Salah satu perwakilan mahasiswa KKN Posko 5 turut menyampaikan kesannya selama mengikuti acara. “Kami merasa senang bisa ikut serta dalam acara pasar sawahan ini, dengan berbagai ciri khas ke-tradisional-an yang melekat, sehingga menjadikan salah satu pengalaman yang baru bisa berbelanja dengan vibes tempo dulu,” ungkap perwakilan mahasiswa tersebut.
Mayoritas pengunjung yang hadir tidak hanya berasal dari warga sekitar, melainkan datang dari berbagai daerah di luar Kalongan. Bahkan, pengelola mencatat adanya kunjungan wisatawan mancanegara dari Malaysia yang sengaja datang untuk melihat dan merasakan keunikan pasar tersebut secara langsung. Mukhtar Efendi selaku pengelola Pasar Sawahan menyampaikan harapannya agar pasar ini terus berkembang dan semakin dikenal luas oleh masyarakat. “Kami berharap Pasar Sawahan dapat menjadi pasar yang selalu dikunjungi wisatawan, sehingga semakin mengangkat nama dan perekonomian Desa Kalongan,” ujarnya.
Mukhtar Efendi juga turut menyampaikan pesan kepada masyarakat yang belum berkesempatan berkunjung agar segera datang merasakan pengalaman berbelanja yang unik dan berkesan. “Bagi yang belum datang, silakan segera hadir dan rasakan keunikannya sendiri. Bagi yang sudah pernah datang, kami harap kembali dengan suasana dan kejutan yang selalu kami perbarui,” pesannya kepada masyarakat luas.

