Daerah Kemayoran: Dari Kawasan Bandara menjadi Kawasan Swasta

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Darrel Neville Budiman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika kita mendengar nama Kemayoran, mungkin yang terlintas di pikiran kita adalah sebuah kawasan di Jakarta yang ramai dengan permukiman, perkantoran, dan berbagai aktivitas masyarakat. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa kawasan ini pernah menjadi lokasi salah satu bandara paling penting dalam sejarah penerbangan Indonesia, yaitu Bandara Kemayoran. Pada masanya, bandara ini menjadi pintu masuk bagi penerbangan internasional dan memiliki peran besar dalam menghubungkan Indonesia dengan dunia luar.
Pada awal beroperasinya, Bandara Kemayoran melayani penerbangan dari berbagai rute internasional. Salah satu perusahaan penerbangan yang beroperasi di sana adalah Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM), perusahaan penerbangan yang beroperasi pada masa Hindia Belanda. Bandara ini juga menjadi tempat kedatangan dan keberangkatan pesawat yang menghubungkan Batavia, nama Jakarta pada masa kolonial, dengan sejumlah wilayah di luar negeri. Keberadaan Bandara Kemayoran pada saat itu menunjukkan bahwa transportasi udara mulai memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat dan berbagai wilayah. Bandara ini bukan hanya digunakan untuk perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari perkembangan teknologi transportasi di Indonesia.
Seiring dengan Perkembangan teknologi yang semakin maju, faktor tersebut juga membuat pesawat berukuran lebih besar mulai digunakan. Sementara itu, pertumbuhan penduduk dan pembangunan kota Jakarta membuat kawasan di sekitar Bandara Kemayoran semakin padat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya bandara baru yang mampu menampung perkembangan penerbangan pada masa berikutnya. Pemerintah kemudian mengembangkan bandara di kawasan Cengkareng, yang sekarang dikenal sebagai Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Perpindahan operasional penerbangan dilakukan karena fasilitas dan kapasitas bandara baru dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan penerbangan yang terus berkembang.
Sejarah Bandara Kemayoran bukan sekadar cerita tentang bandara yang sudah tidak digunakan lagi. Di balik penutupannya, terdapat perjalanan panjang yang menggambarkan perkembangan penerbangan Indonesia, mulai dari masa kolonial, periode perang, hingga perubahan kebutuhan transportasi modern. Bandara ini pernah menjadi gerbang internasional yang menghubungkan Jakarta dengan dunia luar sebelum akhirnya digantikan oleh bandara yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman. Ada banyak perubahan dari waktu ke waktu yang dipengaruhi oleh teknologi, kebutuhan masyarakat, kondisi politik, dan pertumbuhan penduduk. Kemayoran menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah tempat dapat memiliki fungsi yang sangat penting pada suatu masa, kemudian berubah mengikuti kebutuhan zaman.
