Konten dari Pengguna

Dieng: Pesona Alam yang Memikat Wisatawan Lokal dan Mancanegara

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Darrel Neville Budiman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemandangan kawasan dataran Dieng Foto: Oleh Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan kawasan dataran Dieng Foto: Oleh Penulis

Dieng adalah sebuah kawasan dataran tinggi yang terletak pada wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Kawasan Dieng terletak pada dua jajaran pegunungan di sisi utara dan selatan, yang berasal dari aktivitas vulkanik yang sama dan disebut Pegunungan Dieng. Meskipun merupakan kawasan vulkanik, di tempat ini terdapat komplek Candi Hindu kuno, yang diperkirakan berasal dari Abad ke ke-7 hingga ke-8 Masehi. Selain komplek Candi yang megah, di kawasan dataran Dieng, suhu di kawasan tersebut bisa mencapai embun yang membeku menjadi kristal es yang disebut embun beracun.

pemandangan kawasan Dataran Dieng Foto: Oleh Penulis

Secara historial, kata Dieng sering dikaitkan dengan istilah “Di Hyang”, yang berasal dari bahasa Kawi. Istilah tersebut umumnya diartikan sebagai tempat yang berkaitan dengan kediaman para dewa. Dari nama tersebut, dapat dilihat bahwa sejak masa lalu Dieng sudah dianggap sebagai kawasan yang memiliki nilai spiritual dan keagamaan bagi masyarakat. Dijuluki sebagai "Negeri di Atas Awan", kawasan ini memanjakan mata dengan hamparan permadani hijau yang diselimuti kabut tipis, di mana kawah-kawah aktif yang mengepul berdampingan harmonis dengan telaga berwarna-warni yang tenang.

Selain kawasan alam yang sangat memukau, terdapat kawasan komplek Candi Hindu yang diduga berasal dari era Kerajaan Mataram kuno, dan menjadi salah satu peninggalan komplek kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa. Kawasan Candi yang terletak di kawasan dataran Dieng bukan hanya sekedar tempat tinggal bagi masyarakat Mataram Kuno, melainkan sebagai kawasan keagamaan dan spiritual. keberadaan Candi di kawasan dataran Dieng menjadi bukti penting bagi arkeologi untuk mempelajari bagaimana kehidupan masyarakat di era kerajaan Mataram Kuno pada Abad ke-7 hingga ke-8 Masehi.

Pemandangan kawasan dataran Dieng Foto: Oleh Penulis

Namun, Dieng bukan hanya sekedar tempat yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang kental. Tempat tersebut juga dikenal dan terus berkembang sebagai kawasan budidaya dan pariwisata. Salah satu komoditas yang sering dilakukan oleh masyarakat sekitar yakni kentang. Karena pelestariannya, kawasan dataran Dieng kemudian mulai dikenal oleh masyarakat luas. Baik wisatawan lokal maupun wisatawan Mancanegara, kawasan tersebut menjadi salah satu tempat destinasi wisata alam yang memiliki pemandangan yang sangat indah untuk menikmati liburan.

Pemandangan Kawasan Dataran Dieng Foto: Oleh Penulis

Sebagai tempat wisata alam, Dataran Dieng juga memberikan kita gambaran bagaimana kekayaan alam dan nilai-nilai wisata dapat berjalan dengan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, perkembangan Dieng sampai sekarang tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang yang sudah berlangsung sejak masa Jawa Kuno hingga kehidupan masyarakat modern saat ini. Perkembangan kawasan dataran Dieng mungkin memberikan manfaat sebagai tempat wisata bagi masyarakat. Namun, dari tempat tersebut, diperlukan adanya gerakan oleh masyarakat untuk menjaga kawasan tersebut agar kekayaan alam dan nilai kebudayaan dapat terjaga.