Jejak Sejarah Bandara Kemayoran: Dari Kawasan Bandara Menjadi Kawasan Swasta

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Darrel Neville Budiman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemayoran, mungkin yang terlintas di pikiran kita adalah sebuah kawasan di Jakarta yang ramai dengan permukiman, perkantoran, dan berbagai aktivitas masyarakat. Namun, jauh sebelum kawasan kemayoran dibangun, ada satu tempat yang pernah menjadi kebanggaan Indonesia, yaitu bandara Kemayoran. Bandara Kemayoran mulai dibangun pada tahun 1934 oleh pemerintah kolonial Belanda. Setelah melalui proses pembangunan selama beberapa tahun, bandara ini resmi dibuka pada 8 Juli 1940. Sebelumnya, pesawat sudah mulai mendarat di lokasi tersebut pada 6 Juli 1940. Kehadiran Bandara Kemayoran menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan dunia penerbangan di Indonesia, terutama karena bandara ini menjadi bandara pertama di Indonesia yang dibuka untuk penerbangan internasional terjadwal.
Pada awal beroperasinya, Bandara Kemayoran melayani penerbangan dari berbagai rute internasional. Salah satu perusahaan penerbangan yang beroperasi di sana adalah Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM), perusahaan penerbangan yang beroperasi pada masa Hindia Belanda. Bandara ini juga menjadi tempat kedatangan dan keberangkatan pesawat yang menghubungkan Batavia, dengan sejumlah wilayah di luar negeri. Keberadaan Bandara Kemayoran pada saat itu menunjukkan bahwa transportasi udara mulai memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat dan berbagai wilayah.
Perjalanan Bandara Kemayoran tidak selalu berjalan dengan lancar. Ketika Perang Dunia II meluas ke kawasan Asia Pasifik, aktivitas bandara ini ikut terdampak oleh situasi perang. Pada tahun 1942, sejumlah pesawat di Kemayoran terkena serangan Jepang. Kondisi tersebut membuat aktivitas penerbangan mengalami perubahan dan sebagian pesawat harus dipindahkan ke Australia. Ketika Jepang menguasai Indonesia, penggunaan bandara juga berubah mengikuti kebutuhan militer. Setelah Jepang menyerah, pesawat-pesawat Sekutu kembali menggunakan kawasan tersebut.
Meskipun sudah tidak beroperasi sebagai bandara, sejarah Kemayoran tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Jakarta. Kawasan yang dahulu digunakan untuk aktivitas penerbangan kini telah mengalami banyak perubahan dan berkembang menjadi kawasan perkotaan dan komplek perumahan. Namun, perubahan tersebut tidak menghilangkan arti penting Bandara Kemayoran sebagai salah satu saksi perkembangan transportasi udara di Indonesia. Mempelajari sejarah Bandara Kemayoran juga membuat kita memahami bahwa perkembangan sebuah kota tidak terjadi begitu saja. Ada banyak perubahan dari waktu ke waktu yang dipengaruhi oleh teknologi, kebutuhan masyarakat, kondisi politik, dan pertumbuhan penduduk.
Sejarah Bandara Kemayoran bukan sekadar cerita tentang bandara yang sudah tidak digunakan lagi. Di balik penutupannya, terdapat perjalanan panjang yang menggambarkan perkembangan penerbangan Indonesia, mulai dari masa kolonial, periode perang, hingga perubahan kebutuhan transportasi modern. Bandara ini pernah menjadi gerbang internasional yang menghubungkan Jakarta dengan dunia luar sebelum akhirnya digantikan oleh bandara yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.Bagi generasi muda, mengenal sejarah Bandara Kemayoran merupakan salah satu cara untuk memahami perubahan kota Jakarta dan perkembangan Indonesia.
