Konten dari Pengguna

Rotterdam: Kota Ilmu yang Melahirkan Pemikiran Mohammad Hatta

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Darrel Neville Budiman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh penulis
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh penulis

Rotterdam adalah sebuah kota besar di Belanda yang terbelah menjadi dua, utara dan selatan oleh sungai Nieuwe Maas. Rotterdam termasuk kawasan dataran rendah Belanda dan sebagian wilayahnya berada sangat dekat dengan atau di bawah permukaan laut. Meskipun seluas Amsterdam, Rotterdam memiliki keunikan tersendiri, yakni separuh dari populasinya berlatar belakang asing. Kota ini memadukan suasana sejarah dan arsitektur yang kental dengan semangat akademis yang kuat, menjadikannya salah satu pusat ilmu pengetahuan di Eropa.

Bagi masyarakat Indonesia, nama Rotterdam selalu punya kaitan erat dengan sosok pahlawan Indonesia Mohammad Hatta. Di kota inilah, Mohammad Hatta muda menimba ilmu ekonomi. Ia menghabiskan waktu berjam-jam di Universitas, mempelajari detail ekonomi, dan bergabung dengan Indische Vereniging, sebuah organisasi mahasiswa Hindia Belanda di Belanda yang kemudian berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia. Dengan bergabungnya Mohammad Hatta ke Perhimpunan Indonesia, ia memberikan banyak komentar dan banyak ulasan di media massa tentang Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Namun, Rotterdam bukan hanya sekadar tempat kuliah bagi Mohammad Hatta. Kota ini menjadi ruang perjumpaan lintas budaya. Mohammad hatta bergaul dengan mahasiswa dari berbagai daerah Indonesia, berdiskusi tentang budaya, hingga masa depan Indonesia. Berkat dari diskusi dengan mahasiswa lainnya, Mohammad Hatta berhasil menjadi pemimpin PI. Ia kemudian memperkenalkan persoalan Indonesia kepada dunia, dan membawa pidato "Indonesia Merdeka" di hadapan para pejabat Belanda yang menjelaskan keyakinannya mengenai hak bangsa Indonesia untuk merdeka.

Foto oleh penulis

Kini, ketika nama Rotterdam disebut, masyarakat Indonesia tidak hanya mengingat sebagai kota modern dengan pelabuhan besar, gedung-gedung tinggi, dan kehidupan internasional yang sibuk . Ada satu nama yang melekat kuat: Mohammad Hatta. Kota ini telah menjadi bagian penting dari perjalanan anak bangsa menjadi seorang pemikir, aktivis, dan akhirnya menjadi salah satu pendiri bangsa Indonesia, sekaligus meninggalkan jejak kepemimpinan di tanah Eropa. Ia tidak membawa pulang ijazah dari Belanda. Ia membawa pengalaman bertahun-tahun berorganisasi dan sebuah keyakinan bahwa kemerdekaan Indonesia harus diperjuangkan.

Pada akhirnya, kisah Mohammad Hatta di Rotterdam tetap relevan bagi generasi muda saat ini. Banyak mahasiswa Indonesia yang berkesempatan belajar di luar negeri. Dari kisah Mohammad Hatta, kita belajar bahwa meskipun sedang menimba ilmu di tanah rantau, pada akhirnya tetap tidak lupa dengan tanah air. Rotterdam mungkin hanya satu-satunya tempat yang ia singgahi dalam hidupnya. Tetapi dari kota itu, ia membawa gagasan yang jauh lebih besar daripada ilmu pengetahuan, yakni gagasan tentang Indonesia yang merdeka.