Konten dari Pengguna

Mencapai Wajah Baru Bundaran Kelapa Gading: Kendala Lalu Lintas Sementara

Darren Surya

Darren Surya

Mahasiswa aktif Universitas Bunda Mulia

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Darren Surya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warga dan pengendara diuji kesabarannya saat jam sibuk akibat proyek renovasi.

Bundaran Kelapa Gading (1/10/2026). Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Bundaran Kelapa Gading (1/10/2026). Foto: Dok. Pribadi

Pada 22 September 2026, Bundaran Kelapa Gading akhirnya direnovasi untuk mengganti struktur aspal lama dengan beton bertulang yang lebih tahan lama. Namun, proyek ini berdampak langsung pada kemacetan, di mana arus lalu lintas di kawasan Boulevard hingga Bundaran Kelapa Gading menjadi jauh lebih padat dibanding sebelumnya. Warga dan pengendara pun harus melewati proses yang melatih kesabaran dalam menghadapi kemacetan yang jauh lebih padat dari biasanya, terutama di jam-jam tertentu demi mencapai infrastruktur jalan yang lebih baik di masa depan.

Menanggapi kemacetan tersebut, Kanit Lantas Kelapa Gading, AKP Teguh Wibowo, S.H., mengatakan bahwa pihak kepolisian telah menerapkan strategi rekayasa lalu lintas yang berbasis oleh skala prioritas di titik-titik krusial seperti kawasan Mall Of Indonesia (MOI) dan Mal Kelapa Gading (MKG). "Arusnya harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti, kita lihat kondisi yang membutuhkan prioritas dari kami" ujar AKP Teguh saat ditanya mengenai pengalihan arus di lapangan.

Kendala yang paling terasa adalah peningkatan keparahan kemacetan, terutama di arus yang mengarah ke Boulevard Selatan yang juga sedang mengalami renovasi, terutama saat jam-jam pulang kerja. Aktivitas mobilitas harian para pengendara dan warga yang melintasi koridor utama Kelapa Gading mendadak lumpuh lebih lama akibat penyempitan lajur. Kendaraan roda empat maupun sepeda motor harus tertahan dalam antrean panjang yang mengular, membuat waktu perjalanan warga menjadi jauh lebih melelahkan dibanding hari-hari biasa sebelum proyek ini dimulai.

Di balik kemacetan dan kepenatan di jalan raya, aktivitas sehari-hari warga dan tempat usaha di sekitar Kelapa Gading tetap berjalan seperti biasa. Sebagai salah satu kawasan pusat kuliner dan komersial yang ramai di Jakarta Utara, lingkungan sekitar bundaran ini sebenarnya sangat menantikan hasil akhir dari perbaikan jalan tersebut. Pada akhirnya, warga dan para pengendara harus sedikit lebih banyak bersabar menghadapi situasi saat ini, demi bisa menikmati mulusnya jalanan dan enaknya berkendara di masa mendatang.