Konten dari Pengguna

Kenali Gejala Serangan Hama Sejak Dini, Selamatkan Panen Anda!

Daru Kartiko Aji

Daru Kartiko Aji

Daru Kartiko Aji (23 tahun). Lulusan Sarjana Terapan Bisnis di IPB University dengan keahlian di manajemen proyek & strategis pemasaran, serta fokus menciptakan solusi inovatif di sektor pertanian berkelanjutan.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Daru Kartiko Aji tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengecekan lahan padi, Subang, Rabu (17/09/2025). Foto: Dok. Yayasan Edufarmers
zoom-in-whitePerbesar
Pengecekan lahan padi, Subang, Rabu (17/09/2025). Foto: Dok. Yayasan Edufarmers

Deteksi dini hama adalah kunci utama dalam melindungi tanaman untuk hasil panen yang maksimal. Petani bisa mencegah kerugian besar dengan pemantauan rutin dan penggunaan insektisida tepat. Tanaman yang sudah dipupuk dan disiram dengan baik seringkali tetap tidak tumbuih maksimal. Salah satu penyebab utamanya adalah serangan hama yang tidak terdeteksi sejak awal. Padahal, pengamatan rutin dapat membantu petani melakukan deteksi dini hama, sehingga kerusakan tidak meluas dan hasil panen tetap terjaga.

Pentingnya Deteksi Dini Serangan Hama

Hama tanaman padi, Subang, Rabu (17/09/2025). Foto: Dok. Yayasan Edufarmers

Ketika serangan hama dikenali lebih cepat oleh petani, pengendaliannya akan jauh lebih mudah dan efektif. Hal ini bukan hanya mengurangi kerugian, tetapi juga menjaga kesehatan tanaman dalam jangka panjang. Beberapa gejala awal serangan hama yang perlu diwaspadai oleh petani, antara lain:

  1. Wereng Cokelat, ditandai dengan daun pada rumpun padi mulai berubah warna menjadi kuning kecokelatan

  2. Penggerek Batang, ditandai dengan adanya belahan kecil pada batang tanaman padi yang memotong bagian tengah anakan

  3. Ulat Grayak, ditandai dengan adanya lubang-lubang halus pada daun seperti layaknya jendela

Langkah Penting yang Harus Dilakukan Petani

Tanaman yang kita rawat ibarat “anak sendiri”, butuh perhatian sejak dini agar tumbuh sehat dan kuat. Maka dari itu, petani perlu melakukan langkah sederhana, namun sangat penting dlakukan agar pengendalian hama dapat diberantas secara tuntus.

  • Pantau tanaman secara rutin setiap 3–5 hari

Jangan menunggu sampai muncul kerusakan parah pada setiap tanaman yang terserang hama. Dengan rutin turun ke lahan dan melihat kondisi daun, batang, maupun akar, petani bisa mengenali tanda-tanda awal serangan hama atau penyakit.

  • Kenali hama utama di wilayah masing-masing

Setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda-beda. Dengan memahami jenis hama yang dominan di daerah masing-masing, petani bisa lebih siap melakukan pengecekan maupun pengendalian tepat untuk memberantas hama yang sering terjadi di derah tersebut.

  • Ambil tindakan cepat sebelum populasi hama meningkat

Jangan biarkan hama berkembang biak terlalu lama. Jika sudah terlihat gejala awal, segera lakukan tindakan pengendalian baik secara mekanis, biologis, maupun kimiawi dengan menggunakan insektisida yang tepat dan bijak.

Solusi Perlindungan Tanaman dengan Insektisida Tepat dari Benih Berkah Berseri

Petani dengan produk Ashiap 50SC, Subang, Rabu (17/09/2025). Foto: Dok. Benih Berkah Berseri

Selain langkah preventif, seperti pemantauan rutin dan pengenalan gejala, penggunaan pestisida insektisida yang tepat juga merupakan senjata utama untuk menjaga tanaman tetap sehat. Dengan perlindungan yang sesuai, petani bisa mencegah kerugian besar sekaligus meningkatkan peluang panen yang maksimal.

Produk insektisida dari Benih Berkah Berseri (BBB) hadir sebagai solusi terbaik dan terbukti efektif di lapangan dari para petani yang telah merasakan manfaatnya di lapangan. Kenali insektisida terbaik dari Benih Berkah Berseri (BBB) untuk memberantas tuntas hama di lahan petani.

  • Radigen 50SC

Radigen 50SC dikenal sebagai insektisida sistemik dan kontak dengan bahan aktif Fipronil (fipronil) 50 g/l yang mampu menekan populasi wereng cokelat dan penggerek batang padi. Dengan kerja yang cepat dan efektif, Radigen membantu melindungi tanaman sejak fase awal pertumbuhan

  • Ashiap 18EC

Ashiap 18EC dikenal sebagai insektisida kontak dengan bahan aktif Abamectin 18 g/l sangat baik dalam mengendalikan hama penghisap polong dan rayap tanah. Dengan cara kerja yang merusak sistem saraf hama, Ashiap membuat hama berhenti makan dan akhirnya mati, sehingga populasi tidak sempat berkembang lebih luas.

  • Emasol 30EC

Emasol 30EC dikenal sebagai insektisida kontak dengan bahan aktif Emamektin Benzoate 30 g/l sangat efektif melawan hama penggerek polong dan ulat perusak daun. Keunggulannya adalah daya kerja yang cepat, selektif terhadap hama sasaran, serta membantu menjaga kualitas hasil panen tetap optimal.

Hama memang tidak bisa dihindari, tetapi kerugian bisa dicegah. Kuncinya ada pada deteksi dini, pemantauan rutin, dan perlindungan dengan insektisida tepat. Dengan langkah ini, petani bisa menjaga tanamannya tetap sehat hingga panen tiba. Ingat, satu langkah cepat di awal bisa menyelamatkan hasil berbulan-bulan dari setiap kerja keras yang telah petani lakukan. Gunakan Emasol 50SC, Radigen 18EC, dan Ashiap 30EC dari Benih Berkah Berseri (BBB) untuk tanaman yang produktif dan hasil panen maksimal!