Pencarian populer

Gempa 6,6 Magnitudo Guncang Australia, Terasa hingga Indonesia

Seismograf, alat ukur gempa bumi. Foto: Thinkstock/Petrovich9

Sekitar pukul 12.39 WIB, wilayah Australia Barat diguncang gempa tektonik, Minggu (14/7). Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki kekuatan 6,6 magnitudo.

Episenter terletak pada koordinat 18,24 LS dan 120,3 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 878 kilometer arah selatan Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 10 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang diduga kuat akibat aktivitas sesar aktif di “Inner Shelf fault zone” yang membentang Barat Daya-Timur Laut di lepas pantai Broome, Australia Barat.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault).

Gempa Australia ini tercatat dengan baik pada sensor seismik BMKG, seperti: PLAI (Plampang) pukul 12.41.42 WIB; WBSI (Waikabubak) pukul 12.41.26 WIB; WSI (Waingapu) pukul 12.41.27 WIB; KLNI (Lombok) 12.41.52 WIB; dan BATI (Kupang) pukul 12.41.30 WIB.

Ilustrasi gempa tektonik 6,6 magnitudo yang mengguncang Australia. Foto: Pribadi

Gempa berkekuatan 6,6 magnitudo ini melanda pantai Broome dengan getaran yang dirasakan hingga mencapai Kota Perth di Australia barat. Gempa ini sangat menarik perhatian karena guncangannya juga dirasakan hingga wilayah Indonesia. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Australia Barat ini tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan laporan masyarakat guncangan gempa ini dirasakan di Waingapu, Sumbawa, Bima dalam skala intensitas III MMI dan Mataram II MMI. Guncangan gempa dirasakan warga seperti ada truk besar yang lewat. Warga sempat berlarian keluar rumah karena panik, kemarin pagi dini hari di wilayah ini juga diguncang gempa signifikan.

Banyak pihak yang bertanya mengapa gempa di Benua Australia ini dirasakan hingga Waingapu dan Mataram. Hal ini dapat dijelaskan bahwa jika dilihat fase penjalaran gelombang permukaannya (surface wave) tiba di Mataram sekitar lima hingga enam menit setelah terjadi gempa.

Sementara, menurut laporan warga Mataram merasakan guncangan sekitar pukul 12.42 hingga 12.45 WIB, maka cocok dengan waktu tiba surface wave di Mataram. Hingga pukul 13.04 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).***

Jakarta 14 Juli 2019

Kepala Bidang Informasi gempabumi dan Peringatan Dini tsunami BMKG.

Dr. DARYONO

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.64