5 Hewan yang Memiliki Kemampuan Indra Keenam

Menyajikan sisi unik dunia binatang, menjelajah ke semesta eksotisme lain margasatwa
Tulisan dari Dasar Binatang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Aristoteles, salah satu filsuf terkenal dalam sejarah peradaban manusia adalah orang pertama yang mengkategorikan indra manusia menjadi lima, meliputi penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa, dan penciuman.
Namun, jika Aristoteles membuat daftar indra yang dimiliki hewan, itu akan menjadi lebih panjang. Beberapa hewan ditemukan dianugerahi kemampuan indra tambahan yang memungkian untuk memahami dunia dengan cara yang tidak mampu dibayangkan oleh manusia. Melansir Treehugger, berikut 5 hewan yang memiliki indra keenam.
Laba-laba
Semua laba-laba memiliki organ unik disebut slit sensilla, yang memungkinkan laba-laba merasakan tekanan mekanis hingga kekuatan sangat kecil pada kerangka luarnya. Melalui indra keenam ini, laba-laba mampu mengidentifikasi ukuran, berat, bahkan makhluk yang terperangkap di jaringnya. Selain itu, kemampuan tersebut membantu membedakan antara gerakan serangga dan gerakan angin, atau bahkan sehelai rumput ketika bergerak melintasi jaring.
Burung Merpati
Beberapa spesies burung migran dianugerahi kapabilitas dalam mendeteksi medan magnet bumi, kemampuan serupa kompas dalam menavigasi jarak yang sangat jauh. Indra ini disebut dengan magnetoreception. Hanya sedikit burung yang menguasainya dengan baik, salah satunya adalah merpati.
Terdapat struktur yang mengandung besi pada paruh burung merpati. Paruh besi tersusun dalam pola tiga dimensi rumit. Ini memungkinkan merpati memiliki rasa orientasi spasial yang tajam, sehingga dapat mengidentifikasi posisi geografis dimana merpati berada.
Ikan Hiu
Ikan hiu dapat mendeteksi medan listrik di sekitarnya melalui kemampuan electroreception yang dimiliki. Pada ikan hiu martil yang memiliki bentuk kepala aneh, ternyata dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan ini.
Air asin adalah perantara listrik yang baik. Ikan hiu dapat mendeteksi kehadiran mangsa hanya dengan mengandalkan muatan listrik yang dipancarkan oleh ikan lain saat mengerutkan ototnya.
Penginderaannya sangat sensitif, sehingga beberapa hiu dapat melihat perubahan arus listrik dari dua baterai AA yang terhubung dengan jarak 1.000 mil jauhnya, bahkan jika salah satu energi baterai telah habis.
Penyu
Penyu mampu mengingat pantai dimana tempatnya dilahirkan, dan akan kembali setelah waktu yang lama menjelajahi lautan. Seperti banyak hewan yang bermigrasi, penyu mencapai prestasi ini dengan mengukur medan magnet bumi.
Namun, kemampuannya tidak dapat menjelaskan defleksi dari arus laut. Arus kuat di lautan membuat penyu seakan-akan hilang arah dan tujuan. Meskipun belum dapat dibuktikan dengan pasti, beberapa menduga, justru kekurangannya itu berakibat pada umur panjang yang dimiliki.
Ular Pit Berbisa
Salah satu anggota keluarga dari ular paling berbisa ini sangat mudah diidentifikasi dengan ciri fisik lubang yang dalam di antara lubang hidung dan mata. Lubang-lubang ini sebenarnya adalah organ pengindraan panas yang memungkinkan ular melihat dengan inframerah, indra keenam yang tidak ternilai bagi predator yang sering berburu di malam hari. Indra itu sangat sensitif, sehingga ular pit dapat mendeteksi mangsanya dan menilai jarak secara akurat.
