Ada Kartunnya, Ternyata Ini Rupa Asli Tasmanian Devil

Menyajikan sisi unik dunia binatang, menjelajah ke semesta eksotisme lain margasatwa
Tulisan dari Dasar Binatang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tasmanian Devil atau Setan Tasmania, nama yang terbilang 'menyeramkan' untuk hewan. Mamalia yang satu ini terkenal dengan bulu warna cokelat atau hitam. Sebagian besar, tasmanian devil memiliki garis putih atau bercak di dada serta bintik-bintik terang di sisi atau ujung belakang. Sementara itu, kaki depannya lebih panjang dari kaki belakang.
Ditemukan di Australia, Tasmanian Devil berada di negara bagian pulau Tasmania.
Tasmanian Devil adalah marsupial karnivora terbesar di dunia yang memiliki rata-rata panjang 30 inci dan berat mencapai 26 pound. Meski begitu, ukurannya akan bervariasi tergantung lingkungan dan ketersediaan makanan.
Kepala Tasmanian devil yang besar memiliki gigi-gigi tajam dan rahang yang kuat, sehingga membuat gigitannya jadi yang terkuat dari mamalia lainnya. Rahang Tasmanian devil bisa terbuka hingga 75-80 derajat.
Sesuai namanya, Tasmanian Devil akan jadi 'menyeramkan' ketika merasa terancam oleh predator, berjuang untuk kawin, atau mempertahankan makanan. Para pemukim Eropa menjuluki 'setan' karena menyaksikan gigi-giginya dan geraman yang mengerikan.
Namun di balik itu, perilaku Tasmanian Devil yang terlihat agresif sebenarnya dipengaruhi oleh rasa takut.
Untuk diketahui, Tasmanian Devil adalah soliter dan nokturnal. Mereka menghabiskan hari-hari mereka sendirian di gua atau lubang lalu muncul di malam hari untuk makan.
Memiliki penglihatan yang baik dan fitur kumis panjang, mereka mampu menghindar dari predator dan menemukan mangsa atau bangkai.
Tasmanian Devil bertahan hidup dengan memangsa katak, burung, ikan, dan serangga. Demi mendapatkan makanan, mereka akan berburu dan mengais-ngais makanan, serta tak jarang memakan bangkai bersama-sama. Mereka akan makan apa pun dan menjadi rakus memakan segalanya termasuk rambut, organ, dan tulang.
Sedihnya, Tasmanian Devil dinyatakan hampir punah. Akhir tahun 1990, penyakit tumor muka membuat populasi Tasmanian Devil berkurang. Untuk itu, Tasmanian devil jadi spesies yang dilindungi.
