Eksperimen Berkebun: Cangkang Telur sebagai Pot Mini Tanaman

Menyajikan sisi unik dunia binatang, menjelajah ke semesta eksotisme lain margasatwa
Konten dari Pengguna
17 November 2020 15:18
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Dasar Binatang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tanaman dengan Cangkang Telur. Foto: Youtube/Learn to Grow
zoom-in-whitePerbesar
Tanaman dengan Cangkang Telur. Foto: Youtube/Learn to Grow
ADVERTISEMENT
Telur merupakan makanan favorit bagi hampir semua orang. Cangkang telur yang sering kali dibuang ternyata memiliki manfaat yang tak terduga untuk berkebun. Anda dapat mencoba membuat kebun mini tanpa limbah. Kegiatan ini tentunya mendidik dan menyenangkan, serta menciptakan pemandangan hijau di rumah. Discovery.com memberikan tips bagaimana cangkang telur dapat disulap menjadi pot tanaman.
ADVERTISEMENT

Langkah pertama: Persiapan

Setelah menggunakan telur, pastikan untuk mencuci sisa-sisa telur dengan air. Usahakan cangkang telur jangan rusak lebih dari setengah sebagai pengganti pot tanaman. Anda dapat mengumpulkan cangkang dari waktu ke waktu dengan meletakkan cangkang bersih dan kering di atas karton telur lalu dimasukkan ke dalam lemari kulkas hingga siap digunakan.
Pada langkah ini, kumpulkan juga bahan lainnya, seperti karton telur sebagai tempat cangkang, tentunya cangkang telur itu sendiri, tanah, biji, sendok untuk meletakkan tanah dan membersihkan kotoran, dan botol semprot kecil untuk menyiram tanaman.
Jika cangkang ingin dihias, Anda harus melakukannya setelah mencuci dan sebelum meletakkan tanah pada cangkang. Spidol permanen dapat memberi label atau tanda setiap bibit pada cangkang. Selain itu, label dekoratif hasil karya sendiri menambah penampilan cangkang menjadi terlihat lebih berseni.
ADVERTISEMENT

Langkah kedua: Tanah

Memasukkan Tanah ke dalam Cangkang Telur. Foto: Youtube/HGTV Handmade
zoom-in-whitePerbesar
Memasukkan Tanah ke dalam Cangkang Telur. Foto: Youtube/HGTV Handmade
Gunakan sendok untuk menambahkan tanah dengan hati-hati ke bagian dalam kulit telur. Cobalah untuk memastikan tanah hampir memenuhi telur, namun tinggalkan sedikit ruangan pada cangkang. Basahi tanah agar lembab tetapi jangan terlalu basah dengan botol semprotan.
Harap berhati-hati agar bibit tidak terlalu banyak saat tumbuh karena cangkang telur berdiri sendiri dan tidak ada drainase untuk tambahan air. Menggunakan botol semprotan membantu mencegah kejenuhan berlebihan, yang dapat menenggelamkan dan mencekik akar baru.

Langkah ketiga: Biji

Jika Anda baru pertama kali berkebun, tanaman herba yang sehat dapat menjadi pilihan terbaik, seperti basil, ketumbar, dan mint. Letakkan dua hingga tiga biji per cangkang. Setelah benih ditambahkan, taburi setiap kulit telur dengan sedikit tanah sesuai kebutuhan. Tambahkan sedikit tanah lagi jika perlu agar membuat bagian atas menjadi lebih lembab.
ADVERTISEMENT

Langkah keempat: Merawat

Letakkan cangkang yang telah terisi tanah dan bibit di atas karton telur atau bidang lainnya yang memungkinkan cangkang dapat berdiri seimbang. Lalu tinggalkan di pinggir jendela yang terkena sinar matahari. Sirami seperlunya, biasanya dua hari sekali, agar tanah tetap sedikit basah tetapi jangan sampai menjadi basah kuyup.

Langkah kelima: Pertumbuhan dan transplantasi

Saat bibit telah muncul tunas, tumbuhan akan mengerumuni satu sama lain. Gunakan gunting untuk memangkas semai yang terlalu panjang atau lebat dan hampir menyentuh tanah. Hindari mencabut tanaman karena dapat mengganggu tanah dan merusak akarnya.
Periksa bibit sesering mungkin. Benih pertama kali tumbuh sebagai akar. Selanjutnya, tunas hijau akan tumbuh dengan satu atau dua daun saat akarnya berkembang. Setelah daun-daun pertama tumbuh, rangkaian daun berikutnya akan muncul. Pada fase inilah bibit siap untuk dipindahkan ke wadah yang lebih besar.
ADVERTISEMENT
Buat lubang di bagian bawah kulit telur dengan ketukan lembut agar tidak seluruhnya pecah dan letakkan dengan utuh di pot yang telah disiapkan. Jangan khawatir tentang cangkang telur! Ini akan terurai dari waktu ke waktu dan memberikan nutrisi tambahan untuk tanaman. Selamat mencoba!
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020