Konten dari Pengguna

Fakta Menarik Kucing Emas yang Langka dan Terancam Punah

Dasar Binatang

Dasar Binatang

Menyajikan sisi unik dunia binatang, menjelajah ke semesta eksotisme lain margasatwa

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dasar Binatang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asian Golden Cat. Foto: Capture Youtube BRIEFLY
zoom-in-whitePerbesar
Asian Golden Cat. Foto: Capture Youtube BRIEFLY

Beberapa waktu lalu, kucing emas sempat membuat geger. Hal itu dikarenakan adanya seekor kucing emas yang terkena perangkap babi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kucing emas pun langsung menjadi sorotan, pasalnya spesies ini terbilang langka dan sangat sulit ditemui saat ini.

Memiliki nama latin catopuma temminicki, kucing emas tersebar di daerah Tibet, Nepal, Cina, Burma, Thailand sampai Indocina, Malaysia, Sumatera, dan juga Afrika. Habitat kucing emas biasanya berada di hutan diselingi daerah berbatu, juga ditemukan di hutan hujan tropis yang hijau dan subtropis.

Nama kucing emas sendiri dipakai untuk menghormati ahli zoologi Belanda Coenraad Jacob Temminck, yang pertama kali menjelaskan kucing emas Afrika tahun 1827.

Mamalia yang satu ini berasal dari famili felidae dan genus profelis. Famili felidae adalah bangsa carnivora yang membutuhkan diet daging dan organ untuk bertahan hidup. Dengan begitu, kucing emas masih satu famili dengan harimau, singa, macan tutul, jaguar, cheetah, dan puma. Kucing emas termasuk dalam jenis kucing hutan yang umumnya hidup liar di hutan.

Melihat dari familinya, karakteristik kucing emas adalah hewan norkturnal. Selain itu, kucing emas dikenal sebagai pemanjat yang tangkas saat waktu-waktu yang diperlukan.

Mangsa dari kucing emas adalah hewan-hewan lebih kecil dari ukuran tubuhnya seperti tupai, ular kecil, tikus, burung, reptil, dan kelinci.

video youtube embed

Ukuran tubuh kucing emas terbilang besar daripada kucing lainnya, bahkan kerap dikira anak harimau jika dilihat sekilas. Umumnya kucing emas memiliki panjang tubuh 116 hingga 161 cm. Sementara ekornya sendiri biasa mencapai setengah dari panjang tubuhnya. Untuk berat kucing emas berkisar di antara 12 sampai 15 kg.

Warna bulu dari kucing emas bervariatif seperti kecoklatan, hitam, merah rubah, dan abu-abu. Sementara untuk kucing emas asia, terdapat ciri khas warna garis putih dan hitam memanjang dari mata hingga leher. Sedangkan warna putih menghiasi bagian bawah perut, kaki bagian dalam, dan bawa ekor.

Masa kehamilan kucing emas adalah 75 sampai 80 hari, yang mana anaknya bisa mencapai berat 20 gram.

Sayangnya, kucing emas terancam punah karena berbagai faktor seperti hilangnya habitat asli, alih fungsi lahan, hingga adanya perburuan liar.