Tekno & Sains
·
16 September 2020 14:00

Fakta Warna Pelangi Sotong Flamboyan

Konten ini diproduksi oleh
Fakta Warna Pelangi Sotong Flamboyan (33816)
Sotong Flamboyan. Foto: Screen Youtube Monterey Bay Aquarium
Sotong flamboyan memiliki warna-warni mencolok yang cantik. Hewan yang memiliki nama ilmiah Metasepia pfefferi ini cenderung berwarna ungu dan kuning cerah. Meskipun begitu, penelitian menunjukkan bahwa sotong flamboyan menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah tumpukan lumpur. Berdasarkan Science News, berikut fakta tentang warna pelangi sotong flamboyan yang digunakan untuk bertahan hidup.
ADVERTISEMENT
Roger Hanlon, seorang ahli biologi kelautan dari Marine Biological Laboratory di Woods Hole, Massachusetts, Amerika Serikat, mengatakan, bahwa sotong flamboyan memiliki kamuflase yang luar biasa. Struktur pada kulit memungkinkan hewan untuk langsung berubah menjadi pola yang mencolok, serta berbaur dengan lingkungan sekitar.
Penelitian ini dilakukan di lepas pantai Sulawesi Utara dengan mengadakan dua kali studi lapangan pada tahun 2002 dan 2019. Misi tersebut mengamati perkawinan, perilaku, dan pertahanan yang dilakukan hewan di waktu senggang. Hanlon dan Gwendolyn McManus dari Northeastern University di Boston, Amerika Serikat, memaparkan hasilnya dalam August Journal of Experimental Marine Biology and Ecology.
Spesies soliter ini terlihat bersembunyi perlahan-lahan di dasar laut yang penuh dengan lumpur, pasir, dan diantara karang, untuk mencari makan.
ADVERTISEMENT

“Ini seperti pemandangan di bulan atau gurun,” kata Hanlon.

Video
Tekstur spesies sotong flamboyan dapat menyamar di antara bongkahan pasir dan batu. Seperti cumi, sotong menghabiskan sebagian besar waktunya dalam penyamaran untuk membingungkan pemangsa, kawin dengan pasangan, bahkan bertengkar dengan saingan.
Saat terancam, sotong pelangi akan menunjukkan warnanya untuk menakut-nakuti pemangsa, terkadang dalam waktu yang sangat singkat, 700 milidetik. Selanjutnya, sotong akan menunjukkan perilaku pertahanan lainnya, seperti menembakkan tinta dan kembali berkamuflase hingga musuh pergi.
Warna cantiknya juga digunakan jantan untuk menarik perhatian betina. Setelah melihat betina dari kejauhan, jantan akan memamerkan warna-warna cerah dan menggoyangkan garis-garis mantelnya. Para peneliti menemukan dua macam gerakan selama musim kawin, seperti melambaikan tentakel dan mencium tentakel wanita.
ADVERTISEMENT
Tak hanya manusia, cinta segitiga juga terjadi pada sotong flamboyan. Terkadang jantan harus bertengkar dengan jantan lainnya untuk mempertahankan pujaan hatinya. Dalam pertengkaran tersebut, warna tubuh jantan akan terbagi menjadi dua. Sisi yang menghadap betina menonjolkan motif cerah, sedangkan sisi yang menghadap lawannya memiliki pola putih agresif.
Perjuangan jantan terkadang tidak sampai disini, betina pemilih tidak akan peduli seberapa menawan pertunjukkan yang diperlihatkan oleh jantan. Dari 108 godaan jantan, hanya 20 yang berhasil menarik perhatian betina. Penemuan tersebut mengisyaratkan, semakin jantan gigih berusaha untuk menarik perhatian betina, maka peluang mendapatkannya juga akan semakin besar.
Pengamatan lapangan terbaru yang melihat perilaku sotong, sedikit berbeda dengan penelitian sebelumnya. Hasil saat ini menyimpulkan, sotong mungkin mengubah perilakunya menjadi pemalu dan bersembunyi di dasar lautan, karena seringnya aktivitas manusia yang terlihat.
ADVERTISEMENT
Video