Kancil Vietnam Ini Ditemukan Kembali Setelah Dikira Punah Selama 30 Tahun

Menyajikan sisi unik dunia binatang, menjelajah ke semesta eksotisme lain margasatwa
Tulisan dari Dasar Binatang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para ilmuwan yang bekerja di hutan pesisir Vietnam sangat gembira memeriksa kamera jebakan. Kamera itu berhasil menangkap gambar seekor hewan yang hilang selama hampir tiga dekade.
Penampakan terakhir spesies yang lalu dikenal dengan silver backed chevrotain atau kancil Vietnam terjadi pada tahun 1990, sehingga banyak pihak yang menyangka pelanduk ini telah punah. Melansir dari Discover Wildlife, berikut bukti dari penemuan yang mengejutkan para ilmuwan.
Tim dari Global Wildlife Conservation (GWC), Southern Institute of Ecology, dan Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research awalnya memasang tiga jebakan kamera. Inisiasi ini tak lain dari laporan penduduk desa setempat dan penjaga hutan pemerintah tentang munculnya kancil berpunggung abu-abu, dimana bukan kancil kecil yang lebih umum terlihat.
Setelah menerima laporan itu, tim menangkap 275 foto spesies tersebut dari kamera pemantau yang dipasang selama lima bulan. Pada lima bulan berikutnya, para ilmuwan kembali memasang 29 kamera lainnya yang menghasilkan 1.881 foto.
“Kami tidak tahu apa yang akan terjadi, jadi saya terkejut dan sangat gembira ketika kami memeriksa perangkap kamera dan melihat foto-foto kancil dengan punggung abu-abu,” kata An Nguyen, ketua tim ekspedisi dan asosiasi ilmuwan konservasi GWC.
GWC memiliki misi pencarian 25 spesies yang dikabarkan telah punah, kancil berpunggung abu-abu adalah spesies keempat dari proyek tersebut, dan menjadikan mamalia pertama yang berhasil ditemukan.
“Selama ini kancil punggung abu-abu tampaknya hanya ada dalam imajinasi kita. Namun faktanya, hasil ekspedisi menunjukkan hewan ini masih ada di luar sana. Penemuan ini merupakan langkah pertama untuk memastikan bahwa kita tidak akan kehilangannya lagi, justru sekarang bergerak cepat untuk melindunginya,” tambah Nguyen.
Chevrotain termasuk dalam keluarga ungulata, kelompok yang mencakup sapi, jerapah, kuda nil, unta, dan kuda. Oleh karena itu, chevrotain adalah ungulata terkecil di dunia. Terdapat 10 spesies yang diketahui, terutama ditemukan di Asia, salah satunya kancil Vietnam.
Berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, status konservasi pelanduk Vietnam dikategorikan sebagai Data Deficient, yang berarti tidak tersedia informasi yang cukup.
Spesies yang dideskripsikan sebagai Data Deficient atau kekurangan data, seringkali berdampak pada minimnya strategi pengelolaan perlindungan, karena sumberdaya yang tidak mumpuni. Spesies dengan status IUCN yang lebih akurat cenderung akan menjadi prioritas untuk mendapatkan perlindungan. Penampakan baru chevrotain Vietnam diharapkan memberi angin segar bagi spesies ini.
Tim GWC telah memulai survei komprehensif yang bertujuan untuk menentukan ukuran dan stabilitas populasi ini beserta distribusinya, hingga potensi ancaman yang mungkin akan terjadi.
“Penemuan kembali chevrotain berpunggung abu-abu memberikan harapan besar bagi konservasi keragaman hayati, terutama spesies yang terancam punah di Vietnam,” kata Hoang Minh Duc, kepala Departemen Zoology di Southern Institute of Ecology.
