Kecil, Berbahaya, dan Beracun, Hati-hati dengan Semut Bulldog

Menyajikan sisi unik dunia binatang, menjelajah ke semesta eksotisme lain margasatwa
Tulisan dari Dasar Binatang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semut yang memiliki ukuran tubuh kecil sering kali dianggap bukan ancaman. Tetapi, ada belasan ribu spesies semut yang diklasifikasikan dan tak sedikit yang ternyata berbahaya. Yap, semut yang merupakan serangga teritorial bisa mempertahankan diri ketika diserang dengan menyengat atau menggigit.
Satu di antara semut yang berbahaya adalah semut bulldog. Memiliki nama latin Myrmecia, semut bulldog bisa mencapai panjang maksimum hingga 40 mm, dengan spesies terkecil berukuran 15 mm. Rahangnya ramping panjang, mata besar, dan sengatan racun. Semut bulldog memiliki indera penglihatan yang baik dan bisa mengejar penyusup untuk jarak jauh. Sebagian semut bulldog memiliki warna oranye atau merah di perut atau kepala. Hampir dari 90 spesies diperkirakan adalah endemik di Australia, dengan pengecualian Myrmecia apicalis dari Kaledonia Baru.
Semut bulldog ini terkenal di Australia karena perilaku agresif dan sengatannya yang kuat. Semut ini bisa menggigit berkali-kali dan menyuntikkan racun di setiap gigitannya jika merasa terancam. Semakin berbahaya, gigi bawah semut ini bisa menempel lama di kobannya. Racun semut ini berpotensi memicu syok anafilaksis pada korban alergi. Jika tak segera diobati maka reaksi bisa mematikan.
Semut-semut ini sebagian besar hidup ekslusif di hutan semak, sehingga makanan utamanya adalah serangga kecil, cairan lengket yang keluar pada daun dan berbagai serangga, biji, buah, jamur. Semut bulldog dewasa akan memakan nektar dan madu. Tetapi, larva semut adalah karnivora yang memakan serangga kecil yang dibawa kembali oleh semut pekerja.
Meski mengerikan, musuh-musuh semut bulldog adalah semut hitam yang jumlahnya jauh lebih besar. Satu hal yang unik, jika tubuh semut bulldog dipotong menjadi dua, kepala dan ekornya benar-benar bertarung dan berusaha saling membunuh.
