Konten dari Pengguna

Kemampuan Mengejutkan Tikus Rakali, Bisa Membedah Tubuh Mangsanya

Dasar Binatang

Dasar Binatang

Menyajikan sisi unik dunia binatang, menjelajah ke semesta eksotisme lain margasatwa

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dasar Binatang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rakali. Foto: Wikipedia
zoom-in-whitePerbesar
Rakali. Foto: Wikipedia

Tikus rakali memiliki kemampuan membunuh kodok bahkan memakan organ dalam dengan cara membedahnya. Tak hanya itu, Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Australian Mammalogy, tikus rakali menargetkan kodok terbesar dan paling beracun yang bisa ditemukan dan meninggalkan tubuh kodok berserakan di tepi sungai.

Rakali merupakan hewan pengerat asli Australia yang hidup di tepi sungai, danau, dan muara. Ukuran tubuhnya berkisar antara 231 milimeter hingga 370 milimeter dengan bobot 340 hingga 1.275 gram. Warna tubuhnya umumnya hitam hingga cokelat dengan perut oranye hingga putih, serta ekor gelap dengan ujung putih.

Secara mengejutkan, para ilmuwan menemukan tikus rakali sebagai hewan pengerat yang sangat cerdas serta memiliki cakar dan gigi tajam. Dr. Marissa Parott mengatakan bahwa riset dimulai saat para ilmuwan melihat kodok mati dengan ciri khas bagian jantungnya sobek atau terbuka.

"Tikus menyerang kodok dengan cara membalikan badannya, selanjutnya mereka seperti membedah bagian dada kodok. Mereka bahkan akan mengeluarkan kantong empedu di luar tubuh yang mengandung garam beracun,” Ungkap Parott.

Selanjutnya, penelitian juga mengamati 38 bangkai katak yang mengambang di aliran sungai selama 15 hari. Seluruh bangkai memiliki sayatan di area dada berukuran 10,8 mm secara vertikal dan 12,2 mm secara horizontal. Sementara itu, tak ditemukan penyerangan di bagian kepala kodok. Sebaliknya, tikus-tikus itu tampaknya memegangi kodok di bagian punggungnya lalu kemudian menorehkan rongga dada untuk memakan organ dalam sementara posisi kodok masih hidup.

video youtube embed

Kemampuan lain tikus rakali yang diamati adalah ternyata menyerang kodok yang berukuran lebih besar dari mereka, sehingga mendapatkan mangsa dan ukuran organ yang lebih besar pula. Parott berasumsi bahwa dengan membunuh kodok yang lebih besar mungkin akan menghindari tikus menemukan organ beracun kodok seperti kantong empedu.

Para peneliti percaya kemampuan membunuh mangsa telah diturunkan oleh induknya. Faktanya tikus memang menghabiskan banyak waktu untuk membesarkan anak-anak mereka.

“Anak-anak tikus akan tinggal bersama induk mereka, sehingga anak-anaknya akan belajar banyak. Oleh karena itu sangatlah wajar jika induk mereka mengajari anak-anaknya cara membunuh kodok dan menghindari bagian beracun itu,” jelas Parott.

Hewan-hewan lain, seperti gagak juga memiliki cara berburu yang sama dengan yang dilakukan oleh tikus. Mereka akan membalikkan badan kodok untuk menghindari kulit beracun dan hanya memakan organ-organ yang tidak beracun.