Kenapa Kecoa Kalau Mati Posisi Tubuhnya Terbalik? Ini Penyebabnya!

Menyajikan sisi unik dunia binatang, menjelajah ke semesta eksotisme lain margasatwa
Tulisan dari Dasar Binatang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kecoa kerap berada di lingkungan rumah, terbang berkeliaran dan dinilai mengganggu. Kadang-kadang, sering juga ditemukan kecoa di sudut-sudut rumah dalam keadaan terbalik yang ternyata sudah mati.
Tapi sebenarnya, kenapa ya kecoa mati selalu dalam posisi terbalik?
Ternyata, posisi terbalik itu merupakan cara kecoa untuk bertahan hidup. Dengan membalikkan tubuhnya, kecoa sebenarnya sedang berusaha mendapatkan udara terlebih saat disemprot insektisida.
Namun cairan penyemprot tersebut membuat otot kaki kecoa menjadi kejang dan tidak kuat menopang tubuhnya lagi, sampai-sampai tak bisa kembali membalikkan badannya.
Semakin lama, kecoa yang tidak memiliki bantuan untuk mengembalikan posisi tubuhnya pun akan mati. Berbeda dengan kecoa di alam liar yang di sekitarnya ada dedaunan yang bisa membuatnya kembali ke posisi semula.
Selain itu, seekor kecoa yang sehat dan tiba-tiba tergelincir dalam posisi terbalik saja sebenarnya sudah kesulitan untuk kembali berdiri. Akibatnya, kecoa akan mati.
Meski begitu, kecoa dikenal tangguh karena bisa menahan tingkat radiasi yang biasanya membunuh seseorang dalam 10 menit. Hal itu dikarenakan proses seluler yang lambat dan tubuh kecil.
Bahkan, kecoa masih bisa hidup hingga seminggu lamanya tanpa kepala. Kemampuan bertahan itu karena kecoa bisa bisa tak makan dalam waktu lama dan bisa bernapas melalui lubang kecil di setiap segmen tubuhnya. Selain itu, kecoa sulit ditenggelamkan karena bisa menahan napas di air selama 30 menit lamanya.
