Konten dari Pengguna

Ternyata Rumor Salamander Raksasa Misterius di Amerika Serikat Itu Benar

Dasar Binatang

Dasar Binatang

Menyajikan sisi unik dunia binatang, menjelajah ke semesta eksotisme lain margasatwa

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dasar Binatang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salamander Raksasa. Foto: dok. Twitter/@Gone_Froggin
zoom-in-whitePerbesar
Salamander Raksasa. Foto: dok. Twitter/@Gone_Froggin

Para ilmuwan telah mendeskripsikan secara ilmiah rumor tentang salamander raksasa yang hidup di rawa-rawa dan sungai di barat laut Florida dan tenggara Alabama selama beberapa dekade.

Secara informal Siren Reticulata disebut belut macan tutul, merupakan salah satu spesies salamander terbesar di Amerika Serikat selama lebih dari 100 tahun. Melansir penelitian Graham, dkk. (2018) dan laman Discover Wildlife, serta National Geographic berikut beberapa fakta penemuan salamander raksasa.

Siren Reticulata yang kira-kira memiliki panjang 0,6 meter hingga 1 meter termasuk dalam keluarga Sirenidae, yang dikenal dengan dua spesies, yaitu Siren Intermedia dengan fisik lebih kecil, dan Siren Lacertina yang lebih besar. Graham dan Dr. David telah mencoba untuk melacak dan mendeskripsikan spesies tersebut pada tahun 2008, dimana terdapat spesimen Siren Reticulata yang ternyata diberi label salah.

Siren Reticulata. Foto: Graham, dkk. (2018)

Para ilmuwan membutuhkan DNA baru agar penemuan berhasil. Tugas ini terasa sulit dengan spesies yang begitu misterius dan jarang terlihat. Kabar baiknya, Steen berhasil menangkap salamander raksasa ini pada tahun 2009 dengan tambahan tiga ekor pada 2014. Dari keempat spesimen yang ditemukan dan tiga dari museum, Graham dan Steen memastikan bahwa DNA tersebut menunjukkan spesies baru bagi dunia sains.

“Apa yang langsung muncul dari Siren Reticulata membuatnya sangat berbeda dari spesies yang lain, karena memiliki pola gelap dan retikulasi atau seperti jaring,” kata Steen kepada National Geographic. “Sepertinya hewan ini juga memiliki kepala yang lebih kecil dan tidak proporsional dibandingkan dengan jenis siren lainnya,” pungkasnya.

Seperti yang diungkapkan Steen, Siren Reticulata tidak seperti salamander lainnya. Siren ini telah kehilangan kaki belakang selama jutaan tahun evolusi. Mereka menggunakan insang di bagian luar, dimana menyerap oksigen dari air ekosistem keruh yang digali. Keunikan lainnya, Siren juga tidak memiliki kelopak mata dan memiliki paruh yang kecil serta menonjol sebagai pengganti gigi.

Hewan ini menghabiskan seluruh hidupnya di bawah permukaan air keruh, sehingga sangat sulit untuk diamati. Tidak banyak lagi yang diketahui tentang Siren Reticulata, meskipun diperkirakan memangsa makhluk kecil seperti serangga dan moluska.

Mengingat bahwa sebagian besar habitat salamander raksasa ditemukan pada lahan basah yang tertanam dalam ekosistem pinus berdaun yang terancam, ada kemungkinan Siren Reticulata menjadi perhatian untuk mendapat perlindungan, namun praktik ini sangat sulit bagi spesies yang tidak dikenali secara resmi.

X post embed