Konten dari Pengguna

Nanoteknologi Sebagai Revolusi Bioplastik : Pengembangan Telobag dengan Kitosan

Moch Dava Septiadi Pratama

Moch Dava Septiadi Pratama

Mahasiswa Rekayasa Nanoteknologi Universitas Airlangga

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Moch Dava Septiadi Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh gambar Bioplastikkkk
zoom-in-whitePerbesar
Contoh gambar Bioplastikkkk

Sumber foto : https://media.istockphoto.com/id/182188416/id/foto/kantong-plastik-biodegradable.jpg?b=1&s=612x612&w=0&k=20&c=VhBpFvMaqlcjMUWFxoBHyz36l-hlV9BdzBRnUiiOiw8=

Sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini sudah beralih dari plastik konvensional menjadi plastik biodegradable, seperti bioplastik. Akan tetapi, penggunaan bioplastik saat ini masih memiliki kekurangan, salah satunya adalah tidak fleksibel. Alhasil, minat masyarakat terhadap bioplastik menjadi menurun. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengatasi hal ini dengan membuat bioplastik yang fleksibel dan tidak beracun, seperti Telobag.

Apa itu Telobag ?

Telobag pertama kali diproduksi oleh PT. Mogallana Plastik pada tahun 2016 yang terbuat dari akar singkong (Cassava roots). Selain akar singkong, bahan pembuatan telobag adalah gliserin, PVA (Poli Vinil Alkohol), tinta, dan zat pewarna. Meskipun PVA adalah polimer sintetis, tetapi zat ini tidak berbahaya dan digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas telobag. Sementara itu, zat pewarna dan tinta digunakan untuk memberi estetika, serta membedakan antar katalog produk telobag. Faktanya, telobag memiliki beberapa katalog produk yang dapat digunakan sesuai keperluan pembeli. Meskipun demikian, telobag memiliki beberapa kekurangan seperti mudah larut dalam air dan mudah leleh. Oleh karena itu, diperlukan sebuah bahan sampingan untuk mengatasi hal ini, seperti Kitosan.

Bagaimana Kitosan Bekerja Pada Telobag ?

Kitosan merupakan kitin yang dipanaskan dengan potasium hidroksida, dimana bahan ini dapat disintetis dari cangkang bekicot. Selain itu, kitosan memiliki gugus NH (amina) yang membuatnya bersifat hidrofobik (Kharisma., dkk, 2018). Sementara itu, dengan adanya ikatan carbon berangkap tiga membuatnya memiliki nilai kekuatan yang tinggi. Akan tetapi, hal ini masih perlu penelitian lebih lanjut apakah kitosan benar aman dan dapat dijadikan bioplastik dengan telobag.

Tantangan dan Masa Depan Kitosan pada Telobag

Meskipun memiliki keuntungan besar, terdapat beberapa tantangan ketika mengembangkan kitosan untuk telobag. Tantangan tersebut antara lain, masih tingginya biaya produksi dan terbatasnya bahan sintetis kitosan. Selain itu, keamanan penggunaan juga perlu diperhatikan apalagi telobag merupakan plastik yang bersentuhan langsung dengan makanan. Namun, dengan perkembangan nanoteknologi saat ini, sangat mungkin bahwa kitosan memiliki potensi besar sebagai revolusi bioplastik. Selain meningkatkan sifat telobag, kitosan juga memiliki sifat ramah lingkungan sehingga dapat berkontribusi dalam plastik Go Green.

Daftar Pustaka :

Kharisma, P, N., dkk. 2018. Pembuatan Bioplastik dari Kitosan dan Sorbitol. Walisongo Journal and Chemistry. 1(2), 78-81.

Penulis :

Moch. Dava Septiadi Pratama

Mahasiswa Rekayasa Nanoteknologi

Universitas Airlangga