Gerakan Pemilahan dan Pembatasan Volume Sampah oleh Mahasiswa KKN Undip

Mahasiswa Universitas Diponegoro jurusan Administrasi Publik
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari David Ricardo Situmorang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada tanggal 6 Agustus 2024, di Desa Simbang Wetan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, di bawah bimbingan Bapak Mujiono Hafidh Prasetyo, S.H., M.H., L.L.M., menyelenggarakan kegiatan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan pemilahan dan pembatasan volume sampah, dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan mereka.
Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong warga Desa Simbang Wetan untuk secara mandiri melakukan pemilahan sampah secara berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dihasilkan dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Suasana pelatihan pengelolaan sampah di Desa Simbang Wetan terasa hangat dan penuh semangat. Mahasiswa KKN Undip dengan penuh antusias memaparkan materi mengenai sampah organik dan anorganik, menjelaskan dengan detail jenis-jenis sampah dan cara membedakannya. Penjelasan dilanjutkan dengan tata cara pemilahan sampah yang tepat, menekankan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Para mahasiswa juga menyerukan gerakan "Zero Waste" sebagai upaya bersama untuk mengurangi sampah rumah tangga. Gerakan ini disambut baik oleh para peserta, terlihat dari raut wajah mereka yang penuh perhatian dan antusias.
Forum pelatihan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di Desa Simbang Wetan, yaitu Bapak Khairudin selaku Kepala Desa, Ibu Lia selaku Kepala BUMDes Simbang Wetan, dan 40 anggota PKK Desa Simbang Wetan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Antusiasme para peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan berdiskusi selama sesi pelatihan. Semangat mereka untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Desa Simbang Wetan sangatlah menggembirakan.
Pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik serta pembatasan volume sampah di Desa Simbang Wetan telah terlaksana dengan sukses, berkat kolaborasi erat antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa. Dukungan penuh dari pemerintah desa, yang diwakili oleh Bapak Khairudin selaku Kepala Desa, serta Ibu Lia selaku Pengurus Bumi Desa, menjadi penopang utama keberhasilan program ini. Kehadiran kedua tokoh tersebut tidak hanya memberikan dorongan moral, tetapi juga memperkaya materi pelatihan dengan pengalaman dan pengetahuan mereka.
Para peserta pelatihan, yang terdiri dari warga Desa Simbang Wetan, mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pemilahan sampah dan pembatasan volume sampah. Mereka diajarkan secara praktis bagaimana memilah sampah organik dan anorganik dengan benar, serta diberikan tips untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk dukungan nyata, mahasiswa KKN memberikan bantuan berupa tong sampah organik dan anorganik kepada Desa Simbang Wetan. Keberadaan tong sampah ini diharapkan dapat memudahkan proses pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan mendorong masyarakat untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah secara konsisten.
Pelaksanaan program kerja KKN ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi perangkat desa dan masyarakat Desa Simbang Wetan, tetapi juga merupakan upaya konkrit dalam meningkatkan kesejahteraan dan kebersihan lingkungan. Dengan terlaksananya pelatihan dan bantuan tong sampah, diharapkan Desa Simbang Wetan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
