Konten dari Pengguna

Mengetahui Alur Penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Simbang Wetan

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari David Ricardo Situmorang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Edukasi Kepada Ibu-Ibu Fatayat
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Edukasi Kepada Ibu-Ibu Fatayat

Desa Simbang Wetan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan (5 Agustus 2024) - Desa Simbang Wetan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menjadi fokus tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) angkatan II tahun 2023/2024. Desa Simbang Wetan memiliki sejumlah permasalahan, salah satunya adalah penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah menyebabkan korban jiwa di desa tersebut.

"Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di desa ini tidak bisa dianggap remeh lagi. Beberapa kasus DBD telah menyebabkan korban jiwa, dan hal ini menjadi fokus penanganan kami selaku Perangkat Desa. Kami bekerja sama dengan Puskesmas Buaran untuk memberantas penyakit DBD dan mensosialisasikan bahayanya kepada masyarakat," ucap Kepala Desa Simbang Wetan.

"Dalam program kerja KKN saya di sini, saya fokus pada penanganan kasus DBD dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam memerangi penyakit ini. Tujuannya agar DBD tidak lagi memakan korban jiwa dan masyarakat memahami cara penanganan yang tepat jika menghadapi penyakit ini," ucap David, mahasiswa KKN Undip.

"Saya percaya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan kemampuan mereka dalam mencegah dan menangani DBD, kita bisa menekan angka kasus dan melindungi warga Desa Simbang Wetan dari ancaman penyakit ini," tambah David.

Untuk mencegah dan menanggulangi penyakit DBD, Desa Simbang Wetan telah menerapkan sistem penanganan yang terstruktur. Sistem ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Puskesmas, perangkat desa, kader kesehatan, hingga Dinas Kesehatan.

Alur Pelayanan Penanganan DBD

Langkah pertama adalah identifikasi kasus baru. Pasien yang merasakan gejala DBD seperti demam tinggi, nyeri otot, mual, muntah, dan bintik merah pada kulit, dapat langsung datang ke Puskesmas. Petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan awal dan tes laboratorium untuk memastikan diagnosis.

Jika pasien dinyatakan positif DBD oleh rumah sakit, maka hasil lab harus dilaporkan ke Puskesmas. Pelaporan ini dapat dilakukan melalui perangkat desa atau kader kesehatan. Setelah menerima laporan, Puskesmas akan melakukan investigasi epidemiologi. Petugas akan mengunjungi rumah pasien untuk melakukan wawancara dan memeriksa keberadaan jentik nyamuk di rumah dan sekitarnya. Hasil investigasi ini kemudian dilaporkan ke Dinas Kesehatan.

Berdasarkan laporan dari Puskesmas, Dinas Kesehatan akan menentukan apakah perlu dilakukan fogging atau Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah penyebaran penyakit. Sebagai langkah preventif, Puskesmas akan memantau perkembangan kasus DBD dan melakukan penyuluhan serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pencegahan DBD.

Wawancara kepada Promkes Kecamatan Buaran

Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penanganan dan pencegahan demam berdarah dengue (DBD), kami menyelenggarakan sosialisasi kepada para ibu-ibu Fatayat pada hari Jumat, 26 Agustus 2024. Sosialisasi ini dihadiri oleh 48 orang ibu-ibu yang antusias mengikuti sesi edukasi.

Dalam sosialisasi tersebut, kami menyampaikan informasi penting mengenai alur penanganan DBD. Mulai dari langkah awal ketika seseorang merasakan gejala DBD, seperti demam tinggi, nyeri otot, mual, muntah, dan bintik merah pada kulit, hingga penanganan awal yang diberikan di Puskesmas dan kemungkinan rujukan ke rumah sakit jika kondisi pasien memburuk.

Selain itu, kami juga menekankan pentingnya pencegahan DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, sehingga dapat membantu menekan angka kasus DBD di Desa Simbang Wetan.