Konten dari Pengguna

Maggot For Good: Langkah Mahasiswa UB dalam Mengurangi Limbah Rumah Tangga

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari David Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Permasalahan limbah organik rumah tangga masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten di Kabupaten Kediri. Sampah-sampah seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan sering kali dibuang begitu saja tanpa pengolahan lebih lanjut. Limbah organik sendiri memiliki potensi apabila diolah secara tepat.

Salah satu solusi pengelolaan limbah organik sekaligus penyediaan pakan ternak alternatif adalah budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Maggot memiliki kandungan protein yang tinggi yaitu 40% dengan kandungan lemak 30% sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan untuk ternak. Bekas maggot (kasgot) juga berpotensi dijadikan pupuk bagi tanaman, selain itu manfaat budidaya maggot sendiri dapat mengurangi sampah organik. Program kerja ini sesuai dengan SDGs nomor 12 yaitu responsible consumption and production (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab) yaitu mendorong pola konsumsi dan produksi berkelanjutan dengan pengelolaan limbah secara tepat dan pengembangan produk ramah lingkungan.

Menindaklanjuti potensi maggot sebagai solusi limbah organik dan pakan alternatif ternak, Mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri dari KKN Kelompok 6 melaksanakan program kerja MAGOOD: Maggot for Good pada 26 Juli 2025 di Desa Kayunan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Retno Aprilia Pertiwi, Pramukya Nagata Pragiwaksana, dan Lyra Sandi Aulia dengan pendampingan dari Ibu Jedda Ayu Inggrida, S.P., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Pada Sabtu, 26 Juli 2025 tim KKN bersama Ibu Jedda Ayu Inggrida, S.P., M.Si selaku DPL dan didampingi oleh Bapak Danung Nur Adli, SPt., MSc., MPt. selaku pemateri. Sebelum masuk ke sisi penyampaian materi, peserta yang hadir diminta untuk mengisi pre-test terlebih dahulu. Dalam penyampaian materinya, Bapak Danung membahas peran maggot dalam mengelola limbah organik dan potensi pemanfaatan kasgot sebagai pupuk untuk tanaman. Selain dapat dimanfaatkan untuk pupuk dan pakan ternak, maggot juga dapat diolah menjadi berbagai produk seperti maggot frozen, fish pellet, minyak maggot, larva kering, obat luka, pupuk cair, sabun cair, sabun alami, dan aromaterapi.

Sesi pemaparan materi oleh Bapak DanungNur Adli, SPt. Msc., Mpt. Dokumentasi by: Prilly Aisyah

Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi budidaya maggot yang dipandu oleh Retno Aprilia Pertiwi, Pramukya Nagata Pragiwaksana, dan Lyra Sandi Aulia. Peserta diperlihatkan langsung alat dan bahan dasar yang digunakan dalam proses penetasan maggot. Setelah demonstrasi, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab yang berlangsung cukup aktif. Warga terlihat sangat antusias bahkan beberapa diantaranya menyampaikan keinginan untuk mencoba menerapkan budidaya maggot di rumah. Kegiatan lalu ditutup dengan post-test untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.

Sesi demonstrasi pembuatan media penetasan maggot oleh tim KKN. Dokumentasi by: Prilly Aisyah

Ibu Siswati selaku Ketua TPPKK menyatakan “Progam yang dibawakan oleh adek-adek mahasiswa ini sangat bagus, saya tertarik untuk menerapkan di rumah karena bisa dijadikan usaha dan caranya bisa dibilang mudah karena hanya menggunakan limbah rumah tangga sebagai pakannya.” Tidak hanya Ibu Siswati yang memberikan pernyataan.

Pak Nuhan selaku Ketua BUMDES Desa Kayunan juga menyatakan “Progam ini mungkin bisa dijadikan sebagai usaha desa. Mungkin nanti bisa kita jadikan sebagai usaha pakan ternak. Kedepannya besar harapan saya kalau teman-teman mahasiswa bisa ikut serta membantu menyusun usaha maggot ini supaya kita juga ada monitoring dari kampus merdeka.”

Sesi foto bersama peserta pelatihan. Dokumentasi pribadi