Konten dari Pengguna

Jet Washer: Bagian dari Budaya dan Ibadah

David Widyanto

David Widyanto

David Widyanto adalah seorang desainer produk dan pengajar di Podomoro University. Memiliki pengalaman dalam berbagai industri, termasuk mebel, sepatu, kriya, dan aviasi. Dia memperoleh gelar sarjana dan magister dari Universitas Pelita Harapan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari David Widyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi toilet. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi toilet. Foto: Shutter Stock

Sebagai orang Indonesia, pernahkah Anda merasa aneh ketika harus menggunakan toilet di negara-negara Barat? Mungkin bahkan Anda sampai merasa tidak nyaman. Hal ini karena budaya penggunaan toilet yang berbeda antara di Indonesia dan negara-negara Barat. Di Indonesia, penggunaan air untuk membersihkan diri setelah buang air sudah menjadi kebiasaan yang umum. Namun, di Eropa Barat, penggunaan kertas tisu lebih umum digunakan.

Alat Sederhana dengan Banyak Nama

Jet washer adalah alat pembersih yang menggunakan air bertekanan tinggi untuk membersihkan area sensitif setelah buang air. Walaupun menggunakan nama bahasa Inggris, di luar Indonesia, jet washer dikenal dengan berbagai istilah seperti “jet spray”, “bidet shower”, “bum gun”, dan di negara-negara Timur Tengah sebagai “shattafa”.

Jet washer terdiri dari dua bagian utama, yaitu selang dan kepala semprot, yang biasanya terbuat dari gabungan bahan plastik dan logam. Ketika selang dihubungkan ke pipa air, air akan mengalir ke kepala semprot. Kepala semprot akan menyemprotkan air dengan tekanan tinggi untuk membersihkan daerah sensitif. Walaupun alat ini memiliki mekanisme yang relatif sederhana, jet washer mempunyai dampak budaya yang besar.

Sejarah Jet Washer dan Ajaran Agama

Walaupun ditemukan pada tahun 1920an, di Indonesia sendiri, jet washer mulai umum ditemukan di rumah tangga sekitar tahun 1980-90an, seiring dengan kepopuleran toilet duduk dan shower yang pelan-pelan mulai menggantikan peran toilet jongkok dan gayung. Tentunya, metode membersihkan dengan air bukanlah monopoli bangsa Indonesia, masih umum ditemukan di kebanyakan negara-negara Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Amerika Selatan.

Membersihkan diri dengan air merupakan bagian dari etika toilet yang diajarkan di agama Islam dan Kristen. Meskipun mayoritas negara-negara Barat beragama Kristen, penggunaan kertas tisu lebih umum digunakan daripada jet washer. Seiring dengan perkembangan sekulerisme dan penemuan tisu toilet, metode membersihkan diri dengan air mulai ditinggalkan. Hal ini mungkin karena penggunaan kertas tisu lebih praktis dan mudah dibuang. Namun, beberapa orang di negara-negara Barat mulai beralih ke penggunaan jet washer karena alasan kesehatan dan lingkungan.

Sejarah jet washer sendiri sudah cukup panjang. Produk ini pertama kali ditemukan pada tahun 1920an dan berkembang pesat sejak saat itu. Saat ini, terdapat berbagai jenis jet washer yang tersedia di pasaran, mulai dari yang sederhana sampai jet washer programmable canggih buatan Jepang.

Dalam penggunaannya, jet washer mempunyai banyak kelebihan, seperti membersihkan permukaan yang sulit dijangkau, menghemat waktu dan bahkan mengurangi penggunaan air bersih. Pada akhirnya, produk yang baik adalah bukan hanya menyelesaikan masalah tetapi juga mempertimbangkan unsur budaya dan kebiasaan manusia.

Satu tips bagi Anda yang akan bepergian ke negara-negara Barat adalah membawa botol plastik kosong. Dengan ini, Anda masih bisa membersihkan diri dengan air meskipun tidak ada jet washer di toilet. Semoga informasi ini bermanfaat!