Dosen UNESA Latih Kewirausahaan Digital Mahasiswa TGBC di Thailand

Suka membaca dan mendengarkan musik
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Davin Tio Imam Sudirman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar program pendampingan bagi mahasiswa penerima beasiswa kerja sama Asia Tenggara di Thai Global Business Administration Technological College (TGBC), Thailand.
Tim ini diketuai oleh Dr. Ni Nyoman Alit Triani, S.E., M.Ak. dari prodi S2 Akuntansi FEB UNESA, beranggotakan Prof. Dr. Hariyati, M.Si., Ak., CA., Prof. Dr. Advendi Kristiyandaru, S.Pd., M.Pd., Dr. Retno Mustika Dewi, S.Pd., M.Pd., Dr. Siti Sri Wulandari, S.Pd., M.Pd., Dr. Aghus Sifaq, S.Or., M.Pd., Mauren Gita Miranti, S.Pd., M.Pd., Dr. Ari Widayanti, S.T., M.T., dan Dwi Yuli Rakhmawati, S.Si., M.Si., Ph.D., serta dibantu mahasiswa S3 Pendidikan Ekonomi Eka Hendi Andriansyah dan alumni mahasiswa Anita, S.Ak., M.Ak. serta Amatulloh Mufida, S.Pd., M.Pd.
Program yang dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026 ini dirancang untuk mendukung SDGs 4 (Quality Education) terkait kualitas pendidikan dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals) mengenai kemitraan global. Fokus utamanya adalah memperkuat perilaku keuangan serta mendorong keterampilan kewirausahaan digital mahasiswa diaspora asal Myanmar, Laos, dan Kamboja yang menempuh studi di Thailand.
Pentingnya pendampingan ini berangkat dari fakta bahwa estimasi biaya hidup selama masa studi luar negeri sering kali lebih tinggi dari perkiraan awal. Ditambah ketergantungan pada dana beasiswa dan pengeluaran gaya hidup, pengelolaan anggaran harian yang kurang optimal menjadi tantangan tersendiri.
"Mahasiswa yang studi di luar negeri menghadapi tantangan pengelolaan arus kas pribadi di tengah lingkungan baru yang sarat transaksi digital. Tanpa literasi keuangan yang kuat, pemanfaatan teknologi digital justru cenderung konsumtif," ujar Dr. Ni Nyoman Alit Triani, S.E., M.Ak.
Sebagai bagian dari implementasi SDGs 4 (Quality Education), tim dosen tidak hanya membekali peserta dengan teori, tetapi juga mentransfer keterampilan praktis (lifelong learning skills) berupa teknik penganggaran, pengelolaan keuangan pribadi, hingga pemanfaatan platform digital secara produktif untuk merintis usaha mandiri skala mikro.
"Kegiatan ini menjadi jembatan edukasi dan kolaborasi internasional untuk menekan tekanan ekonomi mahasiswa selama masa studi, sekaligus membekali mereka dengan daya saing di pasar regional ASEAN," tambahnya.
Dr. Ni Nyoman Alit Triani, S.E., M.Ak. merincikan bahwa intervensi yang diberikan mencakup empat pilar utama: edukasi perencanaan keuangan pribadi, optimalisasi perilaku keuangan digital via e-wallet dan mobile banking secara aman, simulasi kewirausahaan digital berbasis marketplace, serta pembentukan model pemberdayaan terintegrasi yang dapat direplikasi mitra secara mandiri.
"Kami berharap pendampingan ini dapat meningkatkan kemandirian finansial mahasiswa, merubah kebiasaan konsumtif menjadi produktif, dan membentuk entrepreneurial mindset sejak kuliah," jelas Dr. Ni Nyoman Alit Triani, S.E., M.Ak.
Sementara itu, Dwi Yuli Rakhmawati, S.Si., M.Si., Ph.D. selaku anggota tim pakar statistika dan manajemen industri menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara fleksibel mengombinasikan sesi offline serta mentoring online berkesinambungan.
"Pendampingan ini bukan hanya tentang teori penganggaran, melainkan praktik langsung mengontrol pengeluaran lifestyle dan memanfaatkan media sosial untuk merintis usaha," tegas Dwi Yuli Rakhmawati, S.Si., M.Si., Ph.D.
Pihak mitra sasaran di TGBC Thailand yang diwakili oleh Pratama Srisuk, Ph.D. menyambut baik kehadiran tim UNESA. Para mahasiswa menyadari pentingnya bekal manajemen arus kas serta peluang bisnis digital sebagai alternatif penopang ekonomi mereka.
"Pelatihan ini sangat relevan membantu kami mengelola uang saku harian dengan bijak sekaligus memberikan ide praktis untuk mulai berwirausaha digital," ungkap salah satu mahasiswa peserta.
Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut berupa pendampingan berkala, luaran artikel ilmiah internasional, publikasi media massa, hingga penerbitan HKI dan buku panduan.
"Keberlanjutan program ini diharapkan dapat mencetak lulusan penerima beasiswa yang tangguh secara finansial dan siap berkontribusi bagi perekonomian kawasan ASEAN," tutup Dr. Ni Nyoman Triani, S.E., M.Ak.
