Menjaga Daya Tarik Program “Arisan” Trans7 di Tengah Persaingan Media Digital

Saya adalah Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Davina Alda Fuadiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan industri media penyiaran membuat stasiun televisi perlu terus memperhatikan kualitas dan keberlanjutan program yang ditayangkan. Persaingan tidak hanya terjadi antastasiun televisi, tetapi juga dengan berbagai platform digital yang memberikan banyak pilihan hiburan kepada masyarakat. Oleh karena itu, sebuah program televisi perlu dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan penontonnya.
Salah satu program hiburan yang menarik untuk dievaluasi adalah Arisan yang ditayangkan oleh Trans7. Program ini mulai ditayangkan pada 16 Januari 2023 dan menggabungkan konsep permainan atau game show dengan unsur komedi. Program tersebut dipandu oleh Surya Insomnia dan menghadirkan permainan antartim dengan kapten dari kalangan selebritas.
Artikel ini menggunakan Modul 16: Evaluasi Program & Perubahan Format Program sebagai dasar untuk melihat bagaimana program Arisan dapat dievaluasi dari sisi format, isi, audiens, serta adaptasinya terhadap perkembangan media digital. Evaluasi yang dilakukan tidak dimaksudkan untuk mencari kelemahan program, tetapi untuk melihat bagian-bagian yang dapat dipertahankan dan dikembangkan agar program tetap relevan.
Gambaran Umum Program Arisan
Arisan merupakan program permainan yang memadukan kuis, permainan, kompetisi antartim, dan komedi. Keunikan program terlihat dari penggunaan konsep "arisan" sebagai identitas utama acara. Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi permainan yang melibatkan peserta dan kapten tim dari kalangan selebritas.
Salah satu kekuatan format Arisan adalah perpaduan antara kompetisi dan hiburan. Penonton tidak hanya mengikuti hasil permainan, tetapi juga dapat menikmati interaksi antara pembawa acara, kapten tim, dan peserta. Unsur spontanitas dan komedi membuat program tidak sepenuhnya bergantung pada pertanyaan kuis.
Karakter tersebut membuat Arisan dapat ditempatkan sebagai program hiburan yang relatif ringan dan mudah diikuti. Format seperti ini juga memungkinkan variasi permainan sehingga setiap episode dapat memiliki dinamika yang berbeda.
Selain itu, keberadaan Surya Insomnia sebagai pembawa acara menjadi salah satu bagian penting dalam penyajian program. Host berfungsi menghubungkan permainan dengan penonton sekaligus menjaga alur acara agar tetap berjalan.
Landasan Evaluasi Berdasarkan Modul 16
Modul 16 menjelaskan bahwa evaluasi program tidak hanya bertujuan untuk mengetahui jumlah penonton. Evaluasi digunakan untuk mengukur kinerja program, menjadi dasar pengambilan keputusan, meningkatkan kualitas konten, menjaga efisiensi biaya, serta memastikan program tetap sesuai dengan regulasi penyiaran.
Dalam perkembangannya, evaluasi program juga dapat memanfaatkan berbagai sumber data, seperti rating, respons audiens, interaksi media sosial, serta data dari platform digital. Hal tersebut penting karena audiens televisi saat ini tidak hanya mengonsumsi program melalui layar televisi, tetapi juga melalui platform digital.
Dengan demikian, evaluasi Arisan dapat dilakukan melalui beberapa aspek, yaitu format program, kualitas isi, keterlibatan audiens, variasi permainan, dan pengembangan program di era digital.
1. Evaluasi Format Program
Format merupakan bagian penting karena menjadi identitas sebuah program. Arisan memiliki format yang cukup jelas, yaitu permainan antartim yang dibalut dengan komedi. Konsep arisan yang digunakan sebagai identitas acara membuat program memiliki pembeda dibandingkan program kuis yang hanya berfokus pada pertanyaan dan jawaban.
Format tersebut juga memberikan ruang bagi program untuk menghadirkan variasi permainan. Berdasarkan karakter Arisan sebagai program permainan-komedi, variasi seperti kuis, tebak-tebakan, permainan visual, maupun permainan yang melibatkan kemampuan peserta dapat digunakan untuk mempertahankan dinamika acara.
Namun, karena program hiburan yang ditayangkan secara rutin berpotensi menghadapi kejenuhan audiens, variasi format menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Hal ini bukan berarti format utama Arisan perlu diubah secara keseluruhan. Justru, identitas utama program sebaiknya tetap dipertahankan, sementara variasi dapat dilakukan pada bagian-bagian tertentu.
Perubahan format dapat dilakukan secara minor maupun mayor. Perubahan minor dapat berupa penyesuaian durasi atau segmen, sedangkan perubahan mayor dapat menyentuh genre atau target audiens.
Bagi Arisan, pendekatan perubahan minor lebih relevan untuk dipertimbangkan, misalnya dengan memperbarui jenis permainan, menambahkan segmen interaktif, atau membuat episode tematik.
2. Evaluasi Kualitas Isi dan Hiburan
Sebagai program game show yang mengandung komedi, kualitas Arisan tidak hanya ditentukan oleh permainan yang diberikan. Interaksi antarpemain, kemampuan host, spontanitas, serta tempo acara juga menjadi bagian dari pengalaman menonton.
Salah satu hal yang dapat terus dikembangkan adalah keseimbangan antara unsur permainan dan unsur komedi. Permainan perlu tetap mudah dipahami agar penonton dapat mengikuti jalannya kompetisi, sementara komedi dapat digunakan sebagai penguat suasana.
Dengan demikian, komedi tidak harus selalu menjadi pusat acara, tetapi dapat menjadi elemen pendukung permainan. Keseimbangan tersebut dapat membantu menjaga karakter Arisan sebagai program yang ringan dan menghibur.
Evaluasi dapat memberikan masukan mengenai cerita, format, aspek teknis, maupun gaya penyajian program. Program yang sudah berjalan pun tetap membutuhkan evaluasi agar dapat terus menyesuaikan diri dengan selera audiens.
3. Evaluasi dari Sisi Audiens
Audiens merupakan salah satu aspek utama dalam evaluasi program televisi. Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari keberadaan program di jadwal televisi, tetapi juga dari kemampuan program mempertahankan perhatian penonton.
Arisan memiliki karakter yang cukup dekat dengan hiburan keluarga karena permainan dapat diikuti tanpa membutuhkan pemahaman terhadap cerita yang kompleks. Format ini memberikan kesempatan kepada penonton untuk mengikuti acara secara santai.
Namun, perubahan kebiasaan menonton membuat evaluasi audiens tidak cukup hanya menggunakan data televisi. Penonton dapat menemukan potongan program melalui YouTube maupun media sosial. Karena itu, respons terhadap potongan video, komentar, jumlah penayangan, dan bentuk interaksi lainnya dapat menjadi bahan tambahan untuk memahami bagian program yang paling menarik bagi audiens.
Pada era digital, fragmentasi audiens menjadi salah satu tantangan evaluasi karena penonton tersebar di berbagai platform. Oleh sebab itu, evaluasi program perlu menggabungkan data dari televisi dan platform digital.
4. Evaluasi Variasi dan Pembaruan Program
Salah satu hal yang dapat dikembangkan dari Arisan adalah variasi episode. Program ini telah menunjukkan adanya kemampuan untuk menyesuaikan format dengan momentum tertentu.
Contohnya adalah episode spesial Lebaran pada Maret 2026. Trans7 menghadirkan Arisan Takbiran dan Arisan Halal Bihalal dengan suasana dan permainan yang disesuaikan dengan momentum Idulfitri.
Langkah tersebut dapat dipandang sebagai bentuk adaptasi format tanpa meninggalkan identitas utama program. Artinya, program tetap menggunakan konsep permainan Arisan, tetapi kemasan dan suasananya disesuaikan dengan kebutuhan momentum.
Ke depan, variasi semacam ini dapat dikembangkan melalui episode bertema keluarga, komunitas, generasi muda, atau momentum nasional tertentu. Dengan demikian, program dapat memperoleh variasi tanpa harus menghilangkan konsep dasarnya.
5. Evaluasi Program dalam Persaingan Media Digital
Perubahan media membuat televisi tidak lagi menjadi satu-satunya tempat masyarakat menikmati hiburan. Penonton dapat memilih YouTube, TikTok, Instagram, maupun platform streaming untuk mendapatkan konten hiburan.
Kondisi tersebut membuat program televisi perlu memiliki strategi multiplatform. Pada era digital perlu mempertimbangkan data dari berbagai platform karena audiens tidak lagi terkonsentrasi pada televisi konvensional.
Dalam konteks Arisan, potongan permainan atau momen komedi dapat dikembangkan menjadi konten pendek untuk media sosial. Bagian yang menarik dari episode juga dapat dikemas menjadi highlight, short video, atau konten di balik layar.
Strategi tersebut bukan berarti menggantikan tayangan televisi. Sebaliknya, media digital dapat digunakan untuk memperpanjang jangkauan program dan memperkenalkan Arisan kepada penonton yang lebih terbiasa mengonsumsi konten melalui gawai.
6. Masalah yang Dapat Diidentifikasi
Berdasarkan evaluasi, masalah utama yang dapat diidentifikasi pada Arisan bukanlah kegagalan program, melainkan tantangan menjaga kesegaran format di tengah perubahan perilaku audiens.
Program yang memiliki format permainan dan komedi perlu terus menghadirkan variasi agar penonton tidak merasa bahwa pola setiap episode terlalu sama. Selain itu, adanya persaingan dengan konten digital membuat program perlu memperhatikan bagaimana materi televisinya dapat dikembangkan menjadi konten yang menarik di platform lain.
Masalah berikutnya adalah bagaimana mempertahankan keseimbangan antara identitas program dan inovasi. Terlalu banyak perubahan dapat membuat identitas Arisan menjadi kurang jelas, sementara terlalu sedikit perubahan dapat membuat program kurang responsif terhadap tren.
Oleh karena itu, evaluasi sebaiknya diarahkan pada prinsip mempertahankan identitas utama sambil melakukan pembaruan secara bertahap.
7. Solusi dan Pengembangan Program
Beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk pengembangan Arisan adalah sebagai berikut.
a. Mempertahankan konsep utama
Konsep game show yang dipadukan dengan komedi dapat tetap menjadi identitas utama. Perubahan tidak perlu dilakukan secara total karena identitas program merupakan bagian yang membuat acara mudah dikenali.
b. Menambah variasi permainan
Jenis permainan dapat diperbarui secara berkala. Permainan dapat melibatkan pengetahuan umum, kecepatan, kreativitas, musik, visual, maupun interaksi antarpeserta.
c. Mengembangkan episode tematik
Episode khusus seperti edisi Lebaran dapat terus dikembangkan dengan menyesuaikan momentum dan karakter peserta. Strategi ini memberikan variasi tanpa harus mengubah format utama.
d. Memperkuat interaksi digital
Penonton dapat dilibatkan melalui media sosial, misalnya dengan membuat pertanyaan yang dapat dijawab oleh penonton, voting permainan tertentu, atau tantangan yang dapat diikuti setelah episode selesai.
e. Melakukan evaluasi berbasis data
Evaluasi tidak hanya melihat rating televisi. Data digital seperti jumlah penayangan, durasi tontonan, komentar, respons terhadap potongan video, dan bentuk engagement lainnya dapat digunakan untuk melihat bagian program yang paling menarik.
Data hasil evaluasi dapat menjadi dasar perubahan format. Selain itu, setelah perubahan dilakukan, program perlu kembali dipantau untuk melihat apakah perubahan tersebut mencapai tujuan yang diharapkan.
f. Memanfaatkan konten multiplatform
Episode televisi dapat dikembangkan menjadi beberapa bentuk konten, seperti highlight, behind the scenes, wawancara peserta, dan video pendek. Dengan demikian, satu episode dapat memiliki umur distribusi yang lebih panjang.
Kesimpulan
Arisan Trans7 merupakan program permainan yang memadukan unsur kuis, kompetisi, dan komedi. Sejak mulai ditayangkan pada Januari 2023, program ini telah memiliki identitas yang cukup jelas melalui konsep permainan antartim, kapten selebritas, serta pembawaan Surya Insomnia.
Evaluasi program tidak hanya berfungsi untuk mengetahui banyaknya penonton, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas, menilai relevansi program, menjaga efisiensi, serta menentukan pengembangan program selanjutnya.
Dari hasil evaluasi, Arisan tidak harus mengalami perubahan format secara besar-besaran. Pengembangan yang dapat dilakukan lebih diarahkan pada pembaruan jenis permainan, variasi episode, peningkatan interaksi dengan audiens, serta penguatan distribusi melalui platform digital.
Dengan pendekatan tersebut, Arisan dapat mempertahankan ciri khasnya sebagai program game show komedi sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku penonton. Evaluasi secara berkala menjadi penting agar program tidak hanya mempertahankan keberadaannya di televisi, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan tren dan pola konsumsi media di era digital.
