Konten dari Pengguna

Mengakhiri Siklus Generasi Sandwich dengan Program Dana Pensiun Lembaga Keuangan

Davin

Davin

Praktisi Dana Pensiun Lembaga Keuangan yang sedang belajar perencanaan keuangan keluarga

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Davin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sandwich (Sumber: Pixabay/Andrey Cojocaru)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sandwich (Sumber: Pixabay/Andrey Cojocaru)

Apakah kamu pernah mendengar istilah "generasi sandwich"? Bukan, ini bukan tentang roti lapis favoritmu, melainkan situasi keuangan yang kini banyak dialami orang di Indonesia. Generasi sandwich adalah kelompok orang dewasa yang terjepit di antara dua tanggung jawab besar: merawat orang tua yang sudah menua dan membesarkan anak-anak mereka sendiri. Mereka harus membagi waktu, tenaga, dan yang paling terasa uang untuk dua generasi sekaligus.

Di Indonesia, fenomena ini bukan hal asing karena sangat melekat dengan budaya kita. Nilai kekeluargaan yang kuat membuat anak merasa wajib membantu orang tua secara finansial di masa tua, sebagai bentuk bakti yang sudah diwariskan turun-temurun. Namun, di tengah biaya hidup yang kian melonjak, tanggung jawab ini bisa jadi beban berat, apalagi kalau kamu juga harus memikirkan pendidikan anak atau kebutuhan rumah tangga.

Menurut definisi yang umum diterima, generasi sandwich menggambarkan orang dewasa yang "terjepit" antara kebutuhan orang tua dan anak-anak mereka. Di Indonesia, budaya gotong royong dan rasa tanggung jawab kepada keluarga memperkuat fenomena ini, tapi juga membawa tantangan finansial yang nyata.

Penyebab Generasi Sandwich di Indonesia

Lalu, kenapa fenomena generasi sandwich sering terjadi di Indonesia? Ada beberapa penyebab yang bisa kita lihat:

  • Kurangnya Perencanaan Keuangan untuk Pensiun: Banyak orang tua di Indonesia yang tidak punya tabungan pensiun memadai. Ketika mereka memasuki usia tua, mereka sering kali bergantung pada anak-anaknya untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari biaya hidup hingga kesehatan.

  • Ekspektasi Budaya yang Kuat: Di Indonesia, merawat orang tua di masa tua adalah bagian dari nilai keluarga yang dijunjung tinggi. Anak-anak merasa berkewajiban baik secara moral maupun sosial untuk mendukung orang tua secara finansial. Budaya ini memang indah, tapi bisa membebani generasi tengah yang juga punya tanggungan lain.

  • Tingginya Biaya Hidup dan Kebutuhan: Biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya terus naik. Ini membuat generasi sandwich harus bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan kebutuhan anak-anak mereka seperti sekolah atau les, dengan kebutuhan orang tua yang mungkin sakit atau butuh perawatan.

  • Rendahnya Literasi dan Inklusi Dana Pensiun: Survei Nasional Literasi Dan Inklusi Keuangan/SNLIK yang dilakukan oleh OJK (2025) menunjukkan bahwa literasi dana pensiun di Indonesia berada di angka 27,79% dan inklusinya sangat rendah yaitu sebesar 5,37%. Survei ini juga mengatakan bahwa literasi keuangan secara umum berada di angka 66,46%. Banyak orang belum paham cara mengatur keuangan jangka panjang, seperti menabung buat dana pensiun.

Solusi: Manfaat DPLK untuk Mengakhiri Siklus Generasi Sandwich

Ilustrasi generasi sandwich. Foto: Getty Images

Program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah solusi cerdas untuk mengakhiri siklus generasi sandwich. DPLK adalah program dana pensiun yang dikelola oleh lembaga keuangan, seperti bank atau perusahaan asuransi, yang memungkinkan kita menyisihkan dana rutin untuk masa pensiun.

Manfaatnya? Pertama, DPLK bikin kita punya tabungan pensiun yang bikin hidup di masa tua lebih tenang tanpa nyusahin anak-anak. Kedua, DPLK sangat fleksibel, kita bisa atur iuran sesuai kemampuan kita. Ketiga, dana ini dikelola secara profesional untuk membantu tumbuh, bikin kita lebih siap menghadapi masa depan.

Contohnya, seseorang berusia 30 tahun yang nyisihin Rp300 ribu per bulan ke DPLK dengan imbal hasil rata-rata 6% per tahun bisa ngumpulin sekitar Rp144 juta dalam 20 tahun. Dana ini bisa bantu kita pensiun tanpa membebani anak, sekaligus memutus siklus generasi sandwich. Bayangin, hidup tenang di masa tua sambil ngeliat anak-anak fokus ke masa depan mereka sendiri!

Mulai Langkah Menuju Masa Depan Bebas Beban!

DPLK bukan cuma solusi buat kamu, tapi juga investasi untuk generasi berikutnya. Bayangkan kalau orang tuamu sudah punya dana pensiun sendiri, kamu pasti nggak perlu pusing mikirin biaya hidup mereka bukan? Nah, sekarang giliranmu mulai dari diri sendiri. Dengan DPLK, kamu bisa memastikan masa tua yang nyaman sekaligus membebaskan anak-anakmu dari tekanan finansial di masa depan. Dengan langkah kecil ini, kita bisa bangun masa depan yang lebih mandiri dan bebas dari siklus generasi sandwich!