Belajar dari Kelomang dan Rumahnya

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya
Konten dari Pengguna
7 Agustus 2022 6:26
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Nurhidayatullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
 kelomang by  pixabay
zoom-in-whitePerbesar
kelomang by pixabay
ADVERTISEMENT
Ketika kita pergi ke pantai kita pasti ingin mengambil sesuatu dari pantai, contohnya cangkang bekas kerang atau keong yang menurut kita tidak berharga. Namun perlu kamu ketahui bahwa cangkang tersebut adalah rumah idaman bagi kelomang. Kelomang adalah hewan yang membutuhkan pelindung untuk abdomen yang tipis sehingga setiap kali melakukan molting, kelomang akan mencari cangkang yang lebih besar agar abdomen tersebut bisa terlindungi.
ADVERTISEMENT
Hermit Crab yang Scavenger
Hermit Crab adalah nama lain dari kelomang . nama ini diambil dari kata Human hermit yang artinya manusia yang cenderung menyendiri, menghindari keramaian yang biasanya membawa banyak masalah. Manusia memilih hermit karena tuntutan masalah hingga karena ingin menyendiri, berbeda dengan kelomang yag dimana mereka kemana mana pergi membawa rumahnya karena cangkang yang mereka bawa sangat penting bagi kelangsungan hidupnya.
Dalam habitatnya kelomang adalah Scavenger yang artinya mereka mengais makanan dan memakan apa yang mereka temukan. Dalam kata lain mendaur ulang apa yang ada di daerahnya. Bahkan feses kelomang pernah di teliti dan ernyata sangat baik terhadap kesuburan tanah karena mengandung banyak unsur nitrogen.
Mengenal Anatomi Kelomang
ADVERTISEMENT
Sangat unik jika kita belajar tentang anatomi kelomang sebab walaupun mereka mempunyai capit dan badan yang keras tetapi mereka memiiki ekor yang lembut dan dibanding kepiting mereka lebih berkerabat dekat dengan lobster.
Dengan capit yang besar sebelah mempunyai alat ganda yakni sebagai pelindung dan tangan untuk mengambil makanan, mata majemuk bertangkai fleksibel yang memungkinkan kelomang dapat melihat segara arah sehingga meningkatkan kewaspaan kelomang terhadap predator yang ada. Selain itu ada dua set antenna yang sangat canggih untuk mengumpulkan informasi tempat disekitar lingkungan . 4 kaki kelomang yang kecil digunakan untuk mendorong kelomang keluar dari cangkangnya untuk pindah ke tempat yang baru.
Reproduksi Kelomang
Jantan dan betina pada kelomang dibedakan pada gonopore atau gonopori dipangkal ekornya, hanya kelomang betina yang mempunyai gonopore tepatnya di samping kaki keempatnya. Pada betina gonopore adalah lubang atau pintu masuk spermatofor kedalam ovarium.
ADVERTISEMENT
Perilaku kawin kelomang sangat bervariasi tergantung spesiesnya, yang paling unik adalah kelomang caribia yang merupakan semi teresterial yang memilih di darat sebagian hidupnya, tapi ketika tiba waktunya kawin mereka akan menuju ke pantai dengan jumlah yang sangat besar. Di tengah keramaian pejantan akan keluar sebagian badannya untuk mengeuakan sperma dan kemudian membuahi sel telur pada betina.
Ketika telur siap menetas betina akan membawa teur tersebut ketepi air dan telur akan menetas sehingga larva akan terbawa arus air. Larva kelomang di laut hidup sebagai plankton yang dinamakan Zoea. Mereka akan bermetamorfosis dari bentuk larva simetris, menjadi udang kecil yang asimetris yang dinamakan megalops. Megalops hidup memakan alga laut dan plankton yang lebih kecil, kemudian megalops akan molting beberapa kali sehingga menjadi kelomang dewasa.
ADVERTISEMENT
Kepunahan Kelomang
Ribuan kelomag setiap harinya diburu oleh manusia kebanyakan digunakan sebagai mainan anak anak sehingga hampir dari semua kelomang yang dijual akan mati. Hal ini disebabkan kelomang bukanlah hewan peliharan. Mereka membutuhkan banyak cangkang untuk pilihan berpindah selain itu penggunaan cat pada cangkang kelomang membuat mereka mati karena keracunan bahan kimia. Padahal dihabitat alaminya kelomang bisa hidup 30 tahun namun di penangkaran kelomang hanya mampu hidup maksimal 15 tahun bahkan hanya hitungan hari saja.
Polusi plastik juga menjadi masalah besar bagi kelomang. Sebuah studi di tahun 2020 di journal Hazardous materials ditemukan bahwa 570.000 kelomang mati setiap tahun karena terperangkap sampah plastik di dua pulau tropis pasifik selatan.
ADVERTISEMENT
Ketika kelomang telah mati mereka akan mengeuarkan sinyal veromon yang ditangkap oleh kelomang lain bahwa ada banyak cangkang yang kosong. Namun hal ini menjadi boomerang bagi kelomang yang lain karena akan semakin banyak lagi kelomang yang akan terperangkap kematian dalam limbah plastik tersebut.
Menurut Prof Dwi Listyo Rahayu ahli Oceanologist “ jumlah kelomang yang ditemukan saat ini tergolong sedikit karena kurangnya explorasi di berbagai habitat dan ekosistem. Diperkuat lagi oleh data dari Kompas.id saat ini di dunia khusunya Indonesia mengalami penurunan keaneka ragaman jenis biota laut akibat perubahan lingkungan baik dari perilaku manusia maupun faktor alam.
Belajar Dari Kelomang
Hidup kelomang menurut saya seperti generasi milenial yang dimana kita susah untuk mendapatkan rumah baru karena system ekonomi dan gaya hidup sehingga menuntut kita untuk KPR , ngontrak atau ngekos. Dan jika ada rumah subsidi manusia akan saling berebut untuk mendapatkannya seperti halnya kelomang yang saling berebut untuk mendapatkan cangkang bekas yang kosong.
ADVERTISEMENT
Namun dari kelomang kita akan belajar tentang standart hidup dimana kehidupan yang ideal di buat oleh manusia yang merasa hidupnya tidak ideal. Kelomang mengajarkan kita bahwa standart hidup kitalah yang menciptakan, kelomang bisa menahan diri untuk tidak komsumtif yang menuruti keinginan dari pada kebutuhan, dibuktikan dengan kelomang yang kecil tidak akan berpindah dengan cangkang yang besar, sebab semakin besar cangkang yang di pakai bebannya pun semakin besar.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020