Indonesia Spice Up The World: Upaya Gastrodiplomasi Rempah-Rempah Tanah Air

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Udayana
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ida Ayu Made Adi Pradnya Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mother of Spices merupakan julukan yang sering diberikan kepada Indonesia karena kekayaan dan ragam rempah yang dimiliki. Masakan Indonesia memiliki aroma yang khas dan seringkali menonjolkan rasa rempah, menjadikannya sangat sulit untuk ditemukan di luar Indonesia.
Terdapat tujuh jenis rempah unggulan untuk diekspor, seperti Lada, Pala, Vanili, Cengkeh, Jahe, Kayu Manis, dan Kunyit. Hal ini menunjukkan bahwa, Indonesia memiliki potensi untuk memperkenalkan keunikan dan ciri khas masakan indonesia sebagai daya tarik wisata dan membangun nation branding.
Potensi ini tentunya tidak dilewatkan oleh Indonesia untuk mempromosikan kuliner dan rempah-rempah Indonesia di kancah internasional melalui program “Indonesia Spice Up the World”. Program ini sebagai sebuah gerakan nasional yang diusung pemerintah dengan tujuan meningkatkan nilai ekonomi dalam bidang pariwisata, perdagangan, maupun investasi melalui industri gastronomi.
Mengutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (2021), dalam program ini menargetkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri dan perkiraan nilai ekspor rempah-rempah Indonesia mencapai US$ 2 miliar. Melalui Indonesia Spice Up The World, diharapkan dapat berperan sebagai upaya Indonesia dalam meningkatkan pemasaran produk bumbu maupun pangan olahan dan juga rempah-rempah Indonesia.
Tidak hanya itu, program ini juga diharapkan dapat mengembangkan dan menguatkan restoran Indonesia di luar negeri, dengan kata lain sebagai bagian dari gastrodiplomasi restoran. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor pangan olahan, terutama bumbu rempah Indonesia.
Sejalan dengan upaya memperkenalkan keunikan dan kelezatan masakan Indonesia kepada dunia, terdapat empat pilar yang menjadi fokus dalam program Indonesia Spice Up The World, yaitu:
1. Rempah, Produk Bumbu, dan Pangan Olahan
2. Restoran Indonesia
3. Promosi kuliner
4. Indonesia Destinasi Kuliner
Melihat empat pilar tersebut, program ini tidak hanya sebagai sebuah kampanye promosi kuliner, tetapi juga berkaitan dengan sebuah upaya untuk menggabungkan elemen-elemen gastrodiplomasi.
Konsep gastrodiplomasi mengacu pada penggunaan makanan dan gastronomi sebagai sarana untuk mempromosikan budaya, citra, dan kepentingan nasional suatu negara yang merupakan bagian dari diplomasi. Program Indonesia Spice Up The World dapat dimanfaatkan pemerintah untuk membangun citra positif Indonesia di lingkungan internasional.
Selain itu, hal ini dapat dijadikan sebagai acuan Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan hubungan kerja sama yang lebih baik dengan para pengimpor rempah, meningkatkan industri kuliner dan meningkatkan marketplace lokal maupun global agar produk bumbu Indonesia dapat hadir secara konsisten dalam pasar global.
Program ini menjadi strategi yang tepat bagi Indonesia untuk mempercepat pelestarian, penyebarluasan dan pengembangan, serta promosi kuliner. Dalam hal ini, nilai ekspor diharapkan tidak hanya komoditi rempah kering, melainkan produk olahan bumbu siap pakai.
Tidak hanya berfokus pada promosi kuliner, program ini juga melibatkan elemen-elemen gastrodiplomasi lainnya. Misalnya, pembukaan restoran “Rempah” di Abu Dhabi sebagai dukungan dari Duta Besar RI dalam mempromosikan rempah-rempah serta masakan khas Indonesia.
Restoran ini mengusung slogan “Masakan Asli Indonesia” yang menawarkan berbagai menu kuliner khas Indonesia seperti rendang, nasi goreng, gulai, sate, hingga gado-gado. Selain makanan, restoran tersebut juga menghadirkan suasana tradisional Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat sebagai salah satu upaya Indonesia untuk menggunakan gastrodiplomasi dalam membangun hubungan diplomatik yang lebih kuat dengan negara lain.
Selain itu, melalui partisipasi dalam festival-festival kuliner internasional, pertukaran chef, dan kerja sama dengan institusi pendidikan dan industri kuliner di luar negeri turut menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan pengaruh budaya Indonesia melalui program Indonesia Spice Up The World.
Salah satu upaya yang akan akan dilakukan Indonesia yaitu festival yang akan diselenggarakan pada 25 Mei 2024 mendatang yang bertemakan “Indonesia, Spice Up Oslo”. Festival ini bertujuan untuk merayakan hubungan bilateral Indonesia dan Norwegia ke-74 dan menampilkan kuliner dan budaya terbaik Indonesia di Oslo melalui tema “Indonesia, Spice Up Oslo”.
Hal ini sebagai bentuk dukungan KBRI Oslo dalam upaya gastrodiplomasi Indonesia melalui program Indonesia Spice Up The World. Gastrodiplomasi tidak hanya terkait memperkenalkan makanan, tetapi juga tentang membagikan cerita, nilai, dan identitas budaya suatu bangsa. Melalui Indonesia Spice Up The World, Indonesia memiliki kesempatan untuk membangun citra Indonesia sebagai pusat kuliner global yang inovatif dan dinamis.
Indonesia memiliki kekayaan rempah-rempah yang sangat besar, menjadikannya dikenal sebagai “Mother of Spices”. Potensi ini menjadi landasan bagi program “Indonesia Spice Up The World” yang digagas pemerintah dalam mempromosikan keunikan masakan dan rempah Indonesia secara global.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi melalui pariwisata, perdagangan, dan investasi melalui gastronomi. Melalui keempat pilar program ini, yaitu rempah-rempah, restoran Indonesia, promosi kuliner, dan destinasi kuliner, Indonesia berusaha memperkuat posisinya dalam kancah internasional sebagai negara dengan kekayaan kuliner yang unik dan menarik.
Inisiatif seperti pembukaan restoran “Rempah” di Abu Dhabi maupun Festival Indonesia di Oslo menjadi contoh dari upaya nyata yang telah dilakukan untuk mendukung program ini. Melalui upaya-upaya seperti ini, diharapkan bahwa Indonesia dapat memperkuat citra positifnya di mata dunia, meningkatkan hubungan internasional, dan membuka peluang ekonomi baru dalam bidang kuliner dan rempah-rempah.
Dengan kata lain, bahwa Indonesia Spice Up The World menjadi salah satu langkah Indonesia untuk melakukan gastrodiplomasi.
