Bimbingan Konseling: Bukan Hanya Tempat Menegur, tetapi juga Merangkul

Mahasiswa aktif fakultas ekonomi
Tulisan dari Dea tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan pada dasarnya memiliki fungsi untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang, karena dalam jenjang pendidikan resmi seseorang akan melakukan interaksi dengan sesama sekalipun dengan latar belakang budaya, agama, suku, bangsa yang berbeda. Sehingga seseorang harus menyesuaikan diri dengan situasi sosial yang berbeda-beda (Nasution, 1995).
Pada dasarnya sekolah tidak hanya sebuah lembaga yang memberikan pengetahuan secara teoritis namun juga sebagai tempat untuk menambah nilai-nilai akhlak, pemahaman atas karakter dan diri sendiri, serta penyesuaian diri siswa dengan lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan belajar mengajar, siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal melalui kelas, namun juga informal dengan belajar secara kelompok, demokrasi kelas dengan struktur organisasi serta berbagai macam praktik yang memberikan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat.
Salah satu upaya pendidikan di Indonesia dalam pemahaman dan pembentukan karakter siswa adalah dengan menyediakan konseling pada setiap sekolah mulai dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dimana terdapat ruangan konseling dengan istilah ruang bimbingan konseling (BK) yang dijalankan oleh guru BK.
Perlu diketahui bahwa pengertian dari bimbingan dan konseling merupakan suatu hal yang berbeda, bimbingan adalah proses memberikan bantuan kepada konseling dalam hal pencegahan. Definisi bimbingan merupakan kegiatan pemberian bantuan dari seseorang yang professional dalam bidang (dalam hal ini pembimbing) kepada seseorang atau kelompok yang memang menemukan permasalah dalam diri mereka dan lingkungan sekitar, bimbingan dilakukan sebagai tahap pembukaan diri seseorang atau kelompok untuk mengenal diri mereka dan mau untuk setidaknya terbuka pada diri sendiri. Sedangkan konseling adalah proses yang berlangsung dalam membantu seseorang yang sedang mengalami kesulitan atau masalah namun tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri, konseling dilakukan oleh seorang pekerja profesional yang pelatihan dan pengalamannya telah memenuhi syarat untuk membantu seseorang mencapai solusi untuk berbagai jenis masalah pribadi dan kesulitan yang mereka hadapi (Shartzer dan Stone, 1986).
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan pengertian jika bimbingan konseling di sekolah adalah suatu bentuk proses pemberian bantuan oleh seorang ahli (guru BK) kepada para siswa untuk mencegah dan membantu segala permasalahan yang terjadi baik didalam maupun luar sekolah, dengan tujuan sebagai wadah para siswa untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.
Image Bimbingan Konseling di Sekolah
Kaitannya dengan image bimbingan konseling di sekolah-sekolah, selama ini bimbingan sekolah dikenal sebagai tempat dan menyeramkan dan image yang kurang menyenangkan bagi para siswa.
Bimbingan konseling selalu dijadikan tempat untuk mengatur dan menghukum siswa-siswa yang bermasalah, menyesuaikan dan melakukan pengawasan terhadap aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pihak sekolah, selama ini image ruangan BK selalu menjadi salah satu tempat yang dihindari dalam sekolah.
Tidak hanya ruangan BK yang memiliki image kurang bagus, sosok guru BK juga seringkali disegani oleh para siswa karena kebiasaan mereka yang menertibkan siswa dan menghukum membuat banyak siswa yang enggan untuk berhubungan dan berinteraksi dengan guru BK.
Peran Bimbingan Konseling Bagi Siswa
Bimbingan konseling seharusnya bukan hanya tempat untuk menegur maupun menghukum siswa-siswa yang memiliki masalah, namun juga sebagai tempat untuk merangkul siswa dalam menyelesaikan masalah mereka baik di dalam maupun luar sekolah dan juga sebagai tempat siswa untuk curhat masalah pribadi mereka.
Guru BK harus memiliki dualisme peran disisi lain, mereka juga harus mengatur siswa serta pada sisi lain mereka juga harus berperan sebagai seseorang yang ada dan diperlukan ketika siswa memiliki permasalahan dalam hidup mereka, seperti masalah pribadi siswa dengan keluarga, masalah siswa dengan teman serta mampu mengarahkan minat dan bakat siswa.
Salah satu contoh ringan dari peran ruangan bimbingan konseling adalah mampu mengarahkan siswa untuk memilih jurusan kuliah yang sekiranya mereka minati dan kuasai karena permasalahan salah jurusan kerap kali ditemui oleh mahasiswa atas dasar ketidakmampuan mereka dalam menentukan bidang yang mereka sukai dan kuasai selama menjalani sekolah, disertai dengan kurangnya pengarahan dari pihak luar.
Padahal pemilihan jurusan kuliah yang sesuai dengan minat dan bidang sangatlah penting, karena jurusan kuliah akan menentukan seperti apa karier dan potensi kehidupan kedepan (Slameto, 2015). Ketika siswa memilih jurusan yang sesuai dengan minat maka mereka akan dapat menjalaninya dengan penuh rasa suka dan antusias. Sebaliknya jika mereka memilih jurusan dengan asal-asalan akan menumbuhkan masalah bagi siswa, sebab siswa akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kurikulum akademi yang nantinya dapat memicu terjadinya academic stressor, dimana peristiwa adalah perasaan tidak nyaman, frustasi dan putus asa karena tidak mampu untuk mengikuti pembelajaran akademik (Rahmadani, 2014).
Selain itu peran dan fungsi ruangan konseling juga menjadi tempat pencegahan aktivitas-aktivitas yang nantinya akan mengancam dan merugikan siswa seperti perundungan (bullying), senioritas antara kakak kelas dengan adek kelas, dan masih banyak keuntungan lain yang akan didapatkan baik untuk pihak sekolah maupun siswa.
Ketika peran dan fungsi ruangan bimbingan konseling dimanfaatkan dengan baik, hal ini akan memberikan banyak pengaruh pada pihak sekolah. Keterbukaan siswa kepada guru BK akan menjadi kontrol dan pengawasan guru BK terhadap anak murid mereka.
Diharapkan pemerintah khususnya dalam pengelolaan pendidikan mampu untuk merubah bentuk dan image ruangan bimbingan konseling serta merubah citra guru BK bukan menjadi pribadi yang dihindari oleh para siswa, namun justru sebaliknya guru BK adalah orang yang paling sering dicari dan bersinggungan langsung dengan para siswa.
Ruangan bimbingan konseling juga seharusnya menjadi tempat yang aktif untuk para siswa untuk menyampaikan keluh kesahnya, juga menjadi tempat mereka mencari dan menemukan jati diri. Karena banyak diantara siswa yang bahkan belum pernah sama sekali masuk ke ruangan BK dari masuk sekolah hingga lulus, padahal ruangan ini memiliki banyak sekali nilai fungsi dan manfaat. Karena pada dasarnya peran sekolah bukan hanya memberikan pengetahuan dan pengajaran secara formal namun juga sebagai tempat untuk pembentukan karakter siswa.
Daftar Bacaan
Shertzer, B. dan Stone, S. C. (1968). Fundamentals of Counseling (2nd ed.). Houghton Mifflin Company.
Rahmadani, C. S. M. (2014). Hubungan antara Sense of Humor dengan Stress Akademik pada Siswa Kelas Akselerasi SMA Negeri 1 Bireuen [Universitas Medan Area]. https://repositori.uma.ac.id/jspui/bitstream/123456789/873/5/108600054_file5.pdf
Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Nasution, S. (1995). Sosiologi Pendidikan (Ed.Rev. ce). Bumi Aksara.
