Mengapa Banyak Orang Suka Ngobrol dengan Hewan Peliharaan?

communication science students at Pamulang University
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dea Arlia Agustina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalian pernah gak sih sering mengajak kucing atau hewan peliharaan kalian ngobrol, seolah mereka paham dengan apa yang kita omongin? Kalian pernah gak sih cerita cerita mulai dari cerita capek kerja, curhat soal kuliah, sampai sekadar komentar kecil seperti “kamu lucu banget sih.” Meski terdengar sepele, kebiasaan ini ternyata cukup umum dan wajar terjadi.
Karna dalam kajian psikologi, berbicara dengan hewan peliharaan bukanlah tanda kesepian atau gangguan mental. Justru, hal ini berkaitan dengan kebutuhan manusia untuk mengekspresikan emosi. Hewan peliharaan memberi rasa aman karena tidak menghakimi, tidak menyela, dan selalu hadir dengan respons nonverbal yang menenangkan.
Saat berbicara dengan hewan, seseorang sebenarnya sedang mengolah pikirannya sendiri dan menata perasaan, meredakan stres, dan mencari kelegaan emosional. Tak heran jika banyak orang merasa lebih tenang setelah “mengobrol” dengan peliharaannya.
Dalam kehidupan modern sekarang yang serba cepat, gak semua orang memiliki ruang aman untuk bercerita. Media sosial sering kali menuntut citra tertentu, sementara lingkungan sekitar belum tentu selalu bisa memahami. Dalam kondisi seperti ini, hewan peliharaan hadir sebagai teman yang konsisten dan memberi kenyamanan emosional.
Pada akhirnya, ngobrol dengan hewan peliharaan adalah bentuk empati dan kebutuhan komunikasi manusia yang wajar. Selama tidak menggantikan hubungan sosial dengan sesama manusia, kebiasaan ini justru bisa membantu menjaga kesehatan mental dan keseimbangan emosi dalam kehidupan sehari-hari.
