Konten dari Pengguna

Bijak Dalam Menggunakan Antibiotik! Fahami Dan Cegah Resiko Resistensi!

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dea Damayati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik ( Sumber : https://app.leonardo.ai/image-generation )
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik ( Sumber : https://app.leonardo.ai/image-generation )

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Obat jenis antibiotik sering kita temui di apotik-apotik bahkan di warung pun juga pernah kita temui. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat yang masih minim terkait antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu ancaman serius, yaitu resistensi antibiotik.

Apakah itu resistensi antibiotik?

Resistensi antibiotik adalah kondisi dimana ketika bakteri menjadi kebal terhadap obat-obatan yang dirancang untuk membunuhnya, sehingga infeksi yang sebelumnya mudah diobati menjadi sulit atau bahkan tidak dapat disembuhkan.

Mengapa itu terjadi?

Salah satunya dikarenakan adanya anggapan yang salah bahwa antibiotik adalah obat dari semua jenis penyakit. Selain itu juga resistensi antibiotik disebabkan dari tenaga kesehatan yang meresepkan antibiotik secara berlebihan.

Dampak Resistensi Antibiotik

Resistensi antibiotik membawa dampak yang sangat serius, baik bagi individu maupun masyarakat. Beberapa dampaknya meliputi:

  1. Peningkatan risiko kematian : Infeksi yang resisten terhadap antibiotik lebih sulit diobati, sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius dan kematian.

  2. Biaya pengobatan lebih tinggi : Pasien dengan infeksi resisten membutuhkan perawatan lebih lama dan obat-obatan yang lebih mahal.

  3. Ancaman kesehatan masyarakat : Berkurangnya produktivitas masyarakat karena sering sakit.

Bagaimana peran masyarakat dalam melakukan pengendalian resistensi antibiotik?

Ilustrasi pola hidup sehat ( sumber : https://www.freepik.com )
  1. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

    Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengonsumsi makanan bergizi dapat mencegah infeksi, sehingga mengurangi kebutuhan penggunaan antibiotik.

  2. Menggunakan antibiotik secara BIJAK, yaitu :

Ilustrasi konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan antibiotik ( sumber : https://www.freepik.com )
  • B – Beli antibiotik hanya dengan resep dokter

    Antibiotik termasuk golongan obat keras. Jangan gunakan resep lama meskipun gejala penyakitnya dirasakan sama dengan sakit yang sebelumnya.

  • I – Ikuti petunjuk penggunaan antibiotik dari dokter

    Ikuti aturan pemberian, dosis/takaran, berapa kali pemberian per hari, dan lama waktu antibiotik tersebut harus dihabiskan. Perhatikan juga keutuhan kemasan, petunjuk penyimpanan dan tanggal kadaluwarsa.

  • J – Jeli bertanya kepada dokter mengenai penyebab penyakit dan kebutuhan antibiotik.

  • A – Awasi penggunaan antibiotik di rumah

    Awasi penggunaan antibiotik di rumah. Jangan memberikan antibiotik kepada orang lain meskipun gejalanya sama. Habiskan antibiotik meskipun gejala penyakit sudah menghilang.

  • K – Konsultasikan ke dokter jika sakit lebih dari tiga hari

    Penyakit seperti flu, batuk, dan demam umumnya tidak membutuhkan antibiotik, cukup minum obat pereda gejala, istirahat dan konsumsilah makanan bergizi.

Penggunaan antibiotik secara bijak harus dimulai dari kesadaran diri. Dengan memahami risiko resistensi antibiotik dan mengedukasi diri sendiri serta lingkungan sekitar, kita dapat mencegah masalah ini berkembang lebih luas.

Ingat, kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan.

Dea Damayati, Mahasiswi Univesitas Pamulang