Petakan Timbulan Sampah, KKN Undip Kenalkan Teknologi Pengelolaan Sampah
Tulisan dari Deana Zahira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Demak – Tim II KKN-T IDBU 30 Universitas Diponegoro (Undip) melakukan pemetaan titik timbulan sampah di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kegiatan ini dilaksanakan pada 1–7 Juli 2026 sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi dan persebaran permasalahan sampah di wilayah desa.
Pemetaan dilakukan melalui observasi dan penelusuran langsung ke sejumlah wilayah Desa Sriwulan. Mahasiswa mengidentifikasi lokasi yang menjadi sumber maupun titik penumpukan sampah, kemudian mencatat dan mendata setiap titik berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Data hasil observasi selanjutnya divisualisasikan dalam bentuk pemetaan untuk memberikan gambaran mengenai persebaran titik timbulan sampah. Pemetaan ini juga menjadi dasar dalam melihat wilayah yang berpotensi membutuhkan perhatian lebih dalam pengelolaan sampah.
Selain memetakan titik timbulan, Tim KKN-T IDBU 30 Undip turut melakukan penitikan lokasi teknologi pengelolaan sampah melalui Google Maps dan Pembuatan Peta. Teknologi yang dipetakan meliputi komposter Galon dan budidaya maggot sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah organik di Desa Sriwulan.
Komposter dimanfaatkan sebagai alternatif pengolahan sampah organik rumah tangga, sedangkan budidaya maggot digunakan untuk membantu mengolah sampah organik melalui proses biokonversi. Keberadaan kedua teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan pengelolaan sampah yang lebih sederhana dan dapat dilakukan di tingkat masyarakat.
Pemetaan ini diharapkan dapat menjadi data pendukung bagi masyarakat dan pemerintah Desa Sriwulan dalam memahami kondisi persampahan sekaligus menentukan strategi pengelolaan sampah yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemetaan timbulan sampah serta pengenalan teknologi komposter galon dan budidaya maggot sebagai upaya mengurangi dan mengolah sampah organik sejak dari sumbernya, sekaligus menjadi rangkaian program KKN-T IDBU 30 Undip yang mengusung pemanfaatan sampah organik menjadi sesuatu yang lebih bernilai di Desa Sriwulan.

