Konten dari Pengguna

Serat Makanan : Penyelamat Kesehatan Tubuh yang Sering Terabaikan

deanadila23

deanadila23

Mahasiswa aktif Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari deanadila23 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Serat Makanan (Dietary Fiber) (Sumber: Gambar Milik Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Serat Makanan (Dietary Fiber) (Sumber: Gambar Milik Pribadi)

Apa Itu Serat Makanan (Dietary Fiber)?

Serat makanan (dietary fiber) adalah komponen penting dari bahan pangan nabati yang tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan, dikarenakan tidak adanya enzim yang dapat mencerna serat. Walaupun serat tidak banyak memberikan nilai gizi, tetapi serat memiliki fungsi penting bagi kesehatan tubuh yang tidak dapat digantikan oleh zat lainnya. Selain itu, serat makanan juga mempunyai pengaruh positif terhadap metabolisme manusia (Zahra., 2023).

Sumber Makanan Kaya Akan Serat

Menurut Mujianto et al. (2023) menyatakan bahwa makanan kaya akan serat dianggap sebagai makanan fungsional, karena diketahui sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, terutama penderita penyakit degeneratif (kanker, diabetes, hipertensi, jantung, osteoporosis, dll). Sumber serat terbaik berasal dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan. Berikut beberapa sumber serat makanan yang mudah kita temui dan kaya akan manfaat yaitu:

  • Wortel, memiliki banyak manfaat seperti mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, mencegah stroke, menjaga kesehatan mata dan kulit serta meningkatkan kekebalan tubuh.

  • Buncis, merupakan sayuran hijau yang rendah kalori, sedikit natrium, kolestrol dan lemak jenuh yang menjadikan pilihan alami untuk membantu menurunkan berat badan. Kandungan serat pada buncis juga dapat membantu memperlancar proses pencernaan, menjaga kesehatan tubuh dan mendukung berat badan yang ideal

  • Kacang Merah, kandungan karbohidrat kompleks dan serat yang tinggi pada kacang dapat membantu menurunkan kadar kolestrol dan gula darah serta dapat mencegah diabetes.

  • Buah Naga, memiliki kandungan serat yang dapat menurunkan risiko kanker usus, mencegah obesitas, menurunkan kolestrol, dan membantu program diet.

  • Strawberry, memiliki kandungan serat tidak larut sebagai absorben yang dapat mempeerlancar sistem eskresi serta dapat mencegah perubahan asam empedu menjadi senyawa berbahaya penyebab kanker.

Peran Serat Dalam Kesehatan Tubuh

Berikut peran serat pada kesehatan tubuh yaitu:

  • Membantu menurunkan berat badan atau diet, dimana serat dapat menahan air dan membentuk suatu cairan kental di dalam saluran pencernan yang memberikan efek rasa kenyang yang lebih lama sehingga mencegah untuk makan lebih banyak.

  • Membantu menurunkan kolestrol, dimana serat dapat berperan sebagai pengikat kolestrol dan asam empedu yang berpengaruh terhadap sirkulasi enteroheptik kolestrol

  • Mencegah kanker

  • Mencegah sambelit

  • Mengurangi gangguan sistem pencernaan

  • Mencegah diabetes, dan lain-lain.

Dampak Kurangnya Asupan Serat Bagi Kesehatan Tubuh

Menurut anjuran dari Kementerian Kesehatan RI Tahun 2019 bahwa kebutuhan serat pada bayi 6-11 bulan yaitu 11 gram/hari, anak 1-9 tahun yaitu 19-23 gram/hari, remaja laki-laki 10-18 tahun sebanyak 28-37 gram/hari, remeja perempuan 10-18 tahun sebanyak 27-29 gram/hari, dewasa laki-laki usia 19-49 tahun sebanyak 36-37 gram/hari, sedangkan 30-32 gram/hari untuk dewasa wanita.

Salah satu dampak apabila kurangnya asupan serat dalam tubuh dapat mengakibatkan risiko gangguan pencernaan seperti konstipasi atau kondisi dimana intensitas buang air besar kurang dari 3 kali seminggu, yang dapat menyebabkan feses menjadi keras dan kering serta terganggunya pola defakasi. Selain itu, kurangnya asupan serat dalam tubuh dapat memicu terjadinya konsumsi pangan tinggi kalori dan lemak secara berlebihan yang dapat menyebabkan obesitas atau overweight (Ruslie dan Darmadi, 2012).

Referensi

Irene., Sefi., Ivo., dan Via. 2021. Diet Sehat Dengan Makanan Tinggi Serat. Jakarta: Guepedia

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Mujianto, M., Harahap, B., Robbany, M. D., dan Sebayang, N. S. 2023. Serat Makanan Sebagai Sumber Makanan Fungsional yang Baik (Thoyyib) Bagi Pencernaan. E-Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Teknologi Pangan. Vol. 12(2): 7-13.

Ruslie, R. H., dan Darmadi. 2012. Analisis Regresi Logistik untuk Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Remaja. Majalah Kedokteran Andalas. Vol. 36(1): 62-72.

Zahra, N. I. 2023. Perilaku Konsumsi Serat Pada Mahasiswa Angkatan 2020 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Tahun 2023. Jurnal Kesehatan. Vol. 1(1): 177-185.