Jurnalis Senior Meksiko Mati Dibunuh

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Javier Valdez (Foto: Twitter/@jvrvaldez)
zoom-in-whitePerbesar
Javier Valdez (Foto: Twitter/@jvrvaldez)

Javier Valdez, seorang jurnalis senior spesialisasi penjualan narkoba dan kejahatan terorganisir dibunuh di Sinaloa, Meksiko pada Senin (15/5). Negara tersebut merupakan salah satu negara yang paling berbahaya di dunia untuk pekerja media.

Valdez merupakan jurnalis kelima yang dibunuh di Meksiko dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, seorang reporter yang serupa dengan Valdez, Regina Martinez, dibunuh pada 2012.

Pejabat Sinaloa yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan Valdez terbunuh di ibu kota negara bagian, Culiacan, dekat dengan kantor Riodoce, kantor media yang dia dirikan.

Riodoce turut memberikan pernyataan di lawan website atas peristiwa tersebut. Valdez saat itu disebut sedang mengemudikan mobilnya sekitar satu blok dari kantornya. Tiba-tiba dia dicegat oleh kelompok orang bersenjata.

Lokasi pasca pembunuhan Javier Valdez (Foto: AP Photo/Rebecca Blackwell)
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi pasca pembunuhan Javier Valdez (Foto: AP Photo/Rebecca Blackwell)

Valdez meninggalkan karya "Narcoperiodismo" dan "Los Morros del Narco" yang mencatat kehidupan dunia narkotika para pemuda Meksiko. Selain itu, dia juga merupakan koresponden untuk surat kabar nasional La Jornada.

Sebelum meninggal, Komite Perlindungan Jurnalis pernah mewawancarai Valdez. Dia mengatakan tinggal di Sinaloa adalah ancaman, dan menjadi jurnalis menambah ancaman tersebut. "Kami belajar bagaimana caranya hidup berkali-kali saat peluru terbang di sekitar kita," ujar Valdez saat itu.

Menurut Komite Perlindungan Jurnalis yang berbasis di New York, seorang oknum tak dikenal juga pernah melemparkan sebuah granat ke kantor Riodoce pada 2009. Teror tersebut terjadi setelah Riodoce mempublikasikan sebuah penyelidikan tentang perdagangan narkoba. Namun beruntung, peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa.

Negara bagian Sinaloa merupakan sarang perdagangan manusia, bahkan "istana" bagi gembong narkoba terkenal Joaquin "El Chapo" Guzman yang kini mendekam di balik juruji besi di New York.

Menurut Komite Perlindungan Jurnalis, 40 wartawan Meksiko telah terbunuh yang dipastikan terkait dengan pekerjaan mereka sejak tahun 2012. 50 orang lainnya terbunuh tanpa alasan yang jelas.

Javier Valdez (Foto: Twitter/@jvrvaldez)
zoom-in-whitePerbesar
Javier Valdez (Foto: Twitter/@jvrvaldez)