Korea Utara Cek Atmosfer, Jepang Cek Helm: Ancaman Nuklir yang Makin Nyata

Hubungan Internasional (Universitas Cenderawasih)
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dear Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dari Uji Coba Rudal ke Revisi Strategi Pertahanan Jepang

Ketika Korea Utara kembali melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik dengan dalih “cek atmosfer”, dunia kembali disadarkan pada kenyataan pahit bahwa ancaman perang nuklir belum sepenuhnya berlalu. Rezim Pyongyang, di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, terus menunjukkan agresi militernya. Tahun demi tahun, mereka menyempurnakan teknologi nuklir dan sistem peluncuran rudal jarak jauhnya. Jepang, sebagai tetangga terdekat, merespons dengan meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan dan memperkuat aliansi strategisnya, terutama dengan Amerika Serikat.
Uji Coba Nuklir Korea Utara: Provokasi yang Berulang
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kekuatan nuklir negaranya. Dalam kunjungannya ke fasilitas nuklir pada awal 2025, Kim menyatakan bahwa program nuklir Korea Utara akan terus berlanjut "tanpa batas waktu" . Pernyataan ini memperkuat posisi Pyongyang yang melihat senjata nuklir sebagai alat utama untuk mempertahankan kedaulatan dan menanggapi ancaman eksternal.
Jepang: Dari Pasifisme Menuju Kesiapsiagaan Aktif
Jepang, yang selama ini menganut prinsip pasifisme pasca-Perang Dunia II, kini menghadapi dilema keamanan yang kompleks. Buku Putih Pertahanan Jepang 2023 menyatakan bahwa "kegiatan militer Korea Utara menimbulkan ancaman yang lebih serius dan mengancam keamanan nasional Jepang daripada sebelumnya" . Menanggapi hal ini, Jepang meningkatkan anggaran pertahanannya dan memperkuat sistem pertahanan rudal, termasuk integrasi sistem THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) dan Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3).
Aliansi Strategis: Jepang dan Amerika Serikat
Dalam menghadapi ancaman yang meningkat dari Korea Utara, Jepang mempererat kerja sama militernya dengan Amerika Serikat. Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman, menegaskan bahwa "komitmen AS terhadap keamanan Korea Selatan dan Jepang adalah berlapis besi," dan bahwa AS akan menggunakan berbagai kemampuan pertahanan, termasuk nuklir, untuk melindungi sekutunya .
Ketegangan di Asia Timur: Dampak yang Lebih Luas
Meskipun fokus utama adalah hubungan antara Jepang dan Korea Utara, ketegangan ini juga mempengaruhi stabilitas kawasan Asia Timur secara keseluruhan. Korea Selatan, misalnya, merasa semakin terancam oleh provokasi Korea Utara. Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, menyatakan bahwa "Korea Utara secara konsisten mengembangkan dan meningkatkan senjata nuklirnya dan menimbulkan ancaman nuklir tidak hanya bagi Republik Korea kita tetapi juga dunia" .
Oleh: Dear Setiawan
Daftar Pustaka
Choi, J. H. (2021). North Korea’s advanced nuclear weapons and US extended deterrence for South Korea: An assessment based on nuclear deterrence theory. Journal of the Asia-Japan Research Institute of Ritsumeikan University, 3, 82–109.
Nakato, S. (2020). Security cooperation between Japan and South Korea on the North Korean nuclear threat: Strategic priorities and historical issues. Pacific Focus, 35(2), 307–333.
Suzuki, K. (2018, March 26). Japan's view of the North Korean threat. Istituto Affari Internazionali.
Toki, M. (2009, June 3). Japan’s evolving security policies: Along came North Korea’s threats. Nuclear Threat. Initiative.
Rozman, G. (2011). The Japanese response: The nuclear crisis. In Strategic Thinking about the Korean Nuclear Crisis (pp. 145–167). Palgrave Macmillan.
