Si Arang Briket dari Kendal, Merajai Ekspor Internasional

Saya adalah mahasiswi aktif S1 Akuntansi, UPN Veteran Jakarta.
Tulisan dari dearizkymulyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berawal dari coba-coba, produk Indonesia malah mendunia. Siapa yang tak kenal dengan arang briket Indonesia? Meskipun pasarannya tidak laku di negaranya sendiri, produk ini malah laris dipasar internasional. Produk ini merupakan hasil olahan dari daerah Kendal, Jawa Tengah. Arang briket adalah salah satu produk UMKM Indonesia yang keberadaannya sudah dikenal kancah internasional. Arang briket juga merupakan salah satu bentuk energi yang terbarukan yang digunakan untuk pengganti bahan bakar yang cukup optimal untuk mempertahankan nyala api.
Arang ini mulai mendunia pada beberapa tahun belakangan ini. Produk briket ini merupakan produk terbaik di kelas internasional. Arang ini pun sangat dicintai masyarakat internasional karena banyak kelebihannya. Arang briket ini pada umumnya digunakan untuk memanggang bahan makanan, kebutuhan ruang spa, dan beberapa negara juga menggunakannya untuk keperluan rokok pipa.
Negara Tujuan Arang Briket Indonesia
Banyak negara maju mengimpor produk ini dari Indonesia. Negara-negara tersebut diantaranya, Timur Tengah, Eropa, Korea, Amerika, Jepang, Cina, dan masih banyak negara tujuan lainnya. Di negara Timur Tengah produk ini biasa digunakan untuk memanggang bahan makanan dan keperluan rokok pipa. Di Eropa, Korea, dan Amerika produk ini biasa digunakan untuk penghangat ruangan dan juga memanggang bahan makanan. Sedangkan di negara Jepang dan Cina produk ini biasa digunakan untuk keperluan ruang spa.
Saat ini penjualan arang briket dilakukan secara ekspor dengan menggunakan kurs mata uang asing. Harga arang briket ini jika sudah masuk pasar internasional dapat mencapai pada kisaran harga Rp18.590 per kilonya. Ekspor briket ini juga sudah dapat mencapai ratusan ton per bulannya. Ekspor tersebut biasanya melalui jalur laut dengan dikemas menggunakan peti kemas besar. Pada tahun 2020 saja sudah tercatat sekiranya 19 peti kemas yang berangkat menuju Rusia, Ukraina, dan Moldova. Dan pada tahun ini pun ekspor arang briket ini telah melakukan perdagangan perdananya ke Jepang dengan nilai transaksi mencapai USD 19.200.
Dampak Mendunianya Arang Briket Indonesia
Mengutip dari jurnal yang diterbitkan oleh Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI, produksi arang briket ini dapat menghasilkan devisa yang bernilai 6,7 triliun per tahunnya. Bisnis ini dinilai sangat menguntungkan bagi pemilik bisnis dan juga bagi negara Indonesia sendiri. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa bisnis ini harus berjalan secara berkelanjutan. Terlepas dari devisa yang dapat dihasilkan, ada satu keuntungan yang sangat menguntungkan juga. Keuntungan tersebut yaitu, dengan bekerja samanya Indonesia dengan negara-negara asing dapat membuat nama Indonesia dikenal di kancah internasional dan ini juga merupakan panggung bagi negara kita sendiri.
Produksi Arang Briket Indonesia
Arang briket ini diproduksi di daerah Kendal, Jawa Tengah. Arang briket Indonesia kebanyakan terbuat dari limbah tempurung kelapa. Namun bukan menutup kemungkinan bahwa ada bahan lain yang bisa dijadikan bahan utama untuk proses produksi arang briket ini. Pada umumnya proses produksi produk ini pun cukup melalui perjalanan yang panjang karena akan melewati beberapa tahap seperti :
Proses pengarangan
Proses pemberian tepung
Proses pencampuran media
Proses pencetakan
Menurut pendapat Hendra, 2007 yang dituangkan di dalam jurnal penelitiannya, cara pembuatan arang briket dapat diuraikan berdasarkan tahapan berikut.
Membakar bahan mentah yang telah dipotong-potong dengan kiln yang dimodifikasi dan akan dihentikan jika asap hasil pembakaran berwarna kebiruan.
Selanjutnya arang yang diperoleh dari hasil pembakaran selanjutnya digerus dan disaring sesuai ukuran filter yang dibutuhkan.
Kemudian serbuk arang dengan ukuran tertentu dicampur dengan bahan pengikat dalam jumlah yang telah ditentukan.
Selanjutnya arang briket yang telah tercampur dengan bahan pengikat tersebut kemudian dikompresi dan dibentuk sesuai dengan yang diinginkan.
Setelah pengepresan, arang briket yang terbentuk kemudian dikeringkan. Pengeringan tergantung kebutuhan. Pengeringan dapat dilakukan di dalam ruangan atau di bawah sinar matahari.
Setelah kering, arang dikemas sesuai keinginan dan siap dijual.
Keuntungan Menggunakan Produk Arang Briket Indonesia
Penggunaan arang briket sangat memberikan banyak keuntungan daripada penggunaan energi lainnya. Azan (1998) mengungkapkan pendapatnya bahwa keuntungan penggunaan arang briket terletak pada biaya untuk membeli arang briket jauh lebih murah dibanding harus membeli minyak bumi dan energi lainnya. Selain karena biayanya, waktu penyalaan api produk Indonesia ini juga jauh lebih lama dibanding produk dari negara pesaing contohnya Filipina, penggunaan arang ini juga jauh lebih aman, serta mudah disimpan dan dipindahkan.
Ada beberapa keunikan yang menaikkan nilai jual arang briket Indonesia di kancah internasional. Keunikan tersebut diantaranya adalah abu bekas bakarannya berwarna putih dan bara apinya sangat berpijar. Masyarakat Timur Tengah sangat mengutamakan spesifikasi arang yang bara apinya berpijar. Sedangkan masyarakat Eropa sangat mengutamakan arang yang kalorinya tinggi.
Selain itu, kelebihan yang harus kita fokuskan lagi adalah di bagian pengemasan. Produk Indonesia ini dinilai mempunyai pengemasan yang cukup baik untuk kelas internasional. Dari segi pengemasan ini juga yang akan menyebabkan kenaikan harga jual dari produk ini. makin bagus pengemasan dari suatu produk, maka akan semakin tinggi juga nilai jualnya.
Dengan semakin tingginya tingkat penjualan arang briket pada pasar internasional ini sangat menguntungkan sekali bagi Indonesia. Di samping kenaikan devisa yang dihasilkan, dari produk ini juga nama Indonesia akan semakin dikenal kancah internasional. Penjualan ini tentunya juga perlu didukung oleh pemerintah Indonesia agar produk ini dapat terus bertengger di kancah internasional. Dari kelebihan yang dimiliki oleh dan kemungkinan keuntungan devisa yang akan diperoleh, bisnis ini harus terus berlanjut dengan didukung oleh limbah serabut atau batok kelapa yang melimpah.
