Dulu Diceritakan, Sekarang Diviralkan: Nasib Cerita Rakyat di Era Digital

Mahasiswa Universitas Pamulang jurusan Akuntansi yang tertarik berbagi informasi serta menuangkannya melalui tulisan yang informatif, ringan, dan mudah dipahami.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari debbi nuril khasanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerita rakyat merupakan salah satu bagian dari warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di dalamnya tidak hanya terdapat cerita sebagai hiburan, tetapi juga nilai moral, norma, sejarah, dan identitas budaya masyarakat. Penelitian mengenai cerita rakyat Jawa Timur menyebutkan bahwa cerita rakyat memiliki nilai yang masih berguna bagi generasi muda, termasuk dalam membantu mempertahankan identitas sebagai bangsa Indonesia.
Namun, cara generasi muda mengenal cerita rakyat mulai mengalami perubahan. Cerita yang dahulu lebih sering disampaikan secara lisan atau melalui buku kini harus bersaing dengan berbagai bentuk hiburan digital. Dalam penelitian tentang cerita rakyat Jawa Timur, remaja di Surabaya dan sekitarnya disebut cenderung kurang tertarik karena penyajian cerita rakyat dianggap kurang menarik bagi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya ceritanya yang perlu dipertahankan, tetapi cara penyampaiannya juga perlu menyesuaikan perkembangan zaman.
Perkembangan teknologi kemudian membuka cara baru untuk memperkenalkan cerita rakyat. Cerita dapat dikemas menjadi komik digital, video, animasi, maupun konten media sosial. Salah satu penelitian bahkan merancang digital comic sebagai media edukasi cerita rakyat Jawa Timur agar cerita tersebut lebih menarik bagi remaja. Artinya, teknologi tidak selalu menjadi ancaman bagi keberadaan cerita rakyat, tetapi juga dapat menjadi media untuk membuatnya lebih dekat dengan generasi sekarang.
Media sosial juga memberikan kesempatan bagi cerita rakyat untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Penelitian mengenai pemanfaatan media sosial untuk cerita rakyat menemukan bahwa platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok dapat digunakan untuk menghadirkan video pendek, animasi, maupun pertunjukan digital sehingga dapat meningkatkan ketertarikan terhadap cerita rakyat. Penelitian lain mengenai cerita rakyat dalam konten Instagram juga menunjukkan bahwa media sosial dapat mempertemukan karya sastra dan budaya dengan masyarakat melalui foto, caption, dan cerita yang dibagikan secara digital.
Menariknya, digitalisasi bukan hanya membuat cerita rakyat lebih mudah ditemukan, tetapi juga dapat membantu menyampaikan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Penelitian terhadap cerita anak bermuatan budaya di aplikasi Literacy Cloud menemukan sembilan nilai karakter, di antaranya kerja keras, mandiri, kreatif, rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan kejujuran. Hal ini menunjukkan bahwa ketika cerita budaya dipindahkan ke media digital, nilai yang terkandung di dalam cerita tetap dapat disampaikan kepada pembaca.
Meski begitu, menjadi viral bukan berarti cerita rakyat otomatis berhasil dilestarikan. Adaptasi ke media digital tetap perlu memperhatikan identitas dan nilai budaya yang terkandung di dalam cerita. Penelitian tentang pelestarian cerita rakyat Indonesia melalui basis data digital, misalnya, merekomendasikan dokumentasi dalam bentuk teks, audio, dan video agar cerita rakyat dapat disimpan sekaligus diakses oleh generasi berikutnya.
Pada akhirnya, perubahan zaman memang membuat cara manusia bercerita ikut berubah. Jika dahulu cerita rakyat disampaikan dari mulut ke mulut, sekarang cerita yang sama dapat berpindah dari layar ke layar hanya dalam hitungan detik. Tantangannya adalah bagaimana membuat cerita rakyat tetap menarik tanpa menghilangkan nilai budaya di dalamnya. Dengan memanfaatkan media digital secara tepat, cerita rakyat tidak harus berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi masih dapat hidup dan dikenal oleh generasi yang tumbuh di era digital.
Sumber:
Susanto, J. I., & Sutanto, R. P. (2021). Strategi Perancangan Digital Comic sebagai Media Edukasi Cerita Rakyat Jawa Timur bagi Remaja Usia 12–18 Tahun. Nirmana, 21(2), 73–79.
Sayekti, O. M., Sujarwo, & Chang, Y. Y. (2022). Pendidikan karakter melalui digitalisasi cerita anak bermuatan budaya: Analisis pada aplikasi Literacy Cloud. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 15(2), 200–210.
Rahayu, D. P., & Adela, D. (2025). Studi Literatur Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Meningkatkan Minat Siswa Sekolah Dasar terhadap Cerita Rakyat. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 253–264.
Rachmijati, C., & Cahyati, S. S. (2023). An Analysis of Prominent Cultural Values in Indonesian Folktale Tourism Spots through Instagram Caption. E-Journal of Tourism, 10(1), 129–137.
Cerita Rakyat | Tradisi | Budaya Indonesia | Digitalisasi | Media Sosial | Literasi Budaya
