kumparan
Politik24 Januari 2018 5:21

Perang Bintang di Pilgub Jabar

Konten kiriman user
Cover Pilgub Jabar
Cover Pilgub Jabar (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
Inilah pilgub yg telah menarik banyak perhatian masyarakat Jabar, bahkan Indonesia, setelah kemarin di DKI jakarta. Dengan jumlah pemilih Jabar di 2018 mencapai 32,8 juta, efek kemenangan di pilgub ini akan terasa sampai Pilpres 2019. Sehingga pertaruhannya menjadi sangat penting.
ADVERTISEMENT
Banyak bintang yang bertarung di pilgub ini. Ada bintang dari TNI, Sudrajat dan TB Hasanuddin. Ada bintang socmed dengan hampir 3 juta followers, Ridwan Kamil. Ada bintang film Deddy Mizwar, dan bintang pejabat yang tak kalah populer, Dedi Mulyadi. Tak ketinggalan bintang dari kepolisian, Anton Charliyan. Mungkin hanya Uu Ruzhanul Ulum saja yang belum bersinar bintangnya.
Siapakah yang paling tinggi elektabilitasnya?
Bila merujuk lembaga survey konvensional, maka tak satu lembaga pun yang berani menyatakannya. Hanya Poltraking yang menyatakan elektabilitas tertinggi di peroleh Ridwan Kamil (Kompas, 05/12/2017) tapi itu pun belum aman, masih sangat dinamis.
Bagaimana menurut Katapedia?
Katapedia baru 7 hari melakukan pengambilan data (17-23 Jan 2018). Hasilnya ada 8.006 pembicaraan (tweets) terkait Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum di Twitterland, 1.222 tweets untuk Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, 1.477 tweets untuk Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan 865 tweets untuk TB Hasanuddin-Anton Charliyan. Lalu proses pengukuran dukungan netizen dilakukan dengan cara memilih pembicaraan bersentiment positif dan filterisasi dengan kata-kata: pilih, dukung, vote, pemimpin. Hasilnya, Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul dengan posisi elektabilitas online tertinggi. Bila dengan asumsi pola 7 hari terakhir sama dengan pola 30 hari terakhir, dan bila pemilihan dilakukan pekan ini, maka Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berpeluang besar menjadi gubernur Jabar yang baru. Sayangnya, pemilihan baru akan diadakan 27 Juni 2018, kita belum tahu dukungan netizen dalam 5 bulan ke depan.
ADVERTISEMENT
Bagaimana dukungan netizen untuk lima bulan ke depan?
Perkiraan penulis, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berpotensi besar untuk tetap lead di social media. Karena tim cyber Ridwan Kamil sudah terbentuk sejak 5 tahun lalu saat mencalonkan diri sebagai walikota Bandung. Sudah dipastikan akan semakin tangguh sampai hari ini. Paslon lain yang diperkirakan punya tim cyber yang tangguh adalah Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Tim cyber paslon ini, yang terdiri dari kader PKS dan kader Gerindra, terbukti dapat mengalahkan tim cyber Ahok-Djarot di pilgub DKI kemarin. Bila postulat “kemenangan di social media adalah refleksi kemenangan sesungguhnya”, maka dua paslon ini yang berpotensi besar untuk memenangkan pertarungan para bintang di pilgub Jabar. Hal ini juga didukung oleh survey Alvara Strategic, dimana pemilih jabar 70% berada di perkotaan. Bahkan 65% pemilih Jabar adalah Ekonomi Kelas Menengah. Artinya, peran social media untuk kampanye politik menjadi sangat penting.
ADVERTISEMENT
Bagaimana dengan dua paslon lainnya?
Pasangan calon Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi telah memiliki track record sebagai pemimpin daerah selama 5 tahun, bahkan Dedi Mulyadi sukses memimpin Purwakarta selama 10 tahun. Track record ini bisa menjadi modal yang bagus untuk strategi kampanye ke depan. Deddy Mizwar menggarap pemilih perkotaan, dan Dedi Mulyadi menggarap pemilih pedesaan. Peluang keberhasilan cukup besar.
Sedangkan paslon TB Hasanuddin-Anton Charliyan sedikit berbeda. Dengan latar belakang TNI dan Polri, serta mengangkat tema “Hasanah” yakni Hasanuddin Anton Amanah, sepertinya pemilih yang dituju adalah kalangan muslim yang tertarik dengan gaya kepemimpinan militer. Perkiraan penulis, paslon ini bertujuan untuk meng-“gerus” suara bagi paslon Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang juga memilih segmen yang sama. Pertanyaan, paslon manakah yang akan diuntungkan? Sebenarnya mudah ditebak, lihat saja hubungan dua calon gubernur tersebut dengan PDIP. Siapakah yang punya kedekatan lebih dengan PDIP? Deddy Mizwar-kah? Ridwan Kamil-kah? Dengan sedikit googling, akan ketemu jawabannya. Coba deh 
ADVERTISEMENT
Akhir kata, satu dari dua pemilih Jabar adalah generasi Millenial. Untuk meraih simpati mereka, perlu menggunakan strategi kampanye digital yang mengandung formula C-E-F, Cool-Easy-Fun. Cool, artinya konten kampanye digital harus sangat keren. Generasi Millenial terbiasa dengan konten di smartphone yang keren-keren. Keren adalah standar minimalnya. Selanjutnya harus Easy. Artinya, harus sangat mudah difahami. Generasi Millenial tidak suka politik, mereka suka film, musik, olahraga, dan novel. Itu semua mudah dicerna. Akibatnya, konten kampanye digital politik harus semudah itu difahami mereka. Dan yang terakhir, Fun. Artinya, generasi Millenial hanya akan tertarik dengan konten kampanye digital yang sangat lucu dan menyenangkan. Ini syarat utama agar konten kampanye bisa di-share dan viral di kalangan generasi Millenial.
ADVERTISEMENT
Selamat berjuang!
*)Penulis adalah CEO Katapedia Indonesia & ex Konsultan Digital Anies-Sandi
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan