Konten dari Pengguna

Investasi

Dede Agus Alwi

Dede Agus Alwi

Mahasiswa Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Negeri Islam Sumatra Utara

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dede Agus Alwi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika seseorang mendengar kata “keuntungan” tidak lain tidak bukan kata selanjutnya adalah “investasi”. Apalagi di era milenial ini banyak yang ingin berinvestasi dengan berharap keuntungan yang besar dan menjadi seorang yang sukses. Apa sih investasi itu? Investasi adalah keuangan dan ekonomi. Sederhananya orang biasa menyebutnya penanaman modal dengan harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Banyak orang berfikir dengan investasi bisa menjadi kaya. Namun banyak juga yang sebaliknya. Ingat prinsip innvestasi “keuntungan tinggi maka resiko tinggi, keuntungan rendah maka resiko rendah” atau para ahli menyebutnya “High Return High Risk, Low Return Low Risk” maka sebagian orang yang ingin berinvestasi harus tahu apa resikonya. Resiko investasi ada dua kemungkinan, kalau untung ya tidak balik modal, malah buang-buang waktu. Bertahun-tahun nunggu malah hasilnya nol. Tapi kalau sebaliknya dengan investasi kita malah bisa tidur nyenyak siang malam di masa depan.

Investasi saham misalnya, banyak orang yang merasakan keuntungan di investasi ini. Ada dua jenis keuntungan di dalamnya berupa mendapatkan capital gain dan menerima dividen. Dividen adalah semacam pembagian keuntungan yang diberikan suatu perusahaan kepada para pemegang sahamnya dan besarnya dividen bervariasi tergantung dengan pendapatan perusahaann tersebut. Nah jika anda ingin menanam saham harus kenali produk investasi saham, memilih perusahaan, cara membeli, menjual dan membaca situasi pasar. Artinya jangan sembarangan untuk berinvestasi tanpa mengetahui latar belakang tentang investasi itu. Karena yang diinvestasikan merupakan nilai yang cukup besar. Bisa-bisa bangkrut kalau gagal investasi malah jadi depresi.

Jika ditelusuri lebih dalam sebenarnya orang kaya di dunia ini yang dilakukannya adalah menginvestasikan dananya. Andika Sutoro Putra seorang investor muda yang kaya raya karena saham. Awal mulanya dia menjual barang online CD suara sarang walet di usianya yang 14 tahun. Uang dari penjualannya Rp 100 juta selama setengah tahun. Mengantongi uang sebanyak itu di usianya yang masih muda akhirnya dia memberanikan dirir untuk berinverstasi. Dia menginvestasikan Rp 10 juta, dalam waktu 6 bulan pertama ia mendapatkan keuntungan 50%. Selama 9 tahun berkecimpung di pasar saham akhirnya uang sekitar Rp 40 Milyar berhasil ia kantongi. Orang-orang yang melihat kesuksesannya sangat ingin untuk mengikuti jejaknya. Tapi tidak semua orang yang berinvestasi seberuntung seorang Andika Sutoro Putra.

Selain Andika Sutoro Putra seorang investor muda yang kaya raya, banyak lagi pemuda lainnya yang sukses karena investasi saham. Jika kita merujuk ke arah orang yang sukses karena investasi maka kita sangat ingin seperti mereka. Kaya raya dengan jalan investasi pasti sangat bangga dan menyenangkan. Karena bagi saya orang yang berinvestasi adalah orang yang cerdas. Dia memikirkan keuntungan dan resiko yang akan ditanggungnya apapun yang terjadi di masa depan. Untuk berinvestasi ada jangka panjang dan jangka pendek. Maka harus dengan rasa sabar untuk menunggu keuntungan yang akan diperoleh. Sebenarnya sangat banyak jenis investasi. Apalagi untuk masa yang akan datang. Bagi orang tua harus memikirkan pendidikan untuk setiap anaknya. Seperti yang kita ketahui bersama dunia pendidikan dari zaman ke zaman semakin mahal. Untuk orag tua yang memiliki banyak anak sedangkan usia kerjanya memasuki masa pensiun maka inilah kesempatan untuk berinvestasi. Instrument investasi yang tepat adalah investasi emas, saham, reksadana dan investasi Peer to Peer Lending.

Untuk memulai investasi sebaiknya cari informasi tentang investasi yang benar-benar tidak menipu. Karena dengan investasi juga banyak orang melakukan penipuan. Apalagi di zaman sekarang, yang biasa disebut serba online. Bahkan sudah ada investasi online yang katanya berizin dan diawasi OJK (otoritas jasa keuangan). Namun apa bisa kaya melalui investasi onine? Tentunya semua bisa terjadi namanya juga era milenial, apapun bisa. Investasi ini ibaratkan pohon yang ditanam dan tharus terus dirawat dan diawasi akan mendapatkan hasilnya dikemudian hari. Perlu pemahaman dan analisis yang baik untuk melakukan transaksi investasi di saham. Makanya untuk orang yang berinvestasi harus memiliki mental yang kuat. Menanamkan modal yang besar malah bangkrut, harus siap bangkit lagi mulai dari nol.

Sebenarnya kesadaran berinvestasi perlu terus ditingkatkan karena jika dibandingkan dengan menabung, segelintir orang lebih memilih investasi. Investasi juga sebagi pondasi perekonomian negara. Sebab pembentukan modal suatu negara serta pertumbuhan ekonomi jangka panjang adalah investasi yang menjadi faktor pentingnya. Paradigma masyarakat yang berubah, dari mula menabung menjadi budaya investasi adalah langkah yang baik. Dengan demikian para pelaku ekonomi telah ikut membangun negeri melalui sektor pembiayaan utang dan investasi. Investasi sendiri sebagai pemutar roda perekonomian, maka dari itu sejalan dengan perkembangan zaman investasi adalah pilihan yang tepat bagi siapapun, tanpa mengenal kalangan usia. Akan tetapi ingat prinsip investasi.