Konten dari Pengguna

MANTAP Unpam Batch 2 Keuangan: Mahasiswa Belajar Rancang Riset

MANTAP Unpam (MAnajemen Ngobrol Tentang Penelitian) Batch 2 konsentrasi Keuangan digelar Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (Unpam) pada Senin, 28 September 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai, di Auditorium Kampus Pusat Universitas Pamulang.

Dok. pribadi/Dede HaryadiHaryadi
zoom-in-whitePerbesar
Dok. pribadi/Dede HaryadiHaryadi

Jujur, dulu aku kira bagian tersulit dari skripsi adalah menemukan judul. Begitu judul disetujui, rasanya lega sekali, seolah setengah perjuangan sudah selesai. Ternyata aku salah. Justru setelah judul ketemu, kebingungan yang sebenarnya dimulai: objek yang diteliti apa, sampelnya siapa dan berapa banyak, datanya dari mana, lalu dianalisis pakai apa. Banyak temanku yang mandek di tahap ini, dan aku sendiri hampir mengalaminya.

Makanya aku tertarik mengikuti MANTAP (MAnajemen Ngobrol Tentang Penelitian) Batch 2 konsentrasi Keuangan yang diadakan Program Studi Manajemen Universitas Pamulang. Acaranya berlangsung Senin, 28 September 2026, pukul 13.00 WIB sampai selesai, di Auditorium Kampus Pusat. Temanya terasa pas banget dengan kondisiku: "Dari Judul Jadi Metode: Tentukan Objek, Sampel, dan Teknik Analisis". Narasumbernya Dr. Ifa Nurmasari, S.Si., M.M., dan yang memandu jalannya diskusi adalah Jeni Irnawati, S.E., M.M. Sesi keuangan ini juga jadi pembuka dari rangkaian tiga hari, karena hari berikutnya ada Chandra Fitra A., S.Psi., M.M. yang membahas SDM dan Dede Solihin, S.E., M.M. yang membahas digital marketing.

Materi Bu Ifa berjudul "Rancang Riset Keuanganmu: Dari Judul, Data, Sampel hingga Teknik Analisis". Beliau membukanya dengan mengingatkan kembali tahapan di Batch 1, yaitu dari fenomena, ke topik dan judul, lalu membangun literatur awal. Dari situ alurnya dilanjutkan secara berurutan: objek penelitian, populasi, sampel, teknik sampling, sumber data, teknik pengumpulan data, sampai teknik analisis. Melihat urutan itu tersusun rapi, aku sadar selama ini kebingunganku muncul karena aku mencoba memikirkan semuanya sekaligus.

Yang paling nempel di kepalaku adalah pembahasan objek penelitian. Menurut Sugiyono (2019), objek penelitian adalah atribut, sifat, atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Bungin (2010) melihatnya sebagai sasaran penelitian yang tercermin secara konkret dalam rumusan masalah. Dari dua pendapat itu, kami diajak menyederhanakannya jadi satu pertanyaan saja: sebenarnya apa yang mau kamu teliti? Kalau jawabannya sudah jelas, ruang lingkup penelitian tidak akan melebar ke mana-mana.

Sederhana, tapi ternyata jarang kita tanyakan pada diri sendiri. Setelah objek jelas, barulah kita menentukan populasi, yaitu keseluruhan subjek atau data yang menjadi cakupan penelitian. Karena peneliti jarang sanggup meneliti semuanya, kita mengambil sebagian yang disebut sampel. Sampel yang baik harus mewakili populasinya supaya kesimpulan bisa digeneralisasikan. Cara mengambilnya disebut teknik sampling, dan secara umum terbagi dua. Probability sampling memberi peluang yang sama bagi setiap anggota populasi, sedangkan nonprobability sampling memilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Pilihannya tidak boleh asal, harus menyesuaikan karakteristik populasi dan tujuan penelitian.

Bagian yang terasa seperti kabar baik buat anak keuangan adalah soal sumber data. Data primer diperoleh langsung dari responden, sedangkan data sekunder berasal dari pihak lain, misalnya laporan keuangan perusahaan atau publikasi resmi. Di penelitian keuangan, data sekunder sangat sering dipakai karena tersedia dalam bentuk laporan yang terdokumentasi. Sumber data inilah yang kemudian menentukan teknik pengumpulan datanya, entah lewat kuesioner, wawancara, observasi, atau dokumentasi. Tahap terakhir adalah teknik analisis, yang harus nyambung dengan rumusan masalah dan jenis data, bukan asal pilih yang kelihatan keren atau rumit.

Setelah mengikuti sesi ini, aku merasa skripsi tidak lagi seperti tembok besar, tapi lebih mirip tangga yang bisa dinaiki satu per satu. Aku juga senang karena formatnya memang "ngobrol", jadi ada ruang diskusi langsung antara peserta dan narasumber. Pertanyaan-pertanyaan kecil yang biasanya kita pendam sendiri akhirnya bisa ditanyakan. Sebagai bonus, peserta mendapat sertifikat dan poin KAK, dan kami diminta membawa serta mengenakan almamater selama acara.

Menurutku, kegiatan seperti ini menunjukkan keseriusan prodi dalam mendampingi mahasiswa menyusun penelitian yang berkualitas. Harapannya, dengan pemahaman metode yang lebih matang, kita bisa lebih percaya diri menyelesaikan skripsi dan tugas akhir tepat waktu. Buat kamu yang sedang menyusun penelitian, rangkaian MANTAP masih berlanjut sampai 30 September 2026 dengan konsentrasi dan narasumber yang berbeda. Sayang kalau dilewatkan.