IAI Yapnas Jeneponto Berangkatkan 41 Mahasiswa KKN ke Thailand Selatan

Pengajar lepas dan staf di Unismuh Makassar. Senang audio visual, menulis hal menarik dan berkelanjutan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dede Leman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Patani – Sebanyak 82 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integrasi Internasional di Thailand Selatan. Mereka dilepas dalam seremoni yang berlangsung di Saiburi School, Patani, Rabu (15/7), sebelum diberangkatkan ke 26 sekolah yang tersebar di lima provinsi.
Program ini melibatkan mahasiswa yang akan menjalankan pengabdian di bidang pendidikan, sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Dari total peserta, Institut Agama Islam (IAI) Yapnas Jeneponto menjadi perguruan tinggi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 41 mahasiswa atau sekitar separuh dari keseluruhan peserta KKN.
Mahasiswa IAI Yapnas Jeneponto yang mengikuti program ini berasal dari enam program studi. Dari Fakultas Tarbiyah, peserta berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris, dan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sementara dari Fakultas Syariah, mahasiswa berasal dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Perbankan Syariah.
Acara pelepasan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Patani dan dihadiri Camat Saiburi, pimpinan serta dosen dari 11 perguruan tinggi Indonesia, juga 26 kepala sekolah atau perwakilan sekolah di Thailand Selatan yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertunjukan seni dari siswa Saiburi School yang menampilkan budaya lokal Thailand Selatan. Penampilan tersebut kemudian dibalas oleh mahasiswa IAI Yapnas Jeneponto melalui tari kreasi Nusantara sebagai simbol persahabatan dan pertukaran budaya antara kedua negara.
Dalam kesempatan yang sama, IAI Yapnas Jeneponto juga menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Saiburi School dan Maikaen Kittiwit School. Kerja sama itu disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Patani sebagai bentuk penguatan kolaborasi pendidikan lintas negara.
Rektor IAI Yapnas Jeneponto, Dr. Hartina, S.Si., M.M., mengatakan program KKN Internasional menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung di lingkungan yang memiliki budaya dan sistem pendidikan berbeda.
"Jagalah nama baik almamater dan bangsa. Jadikan kesempatan ini untuk belajar, beradaptasi, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat di sini," ujar Hartina saat memberikan arahan kepada peserta.
Menurut Hartina, mahasiswa tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga membawa misi mempererat hubungan Indonesia dan Thailand melalui aktivitas pengabdian di sekolah maupun masyarakat.
"Dedikasi kalian hari ini adalah jembatan persahabatan dua negara di masa depan," katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diharapkan mampu memberikan kontribusi sesuai kompetensi masing-masing. Mahasiswa bidang pendidikan akan berkolaborasi dalam proses pembelajaran, sedangkan mahasiswa dari rumpun syariah diharapkan dapat berpartisipasi dalam penguatan literasi hukum keluarga Islam dan ekonomi syariah sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Usai seremoni, seluruh mahasiswa diserahkan secara simbolis kepada kepala sekolah masing-masing sebelum diberangkatkan ke lokasi pengabdian. Mereka akan bertugas di 26 sekolah yang tersebar di lima provinsi Thailand Selatan, yakni Patani sebanyak 40 mahasiswa, Songkhla 16 mahasiswa, Narathiwat 14 mahasiswa, serta Patalung dan Yala masing-masing enam mahasiswa.
Program KKN Integrasi Internasional ini diharapkan tidak hanya memperluas pengalaman global mahasiswa, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama pendidikan antara perguruan tinggi Indonesia dan lembaga pendidikan di Thailand Selatan. Bagi IAI Yapnas Jeneponto, keikutsertaan 41 mahasiswa sekaligus menjadi komitmen kampus dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat lintas negara.
