Profit Maksimal Suatu Ketidakpastian dalam Bisnis?

Mahasiswa Bisnis Digital Universitas Amikom Purwokerto
Tulisan dari Defirli Citra Amanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
If there’s one thing that’s certain in business, it’s uncertainty.” – Stephen Covey
Kalimat tersebut benar-benar memberikan ilustrasi perusahaan atau bisnis. Penulis sejalan dengan itu, karena usaha apa pun pasti memiliki ketidakpastian pada hasilnya. Entah itu modal yang besar, sumber daya yang berkualitas sekalipun tidak ada jaminan bagi perusahaan mendapat hasil maksimal.
Setiap hari, perusahaan menghadapi situasi tak terduga yang dapat menyebabkan banyak ketidakpastian. Ini berkisar dari insiden kecil seperti mesin mati, laba, hingga yang lebih besar seperti kompetitor atau kebangkrutan salah satu klien.
Perusahaan terkadang melewati periode di mana mereka tidak menguntungkan, dan itu penting bagi perusahaan untuk mengetahui bagaimana strategi dalam menangani situasi seperti ini saat terjadi.
Sebagian besar perusahaan mempersiapkan kemungkinan ini dengan berbagai strategi, seperti peningkatan pengambilan risiko, pengurangan investasi dalam penelitian, dan pembukaan pasar baru. Namun, karena banyak perusahaan memiliki metode khusus yang mereka gunakan untuk menghadapi ketidakpastian, mungkin ada perbedaan yang signifikan dalam cara kerja strategi ini untuk perusahaan tertentu.
Suatu perusahaan tentunya juga memiliki tujuan untuk meraih profit sebanyak-banyaknya. Hal tersebut juga merupakan salah satu ketidakpastian dalam perusahaan. Oleh sebab itu, di sini penulis akan menggali dalam mengenai profit maximization dalam perusahaan.
Dalam dunia Ekonomi, istilah "laba" didefinisikan sebagai kelebihan pendapatan atas pengeluaran untuk usaha atau periode tertentu. Sederhananya, keuntungan adalah selisih antara uang masuk dan uang keluar. Idealnya, perusahaan ingin memaksimalkan perbedaan ini dan menghasilkan laba sebanyak mungkin untuk memuaskan pemegang sahamnya yang menuntut laba lebih tinggi. Agar bisnis dapat memaksimalkan keuntungan mereka, mereka perlu melihat biaya apa yang dapat dikurangi atau dihilangkan.
Secara garis besar, ketidakpastian maksimalisasi keuntungan menggambarkan model bagaimana perusahaan memaksimalkan keuntungan dalam ekonomi yang tidak pasti, di mana tidak ada kepastian apakah barang dan jasa akan dijual atau tidak. Untuk lebih jelasnya, mari kita ilustrasikan dalam kasus berikut.
Ambil contoh sebuah perusahaan yang memproduksi tongkat bisbol. Pertama, mereka perlu memutuskan harga yang akan mereka tetapkan untuk bat. Selanjutnya, mereka memiliki persediaan tanpa penjualan yang dapat mereka kurangi dengan melepaskan stok lama tanpa menjualnya. Dengan pendekatan ini, bulan pertama selesai tanpa biaya. Prosedur ini juga dapat diikuti selama empat bulan ke depan. Dengan cara ini, mereka mengumpulkan keuntungan besar tanpa membeli inventaris baru.
Teknik lain adalah dengan harga rendah untuk meningkatkan pangsa pasar dan kemudian menaikkan harga. Hal ini terlihat pada kenaikan harga gas baru-baru ini, di mana perusahaan menjual gas mereka dengan harga lebih rendah hanya untuk menyingkirkan pesaing yang lebih kecil dan kemudian menaikkan harga mereka ketika tidak ada persaingan.
Kedua metode ini sangat efektif, tetapi bukan satu-satunya metode untuk memaksimalkan keuntungan. Metode lain termasuk menetapkan harga tinggi, membeli pesaing yang lebih kecil, dan meningkatkan kualitas produk dengan meningkatkan penelitian dan pengembangan di perusahaan.
Jadi, ketidakpastian dalam bisnis itu bukan suatu hal tabu. Jika Anda ingin sukses dalam bisnis, maka Anda perlu memiliki sejumlah cara berbeda untuk memaksimalkan keuntungan Anda. Untuk melakukan ini, banyak pelaku bisnis menggunakan pendekatan ini, atau yang sering disebut "cost leadership". Ini berarti memiliki biaya awal per unit output yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pesaing Anda.
