Yuk Kenalan dengan Bambu Rejeki, Si Pembawa Hoki Pada Hunian!

Dekoruma.com is a fast-growing tech start up with a mission to break the highly inefficient home & living industry.
Tulisan dari Dekoruma.com tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kehadiran tanaman sebagai dekorasi pelengkap rumah memang banyak diminati. Selain bisa memperindah tampilan ruangan, tanaman juga bisa membuat suasana yang lebih menyegarkan. Salah satu dekorasi tanaman yang bisa dipilih untuk melengkapi interior rumah adalah Bambu Rejeki atau lucky bamboo.

shutterstock.com
Dinamakan Bambu Rejeki, karena tanaman ini dipercaya mampu membawa keberuntungan. Meskipun bambu identik dengan negara Cina, ternyata tanaman Bambu Rejeki ini justru berasal dari negara Kamerun di Benua Afrika. Secara umum, ciri khas dari Bambu Rejeki adalah batangnya yang ramping dan lebih lentur daripada bambu pada umumnya dengan daun-daun yang memanjang.
Tertarik membawa pulang Bambu Rejeki untuk dekorasi rumah? Yuk, cari tahu lebih banyak mengenai tanaman pembawa keberuntungan ini terlebih dahulu!
Manfaat Bambu Rejeki untuk Mendatangkan Keberuntungan

Meski berasal dari Kamerun, tanaman Bambu Rejeki digemari masyarakat Jepang, Cina dan Asia Timur lainnya sebagai tanaman pembawa keberuntungan. Hal ini tak lepas dari kepercayaan akan Feng Shui penataan rumah.
Bambu Rejeki dipercaya mampu menyeimbangkan kelima elemen di rumah sehingga Feng Shui menjadi lebih baik. Namun, untuk mendapatkan keseimbangan itu kamu perlu memperhatikan simbolisme dari setiap elemen.
Bambu Rejeki sendiri melambangkan unsur kayu, berikan pot atau dekorasi vas bunga sebagai simbol unsur bumi, air di dalam vas mewakili unsur air, vas bunga yang terbuat dari besi atau kaca sebagai simbol unsur metal, dan terakhir berikan hiasan pita merah pada batang bambu sebagai simbol unsur api.

Selain mengenai kelima unsur, Feng Shui dari tanaman Bambu Rejeki juga erat kaitannya dengan jumlah dari tanaman Bambu Rejeki yang kamu tanam di dalam rumah. Jumlah batang dari Bambu Rejeki diyakini memiliki arti keberuntungan masing-masing.
2 batang Bambu Rejeki sebagai penguat cinta dan pernikahan.
5 batang Bambu Rejeki sebagai penguat kesehatan dari penghuni rumah.
8 batang Bambu Rejeki sebagai penguat rejeki penghuni rumah.
9 batang Bambu Rejeki sebagai pengundang hoki alias keberuntungan ke dalam rumah.
Tips Merawat Tanaman Bambu Rejeki

Tanaman Bambu Rejeki bisa ditanam dengan media tanah ataupun media air. Meskipun bisa ditanam di media air, Bambu Rejeki justru tak membutuhkan banyak air. Air yang berlebihan justru akan merusak tanaman Bambu Rejeki. Jika kamu menggunakan media tanam tanah untuk Bambu Rejeki, pastikan sirami tanaman beberapa hari sekali saja untuk memastikan tanah tetap lembap (tidak kering) namun tidak terlalu basah.

Untuk yang menanam menggunakan media tanam air, tambahkan air seminggu sekali dengan ketinggian air secukupnya asalkan akar dari tanaman hias ini tetap terendam. Hindari juga penggunaan pupuk yang berlebihan karena tanaman ini cukup sensitif akan perubahan kandungan nutrisi yang drastis.
Meskipun setiap tanaman memerlukan sinar matahari untuk dapat tumbuh, tanaman Bambu Rejeki tak boleh terkena sinar matahari langsung. Sinar matahari yang terlalu terik dan panas akan membuatnya cepat mengering dan mati.

Akan ada pula saat dimana bagian-bagian dari tanaman bambu yang kamu miliki menguning. Baik itu daun, ataupun kuncup tanaman. Hal ini bisa disebabgkan oleh beberapa hal seperti kurangnya air, temperatur yang terlalu terik, atau pupuk dan tanah yang berlebih.
Cara merawat tanaman ini adalah selalu memangkas bagian-bagian yang menguning sebelum bagian kuning menyebar dan carilah penyebab menguningnya bambu. Jika karena sinar terlalu terik, maka pindahkan tanaman. Jika air ternyata sudah mengering, maka tambahkanlah air, dan seterusnya.

Salah satu daya tarik tanaman Bambu Rejeki adalah elastisitasnya sehingga mampu dibentuk-bentuk dan dibuat melengkung. Jika kamu ingin melakukan hal ini, pastikan kamu menggunakan bagian batang yang masih muda sehingga tingkat elastisitasnya baik. Lakukan juga pembentukkan secara perlahan agar tidak mematahkan batang dari tanaman bambu.
Tertarik merawat tanaman hias satu ini di rumahmu?
