Yuk, Kenali Lebih Dalam Desain Arsitektur Kontemporer!

Dekoruma.com is a fast-growing tech start up with a mission to break the highly inefficient home & living industry.
Konten dari Pengguna
6 Maret 2018 12:07
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dekoruma.com tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernahkah kamu mendengar istilah arsitektur kontemporer? Bisa dibilang gaya arsitektur kontemporer adalah gaya arsitektur abad ke-21 yang berkembang dari berbagai gaya arsitektur yang telah ada selama ini. Meskipun begitu dalam gaya arsitektur kontemporer kamu tidak akan menemukan satu gaya yang lebih dominan dari gaya lainnya.
ADVERTISEMENT
Gaya arsitektur kontemporer memang bukan pilihan gaya yang paling populer, namun keberadaan arsitektur kontemporer yang dinamis akan selalu memiliki tempat bagi orang-orang yang ingin keluar dari gaya arsitektur yang konvensional dan ingin terlihat lebih berbeda. Namun, karena merupakan gaya “kekinian”, gaya arsitektur kontemporer sering disamakan dengan arsitektur modern yang justru baru berkembang pada era abad ke-19 hingga 20.
Lalu, seperti apa gaya arsitektur kontemporer itu dan bagaimana perbedaannya dengan gaya arsitektur modern?
Perbedaan antara Arsitektur Kontemporer dan Arsitektur Modern
<img data-attachment-id="63797" data-permalink="https://dekoruma.blog/shutterstock_247548433-4/" data-orig-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/shutterstock_247548433-3.jpg?fit=1000%2C664&amp;ssl=1" data-orig-size="1000,664" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Arsitektur Kontemporer" data-image-description="&lt;p&gt;Arsitektur Kontemporer&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/shutterstock_247548433-3.jpg?fit=300%2C199&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/shutterstock_247548433-3.jpg?fit=1000%2C664&amp;ssl=1" class="alignnone size-full wp-image-63797" src="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/shutterstock_247548433-3.jpg?resize=1000%2C664&#038;ssl=1" alt="Arsitektur Kontemporer" width="1000" height="664" srcset="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/shutterstock_247548433-3.jpg?w=1000&amp;ssl=1 1000w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/shutterstock_247548433-3.jpg?resize=300%2C199&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/shutterstock_247548433-3.jpg?resize=768%2C510&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/shutterstock_247548433-3.jpg?resize=452%2C300&amp;ssl=1 452w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" />curbed.com
ADVERTISEMENT
Untuk kamu yang lekat dengan dunia arsitektur, istilah arsitektur kontemporer dan arsitektur modern pasti sering kamu dengar bersamaan dan sering, baik itu dalam segi bangunan, interior, perabot, produk, atau arsitektur dalam secara keseluruhan. Meskipun sekilas elemen dan visual dari kedua gaya arsitektur ini mirip, gaya arsitektur kontemporer tidaklah sama dengan gaya arsitektur modern.
Gaya arsitektur kontemporer secara sederhana bisa didefinisikan sebagai arsitektur yang dibuat saat ini. Gaya arsitektur kontemporer bersifat dinamis dan secara konstan akan selalu berubah seiring gaya tidak konvensional dari arsitektur kontemporer kelak akan menjadi konvensional seiring perkembangan arsitektur. Berkembang dari gaya arsitektur lainnya, arsitektur kontemporer menggabungan berbagai elemen gaya arsitektur tanpa ada satu elemen gaya arsitektur yang menonjol.
ADVERTISEMENT
<img data-attachment-id="63778" data-permalink="https://dekoruma.blog/2018/02/15/apa-itu-arsitektur-kontemporer/jhml0712_7590/" data-orig-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer.jpg?fit=1280%2C853&amp;ssl=1" data-orig-size="1280,853" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;Jannes Linders fotograaf Rotterd&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;Las Palmas&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;Bij ieder gebruik is naamsvermelding van de fotograaf altijd verplicht&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;JHML0712_7590&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Arsitektur Kontemporer" data-image-description="&lt;p&gt;Arsitektur Kontemporer&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer.jpg?fit=300%2C200&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer.jpg?fit=1000%2C666&amp;ssl=1" class="alignnone size-full wp-image-63778" src="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer.jpg?resize=1000%2C666&#038;ssl=1" alt="Arsitektur Kontemporer" width="1000" height="666" srcset="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer.jpg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer.jpg?resize=960%2C640&amp;ssl=1 960w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer.jpg?resize=450%2C300&amp;ssl=1 450w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" />archdaily.com
Sedangkan gaya arsitektur modern merupakan gaya arsitektur yang lebih statis, berkembang pada masa pre-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Gaya arsitektur ini biasanya dikaitkan dengan gaya arsitektur yang berkembang pada era 1920an hingga 1950an.
Salah satu alasan mengapa kedua gaya arsitektur ini kerap terkait dan dianggap sama bagi sebagian orang adalah karena banyak elemen dari gaya arsitektur modern yang bisa ditemukan pada gaya arsitektur kontemporer. Hal ini dikarenakan gaya arsitektur kontemporer adalah perkembangan lebih lanjut dari gaya arsitektur modern.
ADVERTISEMENT
Ciri dan Karakter Arsitektur Kontemporer
Untuk bisa mendapatkan gambaran lebih mengenai arsitektur kontemporer, berikut beberapa ciri dan karakter dasarnya:
Atap
<img data-attachment-id="63780" data-permalink="https://dekoruma.blog/2018/02/15/apa-itu-arsitektur-kontemporer/arsitektur-kontemporer-atap/" data-orig-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Atap.jpg?fit=840%2C665&amp;ssl=1" data-orig-size="840,665" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Arsitektur Kontemporer Atap" data-image-description="&lt;p&gt;Arsitektur Kontemporer Atap&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Atap.jpg?fit=300%2C238&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Atap.jpg?fit=840%2C665&amp;ssl=1" class="alignnone size-full wp-image-63780" src="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Atap.jpg?resize=840%2C665&#038;ssl=1" alt="Arsitektur Kontemporer Atap" width="840" height="665" srcset="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Atap.jpg?w=840&amp;ssl=1 840w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Atap.jpg?resize=300%2C238&amp;ssl=1 300w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Atap.jpg?resize=768%2C608&amp;ssl=1 768w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Atap.jpg?resize=379%2C300&amp;ssl=1 379w" sizes="(max-width: 840px) 100vw, 840px" data-recalc-dims="1" />carusostjohn.com
Salah satu ciri khas dari arsitektur kontemporer bisa dilihat dari eksplorasi bentuk atap. Di era modern seperti saat ini, kamu mungkin sudah jarang melihat atap berbentuk perisai layaknya atap konvensional, melainkan bentuk yang lebih datar dengan overstack untuk melindungi bangunan dari terik matahari.
Arsitek yang lebih berani mengeksplor arsitektur kontemporer mungkin  juga bisa hadir dengan bentuk atap yang lebih unik dan tidak umum seperti green roof hingga atap berbentuk melengkung atau bentuk-bentuk dinamis lainnya.
ADVERTISEMENT
Pencahayaan Alami
<img data-attachment-id="63785" data-permalink="https://dekoruma.blog/2018/02/15/apa-itu-arsitektur-kontemporer/arsitektur-kotemporer-pencahayaan-alami/" data-orig-file="https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Pencahayaan-Alami-1457962191-1518687828183.jpg?fit=2000%2C1333&amp;ssl=1" data-orig-size="2000,1333" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Arsitektur Kotemporer Pencahayaan Alami" data-image-description="&lt;p&gt;Arsitektur Kotemporer Pencahayaan Alami&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Pencahayaan-Alami-1457962191-1518687828183.jpg?fit=300%2C200&amp;ssl=1" data-large-file="https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Pencahayaan-Alami-1457962191-1518687828183.jpg?fit=1000%2C666&amp;ssl=1" class="alignnone size-full wp-image-63785" src="https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Pencahayaan-Alami-1457962191-1518687828183.jpg?resize=1000%2C667&#038;ssl=1" alt="Arsitektur Kotemporer Pencahayaan Alami" width="1000" height="667" srcset="https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Pencahayaan-Alami-1457962191-1518687828183.jpg?w=2000&amp;ssl=1 2000w, https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Pencahayaan-Alami-1457962191-1518687828183.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Pencahayaan-Alami-1457962191-1518687828183.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Pencahayaan-Alami-1457962191-1518687828183.jpg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w, https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Pencahayaan-Alami-1457962191-1518687828183.jpg?resize=960%2C640&amp;ssl=1 960w, https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Pencahayaan-Alami-1457962191-1518687828183.jpg?resize=450%2C300&amp;ssl=1 450w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" />dezeen.com
Semakin berkembangnya tren arsitektur, pemanfaatan sumber daya alami semakin dipertimbangkan. Hal ini juga bisa kamu temukan dalam gaya arsitektur kontemporer, terutama dalam pemanfaatan pencahayaan alami.
Bukaan-bukaan besar, skylight, pengadaan void rumah, hingga pemanfaatan material kaca atau material transparan lainnya sangat mungkin  kamu temukan dalam bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur kontemporer.
Ruang-ruang lebih terbuka dan menyatu
<img data-attachment-id="63788" data-permalink="https://dekoruma.blog/2018/02/15/apa-itu-arsitektur-kontemporer/arsitektur-kotemporer-terbuka/" data-orig-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-tERBUKA.jpg?fit=900%2C599&amp;ssl=1" data-orig-size="900,599" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;Adam M\u00f8rk&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;Adam M\u00f8rk&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Arsitektur Kotemporer Terbuka" data-image-description="&lt;p&gt;Arsitektur Kotemporer Terbuka&lt;/p&gt;
ADVERTISEMENT
" data-medium-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-tERBUKA.jpg?fit=300%2C200&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-tERBUKA.jpg?fit=900%2C599&amp;ssl=1" class="alignnone size-full wp-image-63788" src="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-tERBUKA.jpg?resize=900%2C599&#038;ssl=1" alt="Arsitektur Kotemporer Terbuka" width="900" height="599" srcset="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-tERBUKA.jpg?w=900&amp;ssl=1 900w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-tERBUKA.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-tERBUKA.jpg?resize=768%2C511&amp;ssl=1 768w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-tERBUKA.jpg?resize=451%2C300&amp;ssl=1 451w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" data-recalc-dims="1" />dezeen.com
Arsitektur kontemporer umumnya memiliki ruang-ruang interior yang terbuka dan menyatu satu sama lain. Hal ini membuat dalam arsitektur kontemporer banyak ditemukan modifikasi struktur untuk memungkinkan sebuah ruang terbuka besar tanpa terganggu kehadiran struktur di tengah-tengahnya.
Material Eksterior
<img data-attachment-id="63789" data-permalink="https://dekoruma.blog/2018/02/15/apa-itu-arsitektur-kontemporer/arsitektur-kotemporer-material/" data-orig-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Material.jpg?fit=770%2C430&amp;ssl=1" data-orig-size="770,430" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Arsitektur Kotemporer Material" data-image-description="&lt;p&gt;Arsitektur Kotemporer Material&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Material.jpg?fit=300%2C168&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Material.jpg?fit=770%2C430&amp;ssl=1" class="alignnone size-full wp-image-63789" src="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Material.jpg?resize=770%2C430&#038;ssl=1" alt="Arsitektur Kotemporer Material" width="770" height="430" srcset="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Material.jpg?w=770&amp;ssl=1 770w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Material.jpg?resize=300%2C168&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Material.jpg?resize=768%2C429&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Material.jpg?resize=537%2C300&amp;ssl=1 537w" sizes="(max-width: 770px) 100vw, 770px" data-recalc-dims="1" />pinterest.com
Dalam arsitektur kontemporer, bagian fasad rumah atau fasad bangunan merupakan ruang berkreasi yang tak memiliki batas. Mulai dari penerapan material sederhana dan konvensional, hingga penggunaan materian tak konvensional yang dinamis bisa diterapkan pada gaya arsitektur konvensional.
ADVERTISEMENT
Hubungannya dengan Lingkungan Luar
<img data-attachment-id="63787" data-permalink="https://dekoruma.blog/2018/02/15/apa-itu-arsitektur-kontemporer/arsitektur-kotemporer-lingkungan/" data-orig-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Lingkungan.png?fit=1222%2C830&amp;ssl=1" data-orig-size="1222,830" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Arsitektur Kotemporer Lingkungan" data-image-description="&lt;p&gt;Arsitektur Kotemporer Lingkungan&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Lingkungan.png?fit=300%2C204&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Lingkungan.png?fit=1000%2C680&amp;ssl=1" class="alignnone size-full wp-image-63787" src="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Lingkungan.png?resize=1000%2C679&#038;ssl=1" alt="Arsitektur Kotemporer Lingkungan" width="1000" height="679" srcset="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Lingkungan.png?w=1222&amp;ssl=1 1222w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Lingkungan.png?resize=300%2C204&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Lingkungan.png?resize=768%2C522&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Lingkungan.png?resize=1024%2C696&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kotemporer-Lingkungan.png?resize=442%2C300&amp;ssl=1 442w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" />freshome.com
Salah satu keunggulan dari para arsitek yang menerapkan gaya arsitektur kontemporer adalah kemampuan arsitektur kontemporer menciptakan keselarasan hubungan antara bangunan dan lingkungan sekitarnya. Tak hanya sekedar dalam pemanfaatakan material lokal dan variasi rancangan lansekap, tapi hingga pemanfaatan lingkungan dan alam sebagai bagian ari bangunan itu sendiri baik dari segi visual hingga fungsi. Hal ini membuat umumnya bangunan bergaya arsitektur kontemporer mampu beradaptasi dalam lingkungan apapun bahkan dalam keadaan lingkungan yang esktrim.
ADVERTISEMENT
Contoh Penerapan Arsitektur Kontemporer
Lalu, seperti apa penerapan gaya arsitektur kontemporer sebenarnya? Untuk mempermudah memahaminya kamu bisa melihat beberapa contoh karya arsitektur yang terkenal akan pengaplikasian gaya arsitektur kontemporer berikut:
The Capital Gate Tower in Abu Dhabi &#8211; United Arab Emirates karya RMJM
<img data-attachment-id="63774" data-permalink="https://dekoruma.blog/2018/02/15/apa-itu-arsitektur-kontemporer/arsitektur-kontemporer-the-capital-gate-tower/" data-orig-file="https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Capital-Gate-Tower.jpg?fit=910%2C607&amp;ssl=1" data-orig-size="910,607" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Arsitektur Kontemporer The Capital Gate Tower" data-image-description="&lt;p&gt;Arsitektur Kontemporer The Capital Gate Tower&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Capital-Gate-Tower.jpg?fit=300%2C200&amp;ssl=1" data-large-file="https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Capital-Gate-Tower.jpg?fit=910%2C607&amp;ssl=1" class="alignnone size-full wp-image-63774" src="https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Capital-Gate-Tower.jpg?resize=910%2C607&#038;ssl=1" alt="Arsitektur Kontemporer The Capital Gate Tower" width="910" height="607" srcset="https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Capital-Gate-Tower.jpg?w=910&amp;ssl=1 910w, https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Capital-Gate-Tower.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Capital-Gate-Tower.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i1.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Capital-Gate-Tower.jpg?resize=450%2C300&amp;ssl=1 450w" sizes="(max-width: 910px) 100vw, 910px" data-recalc-dims="1" />pinterest.com
Gedung pencakar langit yang memiliki 35 lantai ini memiliki gubahan masa melingkar yang berputar sebanyak 18 derajat pada tengah membuatnya tampil sangat berbeda dengan rancangan-rancangan bangunan pencakar langit pada umumnya.
ADVERTISEMENT
Gedung dengan gaya arsitektur kontemporer karya firma arsitektur asal Scotland, RMJM ini memiliki layout lantai yang berbeda setiap lantainya.
The Auditorio de Tenerife &#8211; karya Santiago Calatrava
<img data-attachment-id="63773" data-permalink="https://dekoruma.blog/2018/02/15/apa-itu-arsitektur-kontemporer/arsitektur-kontemporer-the-auditorio-de-tenerife/" data-orig-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Auditorio-de-Tenerife-1039236216-1518687055582.jpg?fit=1145%2C763&amp;ssl=1" data-orig-size="1145,763" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Arsitektur Kontemporer The Auditorio de Tenerife" data-image-description="&lt;p&gt;Arsitektur Kontemporer The Auditorio de Tenerife&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Auditorio-de-Tenerife-1039236216-1518687055582.jpg?fit=300%2C200&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Auditorio-de-Tenerife-1039236216-1518687055582.jpg?fit=1000%2C666&amp;ssl=1" class="alignnone size-full wp-image-63773" src="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Auditorio-de-Tenerife-1039236216-1518687055582.jpg?resize=1000%2C666&#038;ssl=1" alt="Arsitektur Kontemporer The Auditorio de Tenerife" width="1000" height="666" srcset="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Auditorio-de-Tenerife-1039236216-1518687055582.jpg?w=1145&amp;ssl=1 1145w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Auditorio-de-Tenerife-1039236216-1518687055582.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Auditorio-de-Tenerife-1039236216-1518687055582.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Auditorio-de-Tenerife-1039236216-1518687055582.jpg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Auditorio-de-Tenerife-1039236216-1518687055582.jpg?resize=960%2C640&amp;ssl=1 960w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-The-Auditorio-de-Tenerife-1039236216-1518687055582.jpg?resize=450%2C300&amp;ssl=1 450w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" />wikimedia.org
Bangunan bergaya arsitektur kontemporer selanjutnya adalah bangunan karya arsitek Santiago Calatrava yang memang banyak menelurkan karya arsitektur kontemporer yang memukau. Bangunan The Auditorio de Tenerlife ini memiliki bentuk lengkung dan juga melingkar yang sebenarnya terlihat sangat tidak konvensional untuk bangunan-bangunan lain yang memiliki fungsi auditorium. Menarik, gaya arsitektur kontemporer membuat bangunan  auditorium ini sangat ikonik.
ADVERTISEMENT
The Sydney Opera House &#8211; karya Jorn Utzon
<img data-attachment-id="63772" data-permalink="https://dekoruma.blog/2018/02/15/apa-itu-arsitektur-kontemporer/arsitektur-kontemporer-opera-house/" data-orig-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Opera-House.jpg?fit=1600%2C900&amp;ssl=1" data-orig-size="1600,900" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Arsitektur Kontemporer Opera House" data-image-description="&lt;p&gt;Arsitektur Kontemporer Opera House&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Opera-House.jpg?fit=300%2C169&amp;ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Opera-House.jpg?fit=1000%2C563&amp;ssl=1" class="alignnone size-full wp-image-63772" src="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Opera-House.jpg?resize=1000%2C563&#038;ssl=1" alt="Arsitektur Kontemporer Opera House" width="1000" height="563" srcset="https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Opera-House.jpg?w=1600&amp;ssl=1 1600w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Opera-House.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Opera-House.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Opera-House.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Opera-House.jpg?resize=533%2C300&amp;ssl=1 533w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" data-recalc-dims="1" />sydneyoperahouse.com
Siapa yang tak mengenal Sydney Opera House di Benua Australia? Bangunan ini adalah contoh bangunan bergaya arsitektur kontemporer yang ikonik lainnya. Meski diresmikan pada 1973, struktur dan bentuk dari bangunan ini menjadi titik referensi dari gaya arsitektur kontemporer.
Bentuk ikonik dari bangunan bergaya arsitektur kontemporer ini sendiri terinspirasi dari bentuk layar kapal atau kumpulan kulit kerang yang menumpuk satu sama lain..
ADVERTISEMENT
The Long House &#8211; Great Britain karya Hopkins Architects
<img data-attachment-id="63771" data-permalink="https://dekoruma.blog/2018/02/15/apa-itu-arsitektur-kontemporer/arsitektur-kontemporer-long-house/" data-orig-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Long-House.jpg?fit=900%2C509&amp;ssl=1" data-orig-size="900,509" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}" data-image-title="Arsitektur Kontemporer Long House" data-image-description="&lt;p&gt;Arsitektur Kontemporer Long House&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Long-House.jpg?fit=300%2C170&amp;ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Long-House.jpg?fit=900%2C509&amp;ssl=1" class="alignnone size-full wp-image-63771" src="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Long-House.jpg?resize=900%2C509&#038;ssl=1" alt="Arsitektur Kontemporer Long House" width="900" height="509" srcset="https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Long-House.jpg?w=900&amp;ssl=1 900w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Long-House.jpg?resize=300%2C170&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Long-House.jpg?resize=768%2C434&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/02/Arsitektur-Kontemporer-Long-House.jpg?resize=530%2C300&amp;ssl=1 530w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" data-recalc-dims="1" />e-architect.co.uk
Nggak cuma pada berbagai banguan gedung komersial, gaya arsitektur kontemporer juga sangat mungkin untuk kamu terapkan pada hunian. Salah satu contoh rumah yang menerapkan konsep arsitektur kontemporer adalah The Long House karya Hopkins Architects.
Rumah bergaya arsitektur kontemporer ini memiliki gubahan masa yang panjang dan memugkinkannya memiliki pengaturan layout interior yang tidak konvensional.
Itulah penjabaran sederhana mengenai gaya arsitektur kontemporer mulai dari perbedaannya dengan gaya arsitektur modern, karakter, hingga penerapannya. Dibandingkan dengan gaya arsitektur lainnya, gaya arsitektur kontemporer memberikan lebih banyak ruang untuk berkreasi dan bereksplorasi dalam berbagai segi elemen arsitektur. Apa kamu jadi tertarik menerapkan gaya arsitektur kontemporer di rumah dan perabotanmu?
ADVERTISEMENT