8 Tanda Kecerdasan di Mom’s Mingle

Motherhood, travels, finance and business
Tulisan dari arundina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setelah hari kemerdekaan kemarin, tepatnya tanggal 18 Agustus 2019, saya diundang untuk menghadiri acara Mom’s Mingle yang diselenggarakan di Grand Savero Hotel. Acara ini diselenggarakan oleh kerjasama Enfagrow dan KumparanMOM. Saya pun memakai dresscode biru dongker dan siap bertolak ke Grand Savero Hotel pada jam 9 pagi.

Acara dibawakan dengan seru oleh Mba Nia Elvira sebagai MC. Saya dan teman-teman baru ikut senyum-senyum mendengar candaanya. Mba Nia pun melanjutkan kepada moderator, yaitu Prameshwari Sugiri (Imesh) dari kumparanMOM yang akan membawakan sesi talkshow. Sesi Talkshow dipandu oleh Mba Imesh dengan narasumber pertama, yaitu Roslina Verauli, M.Psi.,Psi..
Mba Verauli memaparkan tentang intelegensia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Selain faktor genetis, intelegensia atau kecerdasan anak juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sebagai orang tua, tentunya saya memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung optimalisasi kecerdasan anak. Berikan lingkungan yang membuat anak bebas bertanya apapun sehingga potensi intelegensi anak semakin optimal. Selain itu, ada 8 potensi kecerdasan yaitu: memori, komunikasi, problem solving, fokus, inisiatif, empati, pengendalian diri, dan sosial.
Acara Mom’s Mingle bersama kumparanMom dan Enfgrow mempertemukan saya dengan ibu-ibu lain yang memiliki anak usia 1-3 tahun. Hampir semuanya membawa anak karena tim kumparanMom dan Enfagrow telah menyiapkan playground khusus yang berkolaborasi dengan Ganara Art. Sambil sesekali curhat dan bertukar akun IG dengan sesama ibu lain, tak terasa waktu sudah pukul 10 dan acara pun dimulai.
Setelah sebagian materi disampaikan oleh Mba Verauli, Mba Imesh kembali memanggil Mba Selvi Ananda beserta Jan Ethes. Pada sesi ini, Mba Selvi Ananda sharing mengenai pengalaman dalam merawat dan mendukung tumbuh kembang Jan Ethes. Salah satu highlight quotes dari Mba Selvi membandingkan adalah “Tidak membandingkan satu anak dengan dengan anak yang lain”.
Mba Verauli juga turut menimpali bahwa setiap anak memiliki perkembangan kecerdasan yang berbeda-beda. Bisa saja satu anak sangat berkembang kecerdasan emosinya, sementara kurang berkembang di bagian yang lain. Orang tua pun harus mengamati dan memaksimalkan potensi kecerdasan anak kita. Saat sesi sharing berlangsung, Jan Ethes tampak santai memainkan beberapa mainan yang disiapkan di panggung.
Sesi dilanjutkan tanya jawab peserta dan narasumber. Sayangnya, pertanyaan hanya dibatasi untuk 3 penanya karena dibatasi oleh waktu. Selesai sesi pertanyaan Mba Imesh kemudian menyimpulkan hasil talkshow dan menekankan mengenai potensi kecerdasan yang sudah disampaikan Mba Verauli. Acara pun dikembalikan kepada Mba Nia sementara itu Mba Imesh, Mba Verauli serta Mba Selvi undur diri dari panggung.
Mba Nia kemudian mengundang brand representative dari Enfagrow untuk cerita singkat tentang Enfagrow dan apa yang menjadi kelebihan Enfagrow. Mba Nia kemudian meminta Mba Verauli kembali ke panggung untuk bermain games. Games yang dimainkan cukup seru di mana saya ikut serta bermain role playing dengan salah satu peserta. Games dan quiz ini hadiahnya voucher yang dipersembahkan oleh KumparanMOM dan Enfagrow.
Event kemudian ditutup dengan makan siang. Saya pun ikut makan siang sambil berbincang dengan ibu lain. Ini adalah pertama kalinya saya diundang untuk event seperti ini. Sebagai seorang ibu dua anak, penting bagi saya untuk tetap mempertahankan kewarasan dan selalu diberi pengingat. Hadir di acara seperti ini membuat saya jadi belajar bagaimana cara mereka menghadapi anak-anaknya. Materi dari Mba Verauli juga menjadi afirmasi dan pengingat bagi saya untuk terus memperhatikan dan ikut mengeksplorasi kecerdasan anak-anak saya. Sukses terus untuk event-event selanjutnya.
#8TandaCerdas #EnfagrowAPlus
