Konten dari Pengguna

Belajar Matematika Sambil Mendengarkan Musik Ternyata Dapat Menurunkan Stres Lho

Delia Novita Sari

Delia Novita Sari

Mahasiswa Universitas Airlangga Angkatan 2021, Prodi Matematika.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Delia Novita Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Photo by Karolina Grabowska from Pexels: https://www.pexels.com/photo/a-woman-sitting-at-the-desk-5399023/
zoom-in-whitePerbesar
Photo by Karolina Grabowska from Pexels: https://www.pexels.com/photo/a-woman-sitting-at-the-desk-5399023/

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang kerap ditakuti para pelajar. Semakin naik tingkat pendidikan yang kita ambil, semakin sulit pula tingkatan matematika yang kita pelajari. Masalahanya adalah kita tentu tidak dapat mengubah matematika sesuai keinginaan kita, yang bisa kita lakukan yaitu mencari cara agar belajar matematika tak semenakutkan dan tak semembosankan seharusnya. Mendengarkan musik bisa menjadi jawabanya. Tahukah kamu bahwa mendengarkan musik mampu meningkatkan mood belajar? Mendengar musik juga bisa meningkatkan kinerja otak lho! Lalu apakah efektif untuk mendengarkan musik sambil belajar matematika? Apakah dengan mendengarkan musik, belajar matematika bisa lebih rileks dan mengurangi tekanan? Kalaupun iya, apa alasannya?

Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam belajar. Ada yang belajar harus di tempat yang senyap, ada juga yang belajar sambil mendengarkan musik. Saat belajar tentu kita perlu fokus agar otak kita dapat berpikir dengan baik. Disebutkan bahwa mendengarkan musik sambil belajar ternyata efektif dalam meningkatkan konsentrasi lho! Selain itu tentu masih banyak lagi manfaat dari mendengarkan musik sambil belajar. Apa saja sih manfaatnya? Berikut sekilas ulasannya. Selamat membaca!

1. Musik menaikkan mood belajar

Shofura Afanin Nuha (2020) mengatakan bahwa ketika mendengarkan musik, kita bisa menjadi lebih rileks dan fokus. Penelitian telah membuktikan bahwa musik terutama musik klasik mampu mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien) dari seseorang. Saat mendengarkan musik, orang akan bernyanyi bahkan menari, otak akan memproses lirik ataupun nada yang didengar dan tanpa disadari ternyata kita menjadi lebih berkespresi, berinteraksi, bahkan berkreasi dengan rasa senang dan rileks. Inilah mengapa musik dikatakan sebagai terapi yang mampu menurunkan tingkat stres dan mengubah ekspresi jiwa seseorang. Musik mampu membawa seseorang dari mode terjaga kedalam mode mediatif dimana seorang dapat merasa rileks saat mendengarkan musik tersebut. Musik juga mampu mempengaruhi perasaan, suasana hati, pikiran, hingga perilaku seseorang. Maka dari itu, jenis musik yang kita pilih juga perlu dipertimbangkan. Sebagai teman belajar, tentu lagu sedih adalah pilihan yang tidak tepat atau bahkan terburuk! Mendengarkan lagu sedih justru bisa membuatmu semakin malas belajar. Maka, lebih baik jika mendengarkan lagu-lagu yang bernuansa senang, rileks, ataupun bersemangat. Dengan begitu, mood kita juga akan menjadi baik, dan semangat belajar pun akan meningkat.

2. Musik menjadikan belajar lebih menyenangkan dan jauh dari kata “BOSAN”

Belajar seringkali menjenuhkan, apalagi jika itu mengenai hitung menghitung seperti matematika. Nah, inilah mengapa musik dibutuhkan. Sebuah penelitian di Frontiers in Neuroscience telah membuktikan bahwa musik telah mengembangkan kemampuan untuk mengantisipasi pelepasan dopamin yang menyenangkan. Seperti yang kita ketahui, dopamin merupakan sebuah hormon yang dibuat di otak. Hormon dopamin dikenal dengan kemampuannya dalam mengatur dan membuat tubuh merasa senang. Dari sini, dapat kita ketahui bahwa dengan mendengarkan musik membawakan kesenangan tersendiri bagi diri kita. Kita juga bisa beristirahat sejenak jika kita merasa bosan dan ikut bernyanyi bersama alunan musik yang kita dengarkan selama beberapa saat. Hal ini sama seperti kita mengisi ulang energi kita yang telah terkuras saat mengerjakan tugas sehingga energi kita akan terisi kembali dan rasa bosan pun akan hilang tergantikan dengan rasa senang. Maka, belajar pun akan jauh dari kata “BOSAN” bukan? Masalah terpecahkan!

3. Musik meningkatkan kinerja otak

Hal terpenting jika kita membicarakan mengenai mendengarkan musik adalah fakta bahwa dengan mendengar musik mampu meningkatkan kinerja otak kita lho! Lantunan musik yang kita dengar diawali oleh getaran suara yang masuk melalui telinga untuk di terjemahkan. Gelombang tersebut kemudian diubah menjadi sinyal listrik melalui koklea. Sinyal listrik ini kemudian menyebar dan dapat merangsang hubungan antara otak kiri dan otak kanan serta mengaktifkan area otak yang terkait dengan proses emosional, kognitif, serta memori. Singkatnya, mendengarkan musik dapat meningkatkan kemampuan fungsi kognitif otak, terutama daya ingat.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang diminta untuk belajar sambil mendengarkan musik menunjukkan performa akademis yang lebih unggul daripada kelompok siswa yang diminta belajar di ruangan bising. Meskipun keduanya sama-sama belajar dengan keberadaan suara lainnya, namun belajar sembari mendengarkan musik terbukti membuat otak lebih fokus kepada satu tugas dan memblokir suara berisik lainnya yang tidak berhubungan dengan pekerjaan kita. Selain itu, menurut studi pada 2014, mendengarkan musik dapat membantu orang dewasa bahkan lansia melakukan tugas memori dan pemrosesan informasi yang lebih baik.

Sekarang muncul sebuah pertanyaan, “Memang bisa belajar matematika yang bikin pusing begitu dengan mendengarkan musik bisa lebih menyenangkan? Bukannya malah nambahin pusing ya?” Eiitss.. tentu jawabannya adalah tidak. Hal seperti itu memang bisa saja terjadi, tetapi hanya jika kamu menerapkannya dengan kurang bijak. Misalnya saja kamu belajar namun musik yang kamu putar sangat keras, tentu itu justru akan membuyarkan fokus kamu dan malah membuatmu semakin pusing. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kamu bisa mendapatkan efek baik dari mendengarkan musik saat belajar matematika ini, seperti : mengatur volume dengan tepat, memilih jenis musik, hingga mendengarkan musik di waktu-waktu yang tepat pula. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka belajar dengan musik akan terasa lebih menyenangkan, dan tingkat stres pun berkurang.

Mendengarkan musik sambil belajar matematika tentu dapat mengurangi tingkat kebosanan hingga tekanan yang diberikan, namun tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar metode tersebut berhasil. Maka dari itu, disaat menerapkan sebuah metode jangan lupa untuk menerapkan aturan-aturannya ya! Kemudian hal terpenting agar merasa rileks yaitu jangan mamaksakan untuk belajar terus-menerus, perbolehkan diri untuk istirahat sejenak di sela-sela belajar, mendengarkan musik untuk me-recharge kembali energi dan semangat diri kita bukanlah hal yang buruk untuk dilakukan, justru sebaliknya itu adalah hal yang baik. Maka dari itu jangan lupa take brake untuk diri sendiri ya! Semangat!