Konten dari Pengguna

Gunung Prau yang Indah Bagaikan Senyumanmu

Della Mawardah

Della Mawardah

Mahasiswi aktif di Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Della Mawardah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rangkaian peristiwa dan kenangan yang kita lalui hari ini, kelak akan menjadi pelajaran berharga di masa depan. Meski peristiwa itu tidak selalu semanis gula atau semanis senyumanmu. Ehem. Seandainya ada kamu, yah lengkap sudah cerita ini antara aku dan kamu. Yah seandainya saja, seandainya.

aku, kamu, dan Gunung Prau. foto by: della
zoom-in-whitePerbesar
aku, kamu, dan Gunung Prau. foto by: della

Ngomong-ngomong soal Gunung Prau, sejak awal selalu terpikir kelak suatu hari nanti bisa kembali ke tempat ini. Tapi tentu tidak seorang diri. Dari sekian gunung yang sudah pernah aku daki, hanya ada satu yang mempunyai tempat spesial dalam memori ini. Tidak lain adalah Gunung Prau di Dieng, Wonosobo.

Waktu itu, tanggal 28 Agustus 2018, langkah kaki di mulai dari basecamp menuju pos 1. Dalam waktu tempuh kurang lebih 45 menit kami tiba di sana. Lalu melanjutkan ke pos 2 dalam jangka waktu 1 jam lamanya.

Kala itu, kami memutuskan untuk mendirikan tenda di area camp pos 2, suhu dingin sangat terasa. Bagi kamu yang tidak kuat menahan rasa dingin yang luar biasa, jangan lupa mengganti pakaianmu, membuat makanan dan minuman hangat, serta tidur lebih awal, dan mimpikan aku.

foto ini akan lebih indah bila kamu ada didalamnya. foto by : della

Esoknya, pukul 05.00 WIB kami melanjutkan perjalanan, sampai di pos 3 pada pukul 05.30 WIB. Lalu menuju puncaknya dan tiba pukul 06.15 WIB, di sinilah terbayar sudah perjalanan kami setelah melihat keindahan alam Gunung Prau yang candu dengan ketinggian 2.590 mdpl.

Sepanjang mata memandang, hamparan rumput mendominasi penglihatan mata. Bukit-bukit indah, yang ditumbuhi rerumputan hijau sangat eksotis. Terlihat di sebelah selatan tampak pemandangan indahnya puncak Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang menyembul di tengah awan.

langkah demi langkah untuk menuju ke puncak Gunung Prau. foto by : della

Namun sejatinya, tujuanku sejak pertama kali naik gunung hingga saat ini sebenarnya tidak pernah berubah. Semua karena kamu. Ya karena kamu. Kamu siapa? kamu yang sering bikin bingung, tapi tak jarang juga bikin penasaran.

Rasanya, gunung menjadi pelarian yang menyenangkan di tengah bimbangnya hati. Berada di tengah alam seorang diri, meratapi nasib dan kesalahan di masa lalu. Meski terkadang bertemu teman baru, sejujurnya selama di perjalanan pikiran ini hanya fokus memikirkan kamu. "Ah, seandainya kamu juga ada di sini, mungkin ini jadi perjalanan terbaik yang pernah aku lalui."

Gunung saja kudaki, apalagi cintamu.