Konten dari Pengguna

Bullying Bukan Candaan: Luka Psikologis yang tak terlihat

Dellia Nur Safitri

Dellia Nur Safitri

Mahasiswi Universitas Pamulang Fakultas Ilmu Komunikasi

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dellia Nur Safitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kasus bullying kembali menyita perhatian publik. Entah itu di sekolah, kampus, maupun tempat kerja. Bahkan di dunia maya, tindakan perundungan masih saja terjadi dan sering kali berujung fatal, baik secara fisik maupun psikologis.

Bullying Bukan Sekadar “Bercanda”

Sering kali, pelaku berdalih bahwa itu hanya lelucon atau candaan antar teman. Padahal bullying memiliki dampak serius. Korban bisa mengalami trauma jangka panjang, depresi, penurunan prestasi, hingga keinginan untuk mengakhiri hidup. Disinilah pentingnya membedakan mana yang sekadar bercanda, dan mana yang sudah melukai. Bercanda tidak akan membuat seseorang takut datang ke sekolah, kampus, maupun tempat kerja jika merasa tidak aman di lingkungannya sendiri.

Tanda-Tanda Korban Bullying yang Perlu Diwaspadai

Orang yang mengalamin bullying sering kali enggan bercerita. Namun, kita bisa melihat tanda-tanda seperti ini:

• Perubahan sikap mendadak (menjadi pendiam, mudah marah)

• Menarik diri dari lingkungan sosial

• Penurunan nilai atau performa belajar

• Luka fisik yang tidak jelas penyebabnya

• Ketakutan berlebihan saat harus ke sekolah, kampus, tempat kerja maupun tempat tertentu.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Jangan Jadi Penonton Ketika melihat tindakan perundungan, jangan diam. Berdiri bersama korban, beri dukungan, dan segera laporkan ke pihak berwenang (guru, dosen, HRD, atau polisi jika perlu)

Ciptakan Lingkungan Aman Di rumah, sekolah, kampus,ataupun tempat kerja, bangunlah budaya saling menghargai. Toleransi dan empati harus diajarkan sejak dini

Dukung Korban, Jangan Hakimi Dengarkan tanpa menghakimi. Kadang, korban hanya butuh didengar dan diyakinkan bahwa mereka tidak sendiri

Edukasi Diri dan Orang Lain Banyak orang tidak sadar bahwa ucapan atau tindakannya tergolong bullying. Edukasi menjadi kunci untuk mencegah dan menyadarkan

Tekan di Media Sosial Di era digital, cyberbullying marak terjadi.

Jangan ikut menyebarkan atau memberi komentar negatif yang memperkeruh suasana. Laporkan akun-akun yang menyebarkan kebencian.

Penutup: Kita Semua Punya Peran

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Jika kita semua sepakat untuk tidak mentolerir bullying dalam bentuk apapun, maka kita sedang ikut membangun masa depan yang lebih sehat dan manusiawi. Membela bukan berarti ikut campur, tapi peduli. Dan dalam banyak kasus, kepeduliaan sekecil apapun bisa menyelamatkan nyawa.

Sumber: College friend Dellia Nur Safitri (02 Oktober 2024)