Konten dari Pengguna

Dilan 1990 dan Seni Mengadaptasi Novel ke Layar Lebar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dena Lista Illaisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Poster Dilan 1990 (sumber : Foto oleh montasefilm : https://montasefilm.com/dilan-1990/)
zoom-in-whitePerbesar
Poster Dilan 1990 (sumber : Foto oleh montasefilm : https://montasefilm.com/dilan-1990/)

Dilan 1990 dikatakan sebagai salah satu yang paling berpengaruh. Film Dilan yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq yang menciptakan trend di kalangan remaja. Dialog-dialog Dilan menjadi kutipan yang banyak di media sosial, sementara pada kisah cinta nya Milea berhasil mencuri perhatian publik. Salah satu hal yang banyak diperbincangkan penonton adalah pemilihan pemeran utama nya. Iqbaal Ramadhan yang memerankan Dilan memang memiliki popularitas besar dan mampu menarik perhatian publik.

Akan tetapi, bagi sebagian pembaca novel, karakter Dilan dalam film terasa belum sepenuhnya menghadirkan sosok yang mereka bayangkan saat membaca novel. Namun, ada kesan bahwa karakter Dilan dalam film dibuat lebih sederhana dan lebih mudah disukai oleh banyak penonton. Padahal, daya tarik Dilan dalam novel justru terletak pada sifatnya yang unik, tidak mudah ditebak, dan terasa alami. Beberapa adegan terasa seolah sedang berusaha menunjukkan bahwa ia adalah Dilan, bukan membiarkan karakter tersebut mengalir secara spontan sebagaimana yang dirasakan pembaca saat menikmati novel.

Pada akhirnya, Dilan 1990 sebagai contoh bahwa adaptasi adalah seni menerjemahkan bukan menyalin. Tidak semua pembaca akan menemukan Dilan yang sama seperti yang mereka bayangkan saat membaca novel. Bahkan mungkin tidak ada aktor yang mampu memenuhi seluruh ekspektasi tersebut. Namun justru di situlah letak menariknya sebuah adaptasi. Perbedaan antara novel dan film membuka ruang diskusi baru tentang bagaimana sebuah cerita dapat hidup dalam bentuk yang berbeda.

Film Dilan 1990 mungkin tidak menghadirkan sosok Dilan yang persis seperti yang ada di kepala setiap pembacanya. Akan tetapi, film ini berhasil menunjukkan bahwa sebuah karya adaptasi tidak harus sempurna untuk tetap disukai. Yang terpenting adalah bagaimana cerita tersebut tetap sampai kepada penonton. Dan dalam hal itu, Dilan 1990 telah berhasil meninggalkan jejaknya sendiri dalam sejarah film Indonesia.

Dena Lista Illaisa, Putri Anggraini, Vera Herawati, Erna Maya Lestari. Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Pamulang.